Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Bisnis

Jalankan Bisnis Sustainable, UMKM Kupu Sutera Gandeng Puluhan Penyandang Disabilitas

Redaksi by Redaksi
Juli 17, 2023 6:44 pm
in Bisnis
bisnis

Aneka produk jadi yang terbuat dari sutra produksi Kupu Sutera. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Sebuah usaha hendaknya tidak hanya meraup keuntungan, tetapi juga sustainable (berkelanjutan) dan bermanfaat bagi sesama. Inilah prinsip yang dijalankan oleh Arianto Nugroho, pemilik UMKM Kupu Sutera.

Saat ditemui di rumahnya yang terletak tak jauh dari Rumah Sakit Jiwa Dr Radjiman Wediodiningrat beberapa waktu lalu, Arianto mengungkapkan bahwa bisnis yang ia jalani mengedepankan keberlanjutan, bukannya meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

READ ALSO

Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang

“Visi kami harus ramah lingkungan dan sustainable,” ujar Arianto.

Benang-benang sutra produksi Kupu Sutera. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Bisnis Kupu Sutera yang ia rintis sejak tahun 2015 ini memproduksi benang sutra, kain sutra, hingga produk jadi berupa sepatu, tas, topi, dan sebagainya. Di dalam memproduksi itu semua, Arianto melibatkan puluhan penyandang disabilitas.

“Kalau penyandang disabilitas itu biasanya tidak stabil, mereka naik turun (kerjanya). Tapi yang pasti (kerjanya) ini ada sekitar 20 orang,” kata Arianto.

Arianto Nugroho, pemilik UMKM Kupu Sutera. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Ia tidak menganggap para penyandang disabilitas tersebut sebagai karyawan, melainkan sebagai mitra. Keterlibatan para penyandang disabilitas ini adalah sebuah bentuk kolaborasi agar mereka lebih mandiri dan mendapat manfaat dari Kupu Sutera.

“Mereka nggak kerja di sini, tapi di rumah masing-masing. Karena mereka terbatas secara mobilitas. Mereka bisa mengatur waktu mereka sendiri,” jelasnya.

Sepatu dan tas yang terbuat dari sutra produksi Kupu Sutera. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Selain berkolaborasi dengan penyandang disabilitas, prinsip bisnis berkelanjutan juga diterapkan dalam proses produksi. Biasanya dalam produksi sutra, pelaku bisnis merebus kepompong ulat sutra beserta ulat yang ada di dalamnya. Akibatnya, ulat tersebut mati dalam proses produksi.

“(Produksi sutra secara tradisional) itu tidak sustainable karena membunuh dan membunuhnya itu tidak manusiawi,” kata Arianto.

BACA JUGA: UMKM di Kabupaten Malang Gaptek, Sulit Bertransformasi ke Digital

Di Kupu Sutera, ulat-ulat tersebut dibiarkan hidup. Mereka membiarkan ulat tersebut bermetamorfosis menjadi ngengat dan memanfaatkan kepompongnya saja.

“Mereka tetap jadi ngengat. Selanjutnya, kepompongnya itu yang kami produksi,” imbuh Arianto.

Di dalam berbisnis, Arianto pun lebih banyak memasarkan produknya secara offline melalui pameran. Ini disebabkan pameran bisa memudahkan ia mengedukasi masyarakat terkait sutra.

Sepatu dari bahan sutra produsi Kupu Sutera. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Memang, sutra produksi Kupu Sutera terlihat berbeda dengan sutra-sutra yang banyak dijual di pasaran. Jika biasanya sutra yang diketahui masyarakat itu memiliki warna yang mengkilap dan permukaannya licin, maka sutra dari Kupu Sutera memiliki warna yang lebih pucat dan permukannya kesat.

“Kami harus mengedukasi masyarakat bahwa sutra asli itu sepert ini. Sutra yang beneran nggak seindah sutra yang ada di toko. Kita kan tahunya sutra itu mengkilat, licin, dan sebagainya. Ternyata nggak seperti itu,” kata Arianto.

Ia mengeklaim bahwa produk sutra yang sustainable seperti ini hanya ada satu di Indonesia. Oleh karenanya, perlu upaya lebih dalam memperkenalkan produk-produk Kupu Sutera serta mengedukasi masyarakat. Apalagi, harga yang dibanderol cukup mahal, yaitu Rp 1,5 juta hingga Rp 3,5 juta.

Ini juga yang membuat Arianto tidak memasarkan produknya secara online karena akan lebih sulit dalam melakukan edukasi. Masyarakat yang tidak paham akan produk Kupu Sutera akan mengira produk-produk ini terlalu mahal.

BACA JUGA: Berita tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: Penyandang Disabilitasulat suteraUMKMUMKM Kupu Sutera

Related Posts

Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?
Bisnis

Apa Manfaat Live Streaming bagi Pelaku UMKM?

Rabu, 15 Jul 2026
Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang
Bisnis

Masuk Tahun Ajaran Baru, Ini 7 Toko Seragam dan Perlengkapan Sekolah di Kota Malang

Senin, 13 Jul 2026
Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online
Bisnis

Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Pahami Cara Kerjanya dalam Bisnis Online

Senin, 13 Jul 2026
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM
Bisnis

Jangan Keliru, Ini Perbedaan Omzet, Pendapatan dan Laba yang Perlu Diketahui UMKM

Senin, 13 Jul 2026
Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM
Bisnis

Mengenal Cara Kerja Iklan Digital untuk Meningkatkan Promosi UMKM

Rabu, 8 Jul 2026
Nadia, Salah Satu Penjual Air Minum di Kawasan CFD (Foto: Nathasya Amalia)
Bisnis

Modal Kecil, Untung Ratusan Ribu? Ini Pengalaman Jualan Air Minum di CFD Malang

Senin, 29 Jun 2026
Next Post
Stadion kanjuruhan

Pedagang Stadion Kanjuruhan Akan Direlokasi Sebelum 10 Agustus 2023

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.