Kapolresta Malang Kota Minta Maaf Terkait Anggotanya Salah Tangkap yang Ternyata Pamen Kodam Brawijaya

  • Whatsapp
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.(foto:IG @teropongmiliter

MALANG – Baru-baru ini beredar video permintaan maaf dari jajaran anggota Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Malang Kota kepada jajaran anggota TNI. Mereka meminta maaf karena dalam prosedur penangkapan terkesan semena-mena bahkan dalam hal ini terjadi salah tangkap.

Dalam video berdurasi 5.55 menit yang diunggah di akun @infokomando dan @teropongmiliter, tampak keempat anggota didampingi Kasat Reskoba Kompol Anria Rosa Piliang meminta maaf secara langsung kepada korban salah tangkap, yakni Kol Chb I Wayan Sudarsana (Kasubditbinbekhar Sdircab Pushubad).

Bacaan Lainnya

Dalam video itu juga ada Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona. Makota 1 itu turun langsung memediasi dan turut meminta maaf secara institusi.


Tangkapan layar video permintaan maaf empat anggota Satreskoba Polresta Malang Kota terhadap Kol Chb I Wayan Sudarsana.

Informasi dihimpun, permintaan maaf ini adalah buntut dari penggerebekan 4 anggota yang salah tangkap di kamar hotel Regent’s Park pada Kamis (25/3/2021) dini hari sekira pukul 04.30 WIB. Saat itu, Kol Chb I Wayan Sudarsana sedang bertugas sebagai Tim Rikmat Bekfas TW I Ta 2021 dan menginap di hotel tersebut.

Mendapati kamarnya diketuk, dia pun langsung membuka pintu. Namun, tiba-tiba keempat petugas ini memaksa masuk ke dalam kamar. Sebelum itu, dia pun sudah menyampaikan bahwa dirinya adalah Kolonel TNI AD.

Saat itu, Kolonel ini mengaku diduga diperlakukan kasar dan tak sopan oleh anggota yang memaksa. Hingga mendorong Kol I Wayan Sudarsana duduk di kursi hingga baju kaos yang dikenakannya robek pada kerah bagian depan.

Mereka keukeuh menjalankan tugas penggeledahan berbekal surat perintah yang ditandatangani Kasat Reskoba Polresta Malang Kota. Namun, barang bukti narkoba yang dituduhkan itu tidak ditemukan sama sekali.

Baca Juga  Awas! Banyak Beredar Akun Palsu Seolah Facebook Wali Kota Malang

Disitulah, dia merasa menjadi korban salah tangkap. Sudarsana langsung menghubungi Kahubdam V/Brawijaya Kol Chb Muhammad Anom Kartika. Tak lama kemudian, Kapolresta Malang Kota dipanggil ke Mako Hubdam V/Brawijaya untuk klarifikasi dan meminta maaf.

Dalam video itu, I Wayan Sudarsana meminta pada pimpinan untuk menekankan anggotanya agar lebih teliti dalam melaksanakan tugas dan harus sesuai prosedur agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

”Saya secara pribadi memaafkan. Tapi secara kedinasan saya serahkan semua ke bapak pimpinan, Komandan Leo secara mekanismenya nanti seperti apa. Saya harap tidak ada lagi kejadian serupa,” kata Kol I Wayan Sudarsana dalam video itu.

Dalam video itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata juga turut meminta maaf atas kesalahan prosedur penangkapan anggotanya. Leo mengingatkan agar anggota menjadikan ini sebagai pelajaran karena cukup berbahaya bagi institusi.

Lebih lanjut, Leo berjanji akan memproses keempat anggotanya karena melanggar kode etik Polri secara transparan. Agar kesalahan serupa tidak pernah terjadi di kemudian hari.

Dalam hal ini, mantan Wakapolrestabes Surabaya itu juga berjanji akan mengirimkan putusan kode etik nantinya kepada Kahubdam V/Brawijaya dan Wakil Komandan (Wadan) Denpom V-3/Malang.

Setelah pertemuan itu, jajaran pimpinan TNI dan Polri ini bergeser menuju Hotel Regents Park untuk menyampaikan komplain atas ketidaknyamanan tamu hotel. Hingga membuat terjadinya suatu kejadian yang melibatkan dua institusi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *