Tugumalang.id – Kota Batu, Jawa Timur mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Tourism Promotion Organization (TPO) Meeting 2025. Momen ini menunjukkan semangat Kota Batu menggaungkan potensi pariwisata lokal ke kancah global bukan kaleng-kaleng.
Semangat itu semakin terlihat dalam sesi Welcome Dinner TPO Regional Meeting 2025 For Indonesian Members yang digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani pada Kamis (31/7/2025) malam.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menyambut dengan hangat Secretary General TPO Kang Daeun bersama jajaran yang datang jauh-jauh dari Korea Selatan.
Baca Juga: Serapan Belanja Daerah Kota Batu Rendah di Angka 36 Persen
TPO Meeting 2025 For Indonesian Members ini sendiri merupakan sebuah forum bergengsi yang mempertemukan para pemangku kepentingan industri pariwisata dari berbagai kota di Indonesia yang tergabung dalam anggota TPO.
Dalam momen prestisius tersebut juga dihadiri para tamu penting seperti Kepala Dinas Pariwisata dari Provinsi Yogyakarta dan Provinsi DKI Jakarta, juga jajaran Forkopimda hingga Asosiasi Pariwisata Kota Batu beserta tamu undangan lain.
Petinggi TPO asal Korsel Salut pada Kota Batu
Tidak heran jika lewat Welcome Dinner tersebut menjadi momentum semangat membangkitkan sektor pariwisata lokal go global tersebut semakin menebal. Bahkan petinggi TPO Meeting Mrs. Kang Daeun memuji semangat dan dedikasi dari Pemkot Batu di hadapan audiens.

”Kota Batu adalah contoh baik dari semangat kita semua bersama. Sejak bergabung menjadi anggota TPO sejak 3 November 2021, Kota Batu menjadi anggota yang aktif terlibat dalam kegiatan strategis TPO. Komitmen dan semangat kolaborasi Kota Batu menjadi suatu hal yang sangat membuat kami salut,” ungkapnya.
Menurut Kang Daeun, Kota Batu memendam semua potensi pariwisata yang baik. Mulai suhu udara yang sejuk, lanskap pemandangan yang luar biasa hingga memiliki komunitas atau masyarakat yang ramah. Ini, ujar dia, lebih dari sekedar destinasi.
Baca Juga: Gelar Monev, Wali Kota Batu Minta ASN Disiplin dan Hindari Konflik Kepentingan
”Tapi adalah sebuah simbol dari semangat bersama mengkoneksikan potensi dan karakter lokal di kancah global. Saya percaya kita semua yang hadir punya spirit yang sama. Saya harap semangat itu bisa kita kupas habis lewat forum ini,” harapnya.
Diketahui, TPO Regional Meeting 2025 kali ini mengangkat tema Empowering Regional Tourism through Green Innovation, Cultural Resilience and Digital Transformation.
Intinya, forum ini akan membahas berbagai tantangan sektor pariwisata ke depan khususnya dalam isu lingkungan, resiliensi budaya dan transformasi digital.
Tujuan TPO Meeting sendiri untuk meningkatkan kolaborasi dan daya tarik wisatawan terhadap kota-kota anggota, serta mempromosikan kerjasama dan pertukaran pengalaman antara kota-kota tersebut.
Forum ini juga menjadi ajang bertukar ide dan pengalaman antar anggota dalam mengembangkan strategi pariwisata berkelanjutan.

Berdiri sejak 2002 atas restu dari KTT Kota Asia-Pasifik ke-5, organisasi ini kini menaungi ratusan kota anggota dari berbagai negara. Di Indonesia, tercatat ada 19 kota dan kabupaten yang tergabung dalam TPO, termasuk Kota Batu yang bergabung pada 3 November 2021.
Kolaborasi Angkat Pariwisata Lokal ke Kancah Global
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto menerangkan jika forum ini menjadi momentum strategis dalam kolaborasi membangun jejaring dalam mempromosikan potensi wisata masing-masing kota di kancah global.
Menurut Onny, lewat forum ini, peserta tidak hanya berbagi strategi pemasaran dan inovasi, tapi juga memperluas jangkauan promosi pariwisata ke skala internasional.
“Contohnya, bahkan beberapa hari terakhir, Kota Batu dipromosikan di salah satu stasiun radio di Busan, Korea Selatan. Promosinya mencakup event budaya dan potensi destinasi wisata,” ungkapnya.
Onny menerangkan jika pertemuan ini akan digelar hingga 1 Agustus 2025. Nantinya, para delegasi akan mengikuti diskusi membahas strategi promosi wisata, arahan dari Sekjen TPO, hingga penyusunan ringkasan hasil forum yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh anggota.
Tak berhenti di ruang pertemuan, peserta forum juga akan dijadwalkan melakoni tur Jepp Offroad City di hari terakhir. Para delegasi ajan diajak menyusuri desa-desa wisata di Kota Batu seperti wisata petik apel Coban Talun dan Dusun Wisata Kuliner.
”Lewat kesempatan ini, kami ingin menunjukkan langsung keunggulan desa-desa wisata kami yang punya potensi luar biasa,” ujar Onny.
Ke depan, pihaknya berencana melakukan promosi besar-besaran kr Busan, Korea Selatan untuk menggaet wisatawan mancanegara. Promosi itu akan menonjolkan keunggulan wisata alam dan buatan, yang selama ini menjadi kekuatan utama pariwisata Kota Batu.
“Saya kira, upaya ini lebih pada jangka panjang yanf menjadi bagian kecil dari strategi besar kami menuju pariwisata Kota Batu yang mendunia,” ujarnya.
Saatnya Wisata Kota Batu Dikenal Dunia
Sementara, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto percaya bahwa lewat forum ini menjadi pijakan aeal yang tepat untuk mengantarkan sektor pariwisata Kota Batu semakin unggul. Unggul kali ini kata Heli sudah harus di tataran internasional.

”Kalau di tingkat nasional, nama kita sudah cukup kuat. Tapi untuk skala internasional, kita masih butuh banyak lompatan. Harapannya lewat forum ini pariwisata Kota Batu semakin dikenal di mata dunia,” harapnya.
Politisi Gerindra tersebut optimistis dengan cetak biru pemgembangan pariwisata tersebut. Apalagi dalam forum ini juga diagendakan kunjungan para delegasi melihat langsung keindahan potensi wisata Kota Batu.
”Saya yakin jika duta-duta pariwisata dari luar negeri ini melihat langsung keindahan Kota Batu, maka mereka akan tertarik untuk kembali, bahkan menjadi corong promosi ke warga negaranya masing-masing untuk ke sini,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























