Tugumalang.id – Gula darah merupakan kandungan glukosa yang ada di dalam darah yang digunakan sebagai sumber energi utama di dalam tubuh. Tetapi, kadar glukosa dalam darah ini harus selalu dijaga dalam kadar yang tepat agar tidak menimbulkan ketidakseimbangan.
Kekurangan maupun kelebihan gula darah dapat menimbulkan masalah yang serius. Di Indonesia sendiri, kasus gula darah tinggi atau yang disebut diabetes menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat. Lantas bagaimana cara menyikapi kadar gula darah yang tinggi yang tepat?
Baca Juga: 5 Jenis Sayur dan Buah Ini Bisa Turunkan Gula Darah
Permasalahan mengenai diabetes ini bukan hanya menjadi masalah nasional, melainkan global. Menurut data dari International Diabetes Federation, ada lebih dari 589 juta orang yang menderita diabetes per 2025.
Di Indonesia sendiri ada lebih dari 20 juta masyarakat yang menderita diabetes. Diabetes merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan total, tetapi bisa diatasi dengan selalu mengontrol kadar glukosa dalam darah dalam kondisi normal.
Dua Cara Atasi Gula Darah Tinggi
Terdapat dua cara utama untuk menurunkan kadar gula darah yaitu menggunakan obat dan juga memperbaiki pola hidup sehat.
Baca Juga: 7 Manfaat Tumbuhan Kumis Kucing, Turunkan Kadar Gula Darah hingga Atasi Sesak Nafas
Keduanya diperlukan dengan kondisi dan syarat-syarat tertentu, berikut penjelasan lebih lengkapnya menurut dr. Rudy Kurniawan Sp.PD, Dip.TH dilansir dari channel youtube @Gue Sehat.
1. Penggunaan obat dan suntik Insulin
Cara pertama untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah adalah penggunaan obat dan suntik insulin.
Insulin merupakan sebuah hormon yang digunakan sel-sel tubuh untuk menyerap glukosa dalam darah, pada penderita diabetes, produksi insulin ini mengalami gangguan dan glukosa tidak bisa diserap secara maksimal oleh tubuh dan dijadikan sumber energi.
Cara ini dapat menurunkan gula darah dengan cepat. Keputusan untuk menggunakan obat ini harus dalam pengawasan dokter dan memiliki beberapa syarat.
Biasanya ada beberapa penyebab dibutuhkannya kesegeraan untuk menurunkan kadar gula dengan cepat seperti ada komplikasi akut.
Tetapi, ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan jika menurunkan gula darah dengan obat atau insulin. Penderita harus menjaga pola makan, jangan sampai terlewat atau terlalu sedikit karena darah bisa kekurangan glukosa setelah insulin menurunkan kadar glukosa.
Jika pola makan tidak teratur setelah mengonsumsi obat atau insulin, hal ini bisa menyebabkan penurunan kadar gula darah di bawah normal atau yang disebut hipoglikemia.
Dalam keadaan yang lebih parah, hipoglikemia dapat menyebabkan kehilangan kesadaran, gangguan sistem syaraf, kerusakan otak, bahkan sampai gangguan jantung. Jadi penggunaan obat untuk menurunkan gula darah memang harus dilakukan sesuai aturan dan dalam pengawasan dokter.
2. Pola Hidup Sehat
Beberapa kasus dimana penyakit diabetes dengan tidak ada kemungkinan komplikasi akut, maka penurunan gula darah tidak dilakukan dengan segera, bahkan akan lebih berbahaya jika gula darah turun dengan drastis.
Penurunan gula darah sedikit demi sedikit dan secara bertahap cocok untuk penderita diabetes ini. Caranya sendiri yaitu dengan menjaga pola makan sehat dan juga meningkatkan aktifitas fisik.
Cara yang bisa dilakukan yaitu menghindari makanan manis, mengontrol konsumsi karbohidrat, dan pastikan makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang.
Jangan lupa juga untuk meningkatkan aktivitas fisik meskipun itu hanya berjalan kaki ringan. Biarkan tubuhbergerak sehingga tubuh mengeluarkan energi dan tubuh memanfaatkan glukosa dengan baik.
Mengetahui kadar gula darah tinggi memang bisa membuat panik, namun dengan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat dikendalikan.
Kuncinya adalah mengenali kondisi tubuh, mengikuti saran medis, menjalani pola hidup sehat secara konsisten, dan yang pasti jangan panik sampai takut untk makan.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala yang mencurigakan. Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, kadar gula darah dapat dikendalikan, dan risiko komplikasi pun bisa diminimalisir. Ingat, diabetes bukan akhir segalanya dengan pengelolaan yang baik, penyakit ini bisa dikendalikan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Hailatun Nada Salsabila/Magang
Editor: Herlianto. A





























