Selasa, September 1, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Jangan Paksa Anak Berbagi, Pahami Konsep Kepemilikan Balita agar Anak Tidak Kehilangan Batasan Diri

Redaksi by Redaksi
April 14, 2026 5:09 pm
in Tips
Ilustrasi anak-anak yang berebut mainan. (Foto: Pinterest)

Ilustrasi anak-anak yang berebut mainan. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Menyaksikan balita yang menangis kencang saat mainannya diambil oleh teman sebaya sering kali membuat orang tua merasa malu atau tidak enak hati.

Respons spontan yang biasanya muncul adalah menyuruh anak untuk segera berbagi. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa memaksa anak berbagi sebelum anak siap secara sosial justru dapat menghambat perkembangan psikologis mereka.

READ ALSO

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Berdasarkan studi yang dimuat dalam PubMed Central, anak usia 2 hingga 3 tahun sebenarnya sedang berada dalam fase penting perkembangan kognitif, yaitu memahami konsep kepemilikan (ownership).

Baca Juga: Laka Maut di Embong Kembar Kota Batu Renggut Nyawa Ibu, Balitanya Selamat

Pada fase ini, anak baru saja menyadari bahwa ada batasan antara dirinya, orang lain, dan benda-benda di sekitarnya.

Memahami Batasan Sebelum Berbagi

Menurut artikel dari Great Kids Inc, berbagi bukanlah sekadar perilaku sosial, melainkan sebuah tonggak perkembangan (developmental milestone). Sebelum seorang anak bisa berbagi secara ikhlas, ia harus merasa aman dengan apa yang ia miliki.

Penelitian dalam jurnal PubMed Central juga menyoroti bahwa anak-anak mulai memahami keadilan seiring bertambahnya usia. Namun, di usia balita, dunia mereka masih bersifat egosentris.

Memaksa mereka melepaskan mainan secara mendadak dapat mengirimkan pesan yang keliru. Anak akan belajar bahwa kebutuhan orang lain selalu lebih penting daripada kebutuhannya sendiri, atau lebih buruk lagi, mereka merasa orang tua tidak berada di pihak mereka untuk melindungi haknya.

Lalu, Bagaimana Seharusnya Orang Tua Bersikap?

Daripada memaksa, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih edukatif untuk membangun empati dan batasan yang sehat (boundaries). Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Validasi Perasaan Anak

Langkah pertama bukan langsung menyelesaikan masalah, melainkan mengenali emosi anak. Gunakan kalimat seperti, “Kamu merasa kesal ya mainannya diambil?”. Dengan menamai perasaan tersebut, anak merasa didengar dan dipahami bahwa perasaan mereka valid.

Baca Juga: MBG untuk Ibu Hamil dan Balita di Kota Malang Masih Minim, Dinsos Tunggu Juknis Pusat

2. Menjadi Penengah yang Objektif

Daripada menghakimi, orang tua bisa membantu menyampaikan situasi secara tenang kepada anak lain yang ingin meminjam. Misalnya, dengan mengatakan, “Ini mainan dia.

kalau kamu mau pinjam, kamu bisa minta izin dulu ya.” Langkah ini mengajarkan konsep konsen (consent) dan rasa hormat terhadap hak orang lain secara objektif.

3.Mengajarkan Self-Advocacy

Gunakan momen konflik sebagai sarana latihan berbicara. Ajari anak untuk merangkai kata agar mereka bisa membela dirinya sendiri. Contohnya, “Coba bilang ke temanmu: ‘Itu milikku, tolong kembalikan ya’.”

Ini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang berani menyatakan batasan tanpa harus merasa bersalah.

Dukungan Orang Tua adalah Kunci

Membela hak anak atas mainannya bukan bentuk memanjakan anak. Sebaliknya, ini adalah cara orang tua memberikan dukungan moral dan mengajarkan bahwa setiap orang berhak memiliki batasan.

Ketika anak merasa hak miliknya dihormati dan didukung oleh orang tuanya, mereka justru akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih aman secara emosional.

Pada akhirnya, rasa aman inilah yang akan membuat mereka lebih mudah untuk berbagi secara sukarela di masa depan, tanpa rasa takut kehilangan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/ Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Balitaedukasi anakParentingPerkembangan AnakPsikologi Anaktips orang tua

Related Posts

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya
Tips

Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya

Jumat, 7 Agu 2026
Belanja Fashion Wanita di Malang - 6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG
Tips

6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG

Jumat, 7 Agu 2026
5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos
Tips

5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Illustrasi perbedaan dari toner essence dan serum. (Foto: Pinterest)

Masih Bingung Toner, Essence, dan Serum? Ini Fungsi dan Urutan yang Tepat

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.