MALANG, Tugumalang.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Malang mengimbau setiap pengelola tempat wisata menyiapkan tenaga kesehatan dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di tempat wisata tersebut.
Setiap libur Nataru, jumlah wisatawan di Kabupaten Malang selalu membludak. Oleh karena itu, risiko terjadinya kecelakaan juga semakin tinggi. Tenaga kesehatan dan P3K ini disiagakan agar bisa memberi pertolongan pertama pada wisatawan yang membutuhkan pertolongan medis.
“Karena prediksi kenaikan jumlah wisatawan akan membludak, sehingga personel tenaga kesehatan atau P3K juga perlu disiapkan,” ujar Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Purwoto, belum lama ini.
Baca Juga: Per Hari, 4 Ribu Orang Datang ke Kota Malang Lewat Jalur Kereta Api saat Libur Nataru
Ia menambahkan tempat wisata dengan risiko kecelakaan adalah wisata air. Di antaranya adalah pantai, kolam renang, air terjun, sumber mata air, dan semacamnya. Risiko kecelakaan pun semakin tinggi saat musim hujan seperti sekarang ini.
“Kami sarankan tempat wisata yang punya risiko sedang hingga tinggi harus disiapkan tim rescue-nya,” katanya.
Purwoto juga mengimbau pengelola wisata agar mewaspadai bencana yang berisiko terjadi, seperti ombak besar, tanah longsor, dan bencana hidrometeorologi lainnya. Mitigasi bencana perlu dilakukan untuk meminimalisir risiko bencana.
Baca Juga: Perputaran Ekonomi di Kota Batu selama Libur Nataru Diprediksi Tembus Ratusan Miliar Rupiah
“Sebenarnya mereka sudah punya mitigasi bencana karena itu sudah standar di tempat wisata. Tapi yang seperti itu terkadang diabaikan,” imbuh Purwoto.
Dalam meningkatkan kesiapan menyambut libur Nataru, Purwoto mengimbau pengelola wisata untuk menambah jumlah personel. Melayani wisatawan yang jumlahnya membludak membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak agar situasi tetap terkendali.
“Yang datang pasti ada orang dari luar kota. Jadi pasti berbeda dibandingkan dengan kunjungan di hari biasanya yang hanya orang lokal saja,” kata Purwoto.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Redaktur: jatmiko





























