MALANG, Tugumalang.id – Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar menegaskan kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Malang saat ini berada pada level aman, bahkan surplus. Kapasitas pasokan ini cukup untuk menopang lonjakan permintaan di momen Ramadan dan Lebaran.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, neraca pangan menunjukkan ketersediaan sembako di Kabupaten Malang sebagai berikut:
– Padi tersedia 118.085 ton dengan surplus 48.881 ton
– Bawang merah tersedia 12.274 ton dengan surplus 8.434 ton
– Cabai rawit tersedia 18.883 ton dengan surplus 16.394 ton
– Daging ayam tersedia 10.542 ton dengan surplus 335 ton
– Telur ayam tersedia 12.184 ton dengan surplus 3.467 ton
– Daging sapi 2.262 ton dengan surplus 206 ton.
Baca Juga: Pemprov Jatim Gelontorkan Dana Sosial Rp7,05 Miliar untuk Penerima Manfaat di Kabupaten Malang
Hal ini disampaikan Budiar dalam High Level Meeting bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Rapat ini digelar di Ruang Rapat Anusapati, Kantor Bupati Malang, pada Rabu (4/3/2026).
“Meski ketersediaan masih surplus, perlu diwaspadai bahwa komoditas hortikultura sangat sensitif terhadap cuaca serta stok protein hewani relatif tipis,” kata Budiar.
Dari sergi harga, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Malang mengalami pergerakan signifikan. Pada Januari 2026, IPH bergerak turun hingga -3,00 (M4), kemudian berbalik tajam menjadi 2,53 pada minggu pertama Februari dan berada di kisaran 1,39–2,32 hingga minggu ketiga.
Baca Juga: Mantan Ketum dan Bendahara KONI Kabupaten Malang Jadi Tersangka Dugaan Penyelewengan Dana Hibah
Pergeseran sebesar 5,53 poin tersebut mencerminkan tekanan musiman akibat peningkatan permintaan dan faktor curah hujan tinggi yang mengganggu produksi hortikultura. Cabai rawit menjadi kontributor dominan fluktuasi harga sepanjang 2025 hingga awal 2026, diikuti daging ayam ras dan bawang merah.
Budiar menyebut, sektor pertanian Kabupaten Malang memiliki fondasi kuat dengan luas lahan padi sekitar 40 ribu hektare dan harga gabah kering panen Rp6.500–Rp7.000 per kilogram. Bahkan, produktivitas panen perdana padi varietas SUKMA mencapai 12 ton per hektare.
“Di sektor hortikultura, luas tanam mencapai 40 ribu hektare dengan komoditas unggulan bawang merah varietas Batu Ijo, jeruk, dan melon,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang juga akan melaukan intervensi terhadap inflasi pangan melalui Gerakan Pangan Murah, Pasar Lebaran Maret 2026,” imbuh beliau. Langkah tersebut juga akan didukung dengan pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi bersama ID Food serta optimalisasi sistem pemantauan harga SIHARKEPO di 21 pasar.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























