Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Jangan Paksa Anak Berbagi, Pahami Konsep Kepemilikan Balita agar Anak Tidak Kehilangan Batasan Diri

Redaksi by Redaksi
April 14, 2026 5:09 pm
in Tips
Ilustrasi anak-anak yang berebut mainan. (Foto: Pinterest)

Ilustrasi anak-anak yang berebut mainan. (Foto: Pinterest)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Menyaksikan balita yang menangis kencang saat mainannya diambil oleh teman sebaya sering kali membuat orang tua merasa malu atau tidak enak hati.

Respons spontan yang biasanya muncul adalah menyuruh anak untuk segera berbagi. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa memaksa anak berbagi sebelum anak siap secara sosial justru dapat menghambat perkembangan psikologis mereka.

READ ALSO

Teknik Simple Product Photography dengan Cahaya Alami untuk UMKM Rumahan

4 Orang Meninggal saat Glamping di Posong, Ini Bahaya Gas Portable di Ruang Tertutup

Berdasarkan studi yang dimuat dalam PubMed Central, anak usia 2 hingga 3 tahun sebenarnya sedang berada dalam fase penting perkembangan kognitif, yaitu memahami konsep kepemilikan (ownership).

Baca Juga: Laka Maut di Embong Kembar Kota Batu Renggut Nyawa Ibu, Balitanya Selamat

Pada fase ini, anak baru saja menyadari bahwa ada batasan antara dirinya, orang lain, dan benda-benda di sekitarnya.

Memahami Batasan Sebelum Berbagi

Menurut artikel dari Great Kids Inc, berbagi bukanlah sekadar perilaku sosial, melainkan sebuah tonggak perkembangan (developmental milestone). Sebelum seorang anak bisa berbagi secara ikhlas, ia harus merasa aman dengan apa yang ia miliki.

Penelitian dalam jurnal PubMed Central juga menyoroti bahwa anak-anak mulai memahami keadilan seiring bertambahnya usia. Namun, di usia balita, dunia mereka masih bersifat egosentris.

Memaksa mereka melepaskan mainan secara mendadak dapat mengirimkan pesan yang keliru. Anak akan belajar bahwa kebutuhan orang lain selalu lebih penting daripada kebutuhannya sendiri, atau lebih buruk lagi, mereka merasa orang tua tidak berada di pihak mereka untuk melindungi haknya.

Lalu, Bagaimana Seharusnya Orang Tua Bersikap?

Daripada memaksa, para ahli menyarankan pendekatan yang lebih edukatif untuk membangun empati dan batasan yang sehat (boundaries). Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Validasi Perasaan Anak

Langkah pertama bukan langsung menyelesaikan masalah, melainkan mengenali emosi anak. Gunakan kalimat seperti, “Kamu merasa kesal ya mainannya diambil?”. Dengan menamai perasaan tersebut, anak merasa didengar dan dipahami bahwa perasaan mereka valid.

Baca Juga: MBG untuk Ibu Hamil dan Balita di Kota Malang Masih Minim, Dinsos Tunggu Juknis Pusat

2. Menjadi Penengah yang Objektif

Daripada menghakimi, orang tua bisa membantu menyampaikan situasi secara tenang kepada anak lain yang ingin meminjam. Misalnya, dengan mengatakan, “Ini mainan dia.

kalau kamu mau pinjam, kamu bisa minta izin dulu ya.” Langkah ini mengajarkan konsep konsen (consent) dan rasa hormat terhadap hak orang lain secara objektif.

3.Mengajarkan Self-Advocacy

Gunakan momen konflik sebagai sarana latihan berbicara. Ajari anak untuk merangkai kata agar mereka bisa membela dirinya sendiri. Contohnya, “Coba bilang ke temanmu: ‘Itu milikku, tolong kembalikan ya’.”

Ini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang berani menyatakan batasan tanpa harus merasa bersalah.

Dukungan Orang Tua adalah Kunci

Membela hak anak atas mainannya bukan bentuk memanjakan anak. Sebaliknya, ini adalah cara orang tua memberikan dukungan moral dan mengajarkan bahwa setiap orang berhak memiliki batasan.

Ketika anak merasa hak miliknya dihormati dan didukung oleh orang tuanya, mereka justru akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih aman secara emosional.

Pada akhirnya, rasa aman inilah yang akan membuat mereka lebih mudah untuk berbagi secara sukarela di masa depan, tanpa rasa takut kehilangan.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Maura Sampetoding/ Magang

Editor: Herlianto. A

Tags: Balitaedukasi anakParentingPerkembangan AnakPsikologi Anaktips orang tua

Related Posts

Teknik Fotografi Cahaya Alami untuk Bantu Pemasaran Produk UMKM (Foto: Pinterest)
Tips

Teknik Simple Product Photography dengan Cahaya Alami untuk UMKM Rumahan

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Bahaya Gas Portable Dalam Ruang Tertutup (Foto: Pexels)
Tips

4 Orang Meninggal saat Glamping di Posong, Ini Bahaya Gas Portable di Ruang Tertutup

Senin, 1 Jun 2026
Ilustrasi Pentingnya NIB untuk Mendukung Aktivitas Bisnis UMKM (Foto: Pinterest)
Tips

Kenapa NIB Penting untuk UMKM di Indonesia? Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya

Sabtu, 30 Mei 2026
Panci Listrik Samono SW-DG01P. (Foto: Shopee/ Ufo Electronika & Furniture Official Shop)
Tips

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

Jumat, 29 Mei 2026
Fotokopi Vian 24 Jam cabang UIN. (Foto: Intagram/ @fotocopyvian24jam)
Tips

5 Tempat Fotokopi di Malang untuk Mahasiswa Baru, Cocok untuk Print Tugas hingga Kebutuhan Ospek

Jumat, 29 Mei 2026
Mesin kopi rumahan
Tips

Mesin Kopi Rumahan untuk Pemula, Ini Pilihan yang Hemat Listrik dan Praktis

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
Illustrasi perbedaan dari toner essence dan serum. (Foto: Pinterest)

Masih Bingung Toner, Essence, dan Serum? Ini Fungsi dan Urutan yang Tepat

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.