Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Kenali Factitious Disorder, Penyakit Mental Pura-pura Sakit untuk Memikat Perhatian

Redaksi by Redaksi
Agustus 22, 2022 2:43 pm
in Tugu Sehat
factitious disorder

Ilustrasi pura-pura sakit untuk mendapatkan perhatian. Foto: pexels

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Generasi milenial pada era sekarang tak bisa lepas dari media sosial. Seringkali keluhan-keluhan dilontarkan lewat postingan di media sosial. Namun, patut diwaspadai keluhan yang diunggah secara berlebihan dapat diindikasi mengidap factitious disorder yang bisa terjadi pada siapa saja.

Factitious disorder atau gangguan buatan merupakan penyakit mental akut di mana seseorang bertindak seolah-olah mereka memiliki penyakit fisik atau psikologis dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian dari orang lain.

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Penderita factitious disorder biasanya berpura-pura sakit tanpa ada alasan yang jelas. Mereka yang mendidap penyakit ini akan sering mengeluh sakit meskipun kondisi sebenarnya baik-baik saja, kemudian mengunggahnya di media sosial. Mereka juga tidak ragu berbohong tentang kondisinya hanya untuk mendapatkan simpati dan perlakuan baik dari keluarga, teman-teman, termasuk lawan jenis untuk berbagai tujuan.

Dilansir dari Cleveland Clinic, gangguan buatan terdiri dari dua jenis yakni gangguan yang dipaksakan pada diri sendiri dan gangguan buatan yang ditujukan pada orang lain. Gangguan yang dipaksakan pada diri sendiri meliputi pemalsuan gejala psikologis atau fisik.

Contoh dari gangguan buatan psikologis ini yaitu dengan meniru perilaku yang khas dari penyakit mental seperti skizofrenia. Penderita akan berbohong dengan berperilaku seolah-olah mengalami hal-hal yang sebenarnya tidak ada seperti mendengar suara-suara tertentu.

Sedangkan contoh dari pemalsuan gejala fisik meliputi meminum obat untuk memicu diare dan muntah, membuat luka menjadi infeksi, bahkan menelan produk berbahan kimia yang beracun seperti produk pembersih dan produk-produk berbahaya lainnya.

Sementara itu, gangguan buatan yang ditujukan pada orang lain lebih mengarah pada tindakan yang merugikan orang di sekitar mereka di mana korbannya meliputi anak-anak, orang dewasa lanjut usia, bahkan hewan peliharaan.

Contoh dari gangguan buatan ini yaitu seorang ibu yang sengaja menyakiti anaknya untuk mendapat perhatian, dengan begitu diagnosis penyakit psikologis yang diberikan mengarah ke pelaku bukan pada korban.

Lalu apa saja sih penyebab factitious disorder?

1. Riwayat penyakit masa kecil yang serius

Riwayat penyakit yang diderita pada masa kanak-kanak memungkinkan berperan dalam perkembangan gangguan buatan terutama riwayat penyakit dengan gejala yang memerlukan rawat inap.

2. Trauma masa kecil atau korban pelecehan

Sebuah studi tahun 2014 memaparkan bahwa orang yang memiliki trauma atau pernah menjadi korban pelecehan mencari dukungan lewat media sosial dan sebagian besar korban tersebut melaporkan tindakan pelecehan yang pernah mereka alami terjadi pada masa anak-anak. Citra diri yang rendah merupakan salah satu faktor penyebab factitious disorder.

3. Pengembangan otak

Penelitian yang mengeksplorasi kimia otak dan perbedaan perkembangan pada orang dengan factitious disorder masih terbatas. Namun, beberapa bukti memang menunjukkan hubungan potensial antara factitious disorder dan perbedaan dalam perkembangan otak, termasuk gangguan fungsi di belahan otak kanan.

4. Pekerjaan

Orang dengan kondisi factitious disorder biasanya bekerja di bidang kesehatan atau medis.

—

Perawatan utama untuk factitious disorder adalah psikoterapi (sejenis konseling). Perawatan ini lebih berfokus pada perubahan pemikiran dan perilaku individu dengan gangguan, seperti terapi kognitif-perilaku.

 

Reporter: Dian Tamara

Editor: Lizya Kristanti

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: disorderfactitious disorderpura-pura sakit

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
Catatan Aqua Dwipayana, curhat

Terus Berkarya, Biarkan Orang yang Iri Hati dan Dengki Sibuk dengan Perilaku Negatifnya

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.