MALANG, Tugumalang.id – Anak kedua tuan tanah di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang membantah ayahnya meninggal dunia karena dianiaya kakaknya. Ia menyebut, ayahnya meninggal dunia karena serangan jantung.
Tuan tanah, Kusenan (59) meninggal pada Senin (13/10/2025) pagi. Di malam sebelumnya, ia sempat dibawa ke Puskesmas Wagir karena mengalami luka sobek di bibir dan lebam di kening serta pipi.
Anak kedua Kusenan, Niken Krisdianti (23) membenarkan ayahnya mengalami luka-luka di wajahnya. Akan tetapi, luka tersebut bukan karena dianiaya oleh kakaknya, AT (37).
Baca Juga: Beredar Surat Pernyataan Wali Murid di Kabupaten Malang Diminta Rahasiakan Insiden MBG
Kepada wartawan, Niken mengatakan dirinya cekcok dengan kakaknya pada Minggu (13/10/2025) sekitar pukul 17.00. Bahkan, Niken yang tengah hamil enam bulan sampai terjatuh karena ada kontak fisik dengan kakaknya. Kusenan pun berusaha melerai anak-anaknya.

“Ayah saya itu melerai. Bukan ayah saya yang ditonjok,” kata Niken.
Luka di wajah Kusenan didapat karena melerai pertengkaran kedua anaknya. Kusenan juga sempat berteriak minta tolong dan seorang warga bernama Kristiyono datang untuk menolong Niken.
“Saya sudah berdiri, kakak saya pergi, lalu ayah saya jatuh dan dibantu oleh Pak Kris,” ungkap Niken.
Saat dibawa ke puskesmas, tekanan darah Kusenan cukup tinggi dengan tekanan sistolik mencapai 185 mmHg. Tak lama kemudian, Kusenan kembali ke rumah.
Baca Juga: Terkikis Aliran Sungai, Rumah Kos di Landungsari Kabupaten Malang Ambrol
Keesokan paginya, sekitar pukul 06.00, Kusenan masih sempat pergi ke kandang, merokok, dan minum kopi. Sepulang dari kandang, Kusenan mengalami keringat dingin.
Ia mengeluh badannya terasa panas dan kepalanya pusing. Niken sempat merasakan nadi ayahnya melemah.
Kusenan kemudian dilarikan ke RS Panti Waluya Kota Malang. Namun, ia meninggal dunia di perjalanan.
“Oleh dokter didiagnosa serangan jantung,” kata Niken.
Ia juga membantah ada konflik dalam keluarganya. Ia menyebut, pertengkarannya dengan AT tidak sering terjadi dan hanya pertengkaran sewajarnya kakak adik.
“Apalagi kalau ada yang menyebut-nyebut soal warisan. Itu semua tidak benar,” tegas Niken.
Saat ditanya terkait laporan dugaan penganiayaan yang sempat dibuat di Polsek Wagir, Niken membenarkan mertuanya melakukan itu. Kusenan sempat menelepon besannya itu untuk mengadu karena Niken disakiti AT.
“Ayah saya melantur saat itu, mungkin karena emosi,” kata Niken.
Ia yakin ayahnya meninggal karena serangan jantung dan tidak ada unsur pidana. Ia juga tidak berniat melaporkan kakaknya atas dugaan penganiayaan terhadap dirinya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























