Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Kawasan Sanan, Kampung Zero Waste di Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Juni 10, 2025 12:00 pm
in Asli Malang
Penggunaan sisa remahan gosong sebagai bahan bakar untuk proses perebusan kedelai, Rabu (4/6/2025). (Foto/Jericho Abimanyu)

Penggunaan sisa remahan gosong sebagai bahan bakar untuk proses perebusan kedelai, Rabu (4/6/2025). (Foto/Jericho Abimanyu)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kampung Sanan merupakan sebuah nama kampung yang sudah terkenal hasil produknya, yakni olahan tempe dan keripik tempe khas Kota Malang. Kampung yang berlokasi di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini memiliki lebih dari 500 IKM (Industri Kecil Menengah) atau rumah produksi yang bergerak di bidang industri olahan dan juga keripik tempe.

Jika kita melihat sejarah kampung ini, industri tempe yang telah menjadi mata pencaharian utama dari 80% warga di sana sudah ada sejak abad ke-16.

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Baca Juga: Peternak di Kampung Sanan Mengaku Wabah PMK Tak Pengaruhi Penjualan Sapi

Ini diteruskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi hingga berkembang menjadi Kampung Sanan yang dikenal saat ini. Kini, Kampung Sanan memproduksi lebih dari 20 ton kedelai per harinya untuk diolah menjadi produk-produk unggulan dari kampung ini.

Produk inilah yang kemudian didistribusikan ke berbagai wilayah di Indonesia, hingga diekspor ke luar negeri seperti Inggris.

Jumlah pengolahan kedelai yang masif ini tentunya akan menghasilkan jumlah limbah yang besar juga. Untuk mengakali hal tersebut, Kampung Sanan memiliki cara unik tersendiri untuk mengolah limbah sisa dari proses pengolahan tempe di sana.

Pengolahan limbah menjadi sesuatu yang dapat digunakan kembali merupakan visi utama dari Dra. Trinil Sri Wahyuni, yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata Kampung Sanan.

Tepung hasil pengolahan dari limbah kulit kedelai. Rabu (4/6/2025). (Foto/Jericho Abimanyu)
Tepung hasil pengolahan dari limbah kulit kedelai. Rabu (4/6/2025). (Foto/Jericho Abimanyu)

Hasil dari pengolahan limbah tempe yang dihasilkan kampung ini cukup beragam dan kreatif, salah satu limbah yang paling besar adalah limbah tepung goreng gosong (remahan).

“Biasanya kalo sehari produksi tempe sekitar 3,5 kuintal, sisa tepung remahannya bisa hampir setengah kuintal sendiri,” ucap Roisyah, salah satu pemilik IKM di sana.

Baca Juga: Seperti Ini Keseruan Karnaval 17 Agustus di Kampung Tempe, Sanan, Kota Malang

Remahan ini kemudian diolah dan digunakan kembali menjadi beberapa bentuk. Jika sisa remahan masih dalam kondisi baik dan layak makan, remahan ini akan dijual ke pedagang-pedagang pecel setempat.

Namun jika remahan hasil penggorengan sudah dalam kondisi tidak baik atau gosong, maka akan dialihkan untuk dijadikan bahan bakar untuk proses perebusan kedelai.

“Kami para IKM jadinya ga rugi sama sekali, karena sisa dari penggorengan bisa dipakai buat perebusan lagi, malah jadinya untung deh karena kalo ada remahan yang masih bagus, bisa dijual lagi ke tukang pecel,” jelas Roisyah, yang menunjukkan daur ulang limbah yang dilakukan oleh para pemilik IKM dapat menghasilkan keuntungan tambahan bagi mereka.

Sistem penjualan yang dilakukan kepada para pedagang pecel biasanya menggunakan sistem kontrak, sehingga pemilik IKM telah mendapatkan pelanggan tetapnya dan tidak saling berebutan dengan rumah-rumah IKM lainnya.

Selain dari sisa penggorengan, Kampung Sanan juga memanfaatkan limbah dari kulit kedelai menjadi bentuk yang dapat fungsional terhadap proses pengolahan produk-produk tempe.

Limbah dari kulit kedelai ini dibagi menjadi dua, yakni kulit kedelai yang masih kering dan kulit kedelai basah yang berasal dari sisa proses perebusan kedelai.

“Kulit kedelai kering ini ga dibuang begitu aja loh, oleh kami diolah lagi buat nantinya jadi tepung yang bisa dipakai untuk membuat produk-produk lagi seperti cookies, brownies, puding silky, dan macaroon,” ujar Trinil.

Sedangkan untuk kulit kedelai basah, akan disajikan sebagai pangan ternak yang ada di Kampung Sanan, seperti sapi dan kambing yang jumlahnya hampir 800 ekor di sana.

“Untuk makan ternak kayak sapi dan kambing disini biasanya pakai kulit kedelai basah yang dicampur sama air rebusan kedelai yang udah ga dipakai, sama biasanya dicampur lagi sama rumput atau makanan lain biar ternak-ternaknya ga bosen,” jelas salah satu peternak yang ada di sana.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Jericho Abimanyu M.S

Editor: Herlianto. A

Tags: Kampung Sanankampung tempekota malangSanan

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Pelaku begal driver ojol ditangkap

Pelaku Begal Driver Ojol di Jalan Bandulan Malang Akhirnya Tertangkap

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.