Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Kuliner

Jerit Generasi Pembuat Ladu, Jajanan Khas Kota Batu Butuh Dukungan Pemerintah

Redaksi by Redaksi
Mei 5, 2022 12:22 pm
in Kuliner
Kue Ladu, Jajanan Khas Kota Batu

Ladu, jajanan khas Kota Batu yang identik dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri. Foto/Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

TuguMalang.id  – Ladu, kue khas Kota Batu Jawa Timur jadi salah satu kuliner potensial yang perlu digarap lebih serius lagi. Pasalnya jajanan tradisional ini masih belum dikenal luas. Sementara, generasi pembuat kue ladu di Desa Gunungsari terus berkurang.

Ladu sendiri merupakan jajanan yang punya kisah historis panjang. Bagi warga Desa Gunungsari, ladu menjadi semacam tradisi menyambut momen Idul Fitri. Ladu yang konon berasal dari akronim istilah Langgeng Seduluran ini menjadi semacam simbol merajut tali persaudaraan.

READ ALSO

5 Kuliner Prancis yang Ikonik, dari Croissant hingga Ratatouille

4 Minuman Tradisional Indonesia yang Menyegarkan Saat Cuaca Panas

Kue Ladu masih dibuat dengan cara tradisional yakni dengan ditumbuk. Konon rasanya lebih lezat. Foto/Azmy

Ratih Rohaili (36) bersama suaminya beruntung menjadi generasi pewaris resep jaman dulu ini yang tetap bertahan hingga sekarang. Kini, Ratih bersama 6 orang tetangganya tetap aktif memproduksi ladu setiap hari pesanan rutin dari pelanggan dan toko oleh-oleh.

Potensi khas inilah yang kemudian membuat Dinas Pariwisata gencar mempromosikan kue ini lebih luas lagi. Berbagai upaya mengangkat potensi ini seperti menjadikan Dusun Kandangan, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji menjadi desa wisata. Tepat di jalan desa, dibangun gapura sebagai penanda Kampung Ladu.

Selain itu, Disparta berencana menggelar Festival Kampung Ladu yang nanti bisa dijadikan destinasi edukatif terkait jajanan ini. Pengunjung akan diajak langsung ke dapur melihat proses pembuatannya yang masih tradisional mulai menumbuk, menjemur hingga memasaknya hingga matang.

Konon, rasa dari ladu memang harus diolah dengan resep dan teknik tradisional. Seperti pada proses membuat adonannya yang harus ditumbuk hingga halus di sebuah batu lumpang.

Hampir setiap rumah di desa yang berada di kaki Bukit Banyak Paralayang itu membuat kudapan ini setiap menjelang bulan ramadan tiba. Hampir di setiap meja rumah, selalu ada setoples ladu.

Bentuk ladu sendiri hampir mirip seperti keripik kulit yang menggelembung. Tapi rasanya manis dan jika digigit berasa pecah dan bertekstur akhir lembut. Rasanya seperti bernostalgia dengan jajanan di masa tempoe doeloe.

Ladu Jajanan khas Kota Batu
Ladu, jajanan khas Kota Batu yang identik dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri. Foto/Azmy

Sehari-hari, sambung Ratih, dia bisa memproduksi ladu hingga 50 kilogram atau 200 bungkus ladu jika pesanan ramai. Produk ladu bikinannya kebanyakan merambah di seputaran Malang Raya, Sidoarjo hingga Jombang.

Meski begitu, Ratih punya harapan lebih agar kue ladu ini bisa populer seperti kue khas oleh-oleh yang lain. Namun, dirinya kesulitan dalam hal promosi. Sejauh ini, dirinya mulai mengembangkan promosi kue ladunya ke pasaran online dan membuat akun TikTok.

Sejak itu, pesanannya mulai bertambah. Praktis, dia bersama 6 orang karyawannya musti bekerja lebih keras untuk menambah stok agar tidak kehabisan jika sewaktu-waktu ada permintaan.

Selain itu, kendala kue ini masih belum dapat dikenal lebih luas karena hingga saat ini kue ladu ini juga belum memiliki brand label yang resmi. Selama ini, dirinya hanya bisa memasarkan kue ladu ini hanya dengan kemasan plastik kiloan tanpa nama.

”Ya karena itu kami juga tidak bisa naruh ladu ini ke toko-toko retail maupun oleh-oleh. Masih di seputat sini-sini saja. Sudah ngajukan ke Pemkot tapi masih belum jadi-jadi sampai sekarang,” ungkapnya.

Meski begitu, Ratih tetap berusaha sabar untuk terus melakoni usahanya ini. Dia berharap pemerintah bisa serius dalam membantu UMKM kue ladu di desanya agar kesejahteraan warga pembuat kue ladu juga terus berkembang.

”Harapannya ya kalau bisa berkembang lebih baik lagi, bisa jadi pabrik gitu. Dari dulu bikin ini ya di rumah,” harapnya.

 

Reporter: Ulul Azmy
editor:jatmiko

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: Jajanan Khas Kota Batukota batuLadu

Related Posts

Kuliner Prancis, maracons. Foto: Unsplash.com/Teo Zac
Kuliner

5 Kuliner Prancis yang Ikonik, dari Croissant hingga Ratatouille

Kamis, 15 Okt 2026
4 Minuman Tradisional Indonesia yang Menyegarkan Saat Cuaca Panas
Kuliner

4 Minuman Tradisional Indonesia yang Menyegarkan Saat Cuaca Panas

Minggu, 11 Okt 2026
5 Makanan Goreng Indonesia Masuk Top 50 Dunia Versi TasteAtlas
Kuliner

5 Makanan Goreng Indonesia Masuk Top 50 Dunia Versi TasteAtlas

Rabu, 7 Okt 2026
5 Makanan Digoreng Terenak di Dunia Versi TasteAtlas, Ada Batagor Indonesia
Kuliner

5 Makanan Digoreng Terenak di Dunia Versi TasteAtlas, Ada Batagor Indonesia

Rabu, 30 Sep 2026
5 Tempat Beli Tahu Kocek di Malang, Pedas Gurih dan Bikin Nagih
Kuliner

5 Tempat Beli Tahu Kocek di Malang, Pedas Gurih dan Bikin Nagih

Minggu, 27 Sep 2026
4 Tradisi Kuliner Dunia yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Kuliner

4 Tradisi Kuliner Dunia yang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Minggu, 27 Sep 2026
Next Post
Jalan Panjang menuju Pendidikan Kolaboratif

Jalan Panjang Menuju Pendidikan Kolaboratif

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.