Malang, Tugumalang.id – Kampung ProKlim RW 13 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mengambil langkah nyata mendukung transisi energi bersih. Melalui kegiatan bertajuk “Cahaya Surya–Energi Berdaya: Edukasi dan Pelatihan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) – Membangun Kemandirian Energi Komunitas Menuju Kampung Iklim Berdaya dan Berkelanjutan”, warga menyiapkan pembangunan Balai RW bertenaga surya.
Kegiatan yang digelar di Balai RW 13 Madyopuro, Minggu (28/6), merupakan implementasi Small Grant Program FOLU Net Sink 2030. Program ini mendorong masyarakat menghadirkan inovasi lingkungan berbasis komunitas untuk mendukung pembangunan rendah karbon.
Program FOLU Net Sink 2030 (Forestry and Other Land Use Net Sink 2030) merupakan strategi nasional Indonesia untuk mewujudkan daya serap emisi gas rumah kaca dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lebih besar dibandingkan emisi yang dihasilkan pada 2030. Target tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi, mulai dari penguatan Program Kampung Iklim, konservasi lingkungan, hingga pemanfaatan energi baru terbarukan.
Pelatihan dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Lia, Camat Kedungkandang Fahmi Fauzan, Ketua RW 13 Madyopuro Mochamat Sutanto, jajaran Fakultas Teknik Elektro ITN Malang, kader lingkungan, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, serta perwakilan Kampung ProKlim dari berbagai wilayah di Kota Malang.
Didorong Menjadi Percontohan
Dalam sambutannya, Lia dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang mengatakan keberhasilan Kampung ProKlim tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, pemanfaatan energi surya menjadi salah satu bentuk aksi mitigasi perubahan iklim yang relevan dikembangkan di tingkat kampung.
Ia berharap praktik baik yang dilakukan RW 13 Madyopuro tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi model pembelajaran bagi wilayah lain di Kota Malang.
“Kami berharap RW 13 dapat menjadi contoh dan berbagi cerita keberhasilannya. Praktik baik ini harus bisa diduplikasi oleh RW-RW lain sehingga gerakan Kampung ProKlim di Kota Malang semakin kuat dan semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam aksi nyata menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.
Camat Kedungkandang Fahmi Fauzan mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Menurutnya, pengembangan energi terbarukan di tingkat komunitas merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus membangun kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Polinema Bersama Pondok Pesantren Yatim Dhuafa Al-Ikhlas Bekerja Sama dalam Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Sementara itu, Ketua RW 13 Madyopuro Mochamat Sutanto mengatakan kesempatan memperoleh Small Grant FOLU Net Sink 2030 menjadi motivasi bagi warga untuk terus berinovasi. Ia menegaskan keberhasilan Kampung ProKlim harus diwujudkan melalui program yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Belajar PLTS hingga Praktik Instalasi
Sesi utama pelatihan menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Teknik Elektro ITN Malang, yakni Dr. Irmalia Suryani F., S.T., M.T. dan Dr. Ir. Widodo Pudji Muljianto, M.T.
Keduanya memaparkan potensi energi surya di Indonesia, prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), perencanaan instalasi, hingga peluang penerapannya pada rumah tangga maupun fasilitas publik.
Penyampaian materi dilanjutkan dengan praktik pengenalan komponen dan simulasi instalasi dasar PLTS yang didampingi tiga fasilitator. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai teknologi energi surya.
Diskusi berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya membahas aspek teknis pemasangan PLTS, tetapi juga peluang pengembangannya melalui semangat gotong royong sebagai bagian dari penguatan Kampung ProKlim.
Balai RW Akan Dipasangi Panel Surya
Sebagai hasil pelatihan, warga RW 13 Madyopuro menyepakati Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa pembangunan Balai RW Bertenaga Surya melalui pemasangan panel surya di Balai RW 13.
Pemasangan tersebut akan diwujudkan secara swadaya dengan pendampingan teknis dari Fakultas Teknik Elektro ITN Malang. Inisiatif ini diharapkan menjadi proyek percontohan pemanfaatan energi bersih di tingkat komunitas sekaligus membuktikan bahwa transisi energi dapat dimulai dari lingkungan terkecil melalui semangat gotong royong.
Baca juga: Kementerian ESDM Salurkan Ratusan PJU Tenaga Surya di Kota Malang
Melalui kegiatan ini, Kampung ProKlim RW 13 Madyopuro menunjukkan bahwa target besar FOLU Net Sink 2030 dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di tingkat masyarakat. Sinergi antara pemerintah, akademisi, dan warga menjadi modal penting untuk melahirkan inovasi yang mendukung pengurangan emisi karbon sekaligus membangun kampung yang lebih mandiri, tangguh, dan berkelanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis
editor: jatmiko


















