Tugumalang.id – Museum Mega Science Center dan Budaya Jatim Park 1 resmi dibuka pada September 2026. Kehadiran destinasi baru persembahan Jatim Park Group ini digadang-gadang sebagai ruang eksplorasi pengetahuan berskala besar yang ada di Indonesia.
Bagaimana tidak? Destinasi yang berdiri di atas lahan seluas 3 hektar ini memadukan ribuan alat peraga sains, teknologi terkini, dan sejarah dalam satu tempat.
Mengusung konsep experience-based learning, tempat ini menghadirkan total 1.640 koleksi galeri, terdiri dari 617 alat peraga sains interaktif dan 1.023 artefak budaya.
Baca Juga: JTP Group Tebar 3.200 Tiket Gratis Museum Mega Science Center & Budaya Bagi Pelajar dan Anak LKSA se-Jatim

Kehadiran Mega Science Center dan Budaya menjadi bagian dari pengembangan berkelanjutan paling prestisius dari JTP Group abad ini. Skala museum ini tak hanya terlihat dari bangunan, tapi juga dari ragam pengetahuan yang dihimpun.
Ratusan alat peraga sains membawa pengunjung menjelajahi berbagai bidang ilmu. Sementara ribuan artefak budaya membuka ruang untuk mengenal perjalanan sejarah dan kekayaan budaya Indonesia.

Di sana, pengunjung juga tak sekadar hanya melihat pajangan, tapi diajak memahami dan berinteraksi langsung dengan berbagai fenomena alam hingga perjalanan peradaban manusia lewat berbagai macam teknologi interaktif yang dihadirkan.
Baca Juga: Jelajahi Kehidupan Bawah Laut hingga 2.000 Meter di Museum Satwa Jatim Park 2
Sebut saja seperti scan barcode berbasis Augmented Reality (AR) dan QR Movie. Pengunjung cukup memindai kode menggunakan ponsel untuk mengakses keterangan mengenai kisah sejarah masa lalu dengan tampilan masa kini.
Pengalaman tersebut terbagi dalam sejumlah zona tematik. Zona Fisika menjadi satu ruang eksplorasi yang memperkenalkan berbagai prinsip dasar ilmu pengetahuan melalui alat peraga interaktif.

Pengunjung dapat mencoba dan mengamati konsep listrik dan magnet, transmisi suara melalui serat optik, gyroscope, hingga berbagai instalasi yang menghubungkan konsep fisika dengan tubuh dan kehidupan sehari-hari.
Dari bumi, perjalanan kemudian berlanjut menuju zona antariksa. Zona Antariksa menghadirkan pengalaman yang membawa pengunjung mengenal dunia luar angkasa melalui berbagai instalasi, mulai dari roket, Lunar Walk, videotron planet, Tesla Coil, hingga space suits yang memberikan gambaran mengenai kehidupan dan eksplorasi manusia di luar bumi.
Ragam pengalaman edulasi semakin terasa di Zona Bencana Alam. Berbagai simulasi dirancang untuk memperkenalkan fenomena alam sekaligus pengalaman langsung kepada pengunjung.
Simulasi gempa, hurricane, Hormuz Storm Cinema, hingga First Twister menjadi bagian dari ruang yang mengajak pengunjung memahami karakter dan dampak berbagai fenomena kebencanaan.

Perjalanan kemudian berlanjut ke perkembangan teknologi melalui Zona Robotik dan Artificial Intelligence (AI). Di area ini, teknologi hadir dalam bentuk yang lebih interaktif melalui Brain Race Car, Jumping Grid, robot anjing GO2, Robot Dance hingga robot humanoid G1. Pengunjung dapat melihat bagaimana teknologi robotik dan AI berkembang dan diterapkan dalam berbagai bentuk pengalaman.
Di kawasan yang sama, pengunjung juga diajak memasuki perjalanan sejarah dan budaya Indonesia melalui 1.023 artefak budaya yang terbagi ke berbagai zona. Mulai Area Majapahit, Candi Wilwatikta, Zona Islam.
Wawasan kebudayaan ini masih dilengkapi dengan beragam pertunjukan dan lokakarya (workshop interaktif). Sebut saja Wayang Potehi, Workshop Wayang Suket, Wayang Kardus hingga hiburan komedi legendaris Srimulat.
Kehadiran artefak budaya dalam jumlah besar dan megah tersebut memberikan dimensi berbeda pada Mega Science Center dan Budaya. Jika sains mengajak pengunjung memahami berbagai fenomena alam bekerja, koleksi budaya mengajak mereka melihat bagaimana pengetahuan, tradisi, dan peradaban berkembang dari masa ke masa.
Direktur Jawa Timur Park Group, Rio Imam Sendjojo, mengungkapkan bahwa konsep ini memang sengaja dirancang untuk memantik rasa ingin tahu pengunjung dari berbagai kalangan usia.
“Kami ingin membangun sebuah ruang yang besar bukan hanya secara fisik, tapi juga besar dari pengalaman dan pengetahuan yang bisa dibawa pulang. Ketika pengunjung bisa melihat sesuatu yang menarik lalu berinteraksi langsung, di situlah pengalaman belajar terbentuk,” jelas Rio.
Menurutnya, penyatuan sains, teknologi, dan budaya menjadi bagian dari upaya Jawa Timur Park Group untuk menghadirkan pengalaman edukasi yang lebih beragam bagi masyarakat.
”Kami melihat rasa ingin tahu sebagai awal dari proses belajar. Ketika pengunjung bisa melihat sesuatu yang menarik, kemudian mencoba dan berinteraksi langsung, di situlah pengalaman belajar terbentuk. Mega Science Center dan Budaya kami kembangkan dengan semangat tersebut,” lanjutnya.
Kehadiran Mega Science Center dan Budaya menjadi pengejawantahan karakter destinasi mitra resmi Co-branding Wonderful Indonesia itu dalam mengembangkan destinasi yang mempertemukan lanskap rekreasi dan edukasi.
”Melalui pendekatan experience, proses belajar dihadirkan sebagai bagian dari perjalanan wisata yang dapat dinikmati oleh anak-anak, keluarga, pelajar, maupun masyarakat umum,” paparnya.
Sebagai informasi, Museum Mega Science Center dan Budaya saat ini telah memasuki tahap trial opening. Tiket kunjungan sudah dapat dipesan secara online melalui situs resmi jtp.id maupun dibeli langsung di loket Jatim Park 1.
Informasi lengkap mengenai jadwal pertunjukan dan pembaruan wahana dapat diakses melalui akun media sosial Instagram dan TikTok @megasciencecenter serta @jawatimurpark.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A































