Malang, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berkolaborasi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang untuk menggali potensi air tanah sebagai solusi kebutuhan air bersih di kawasan permukiman. Kolaborasi ini ditandai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Optimalisasi Air Tanah Sebagai Sumber Air Kawasan Permukiman di Kabupaten Malang”, Kamis (12/6/2025), di Ruang Sidang Pascasarjana Kampus 1 ITN Malang.
FGD ini menjadi langkah awal dalam mengumpulkan data, informasi, dan masukan konstruktif untuk mendukung kajian ilmiah yang akurat dan tepat sasaran. Acara ini dihadiri oleh perwakilan sejumlah instansi di Kabupaten Malang, mulai dari Bappeda, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Dinas Lingkungan Hidup, hingga perangkat wilayah Kecamatan Donomulyo, termasuk Desa Tulungrejo dan Desa Sumberoto.
Baca juga: Diskon 50 Persen DPP, ITN Malang Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025/2026
Air Tanah, Solusi Alternatif Kebutuhan Air Bersih
Kepala Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang, Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., menekankan pentingnya tema FGD sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan air bersih akibat pertumbuhan penduduk dan ekspansi wilayah. Menurutnya, keterbatasan air permukaan membuat air tanah menjadi alternatif yang potensial, namun pemanfaatannya perlu didasari kajian ilmiah yang komprehensif dan terukur.
“ITN Malang saat ini tengah menyusun roadmap riset baru. Kami siap mengintegrasikan kebutuhan riset dari Balitbangda ke dalam rencana kami, sesuai arah RPJPD dan RPJMD Kabupaten Malang. Sumber daya manusia dan teknologi yang kami miliki siap diberdayakan,” ujarnya.
Kekeringan di Malang Selatan Butuh Solusi Nyata
Sekretaris Balitbangda Kabupaten Malang, Aprija Wirawan, S.Sos., MAP., menyoroti persoalan kekeringan yang rutin melanda wilayah selatan Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Donomulyo. Wilayah ini didominasi tanah kapur dan dataran rendah yang rawan kekurangan air tanah saat musim kemarau. Perubahan iklim, berkurangnya curah hujan, dan alih fungsi lahan memperparah situasi tersebut.
“Studi ini sangat penting untuk menjawab persoalan kelangkaan air bersih sekaligus menjadi acuan dalam dokumen kebencanaan BPBD Kabupaten Malang. Fokus kajian difokuskan di Kecamatan Donomulyo,” tegasnya.
Baca juga: ITN Malang dan MGBK Malang-Batu Kolaborasi Tingkatkan Peran Guru BK dalam Bimbingan Siswa
Identifikasi Titik Potensi dan Perencanaan SPAM
Tenaga ahli ITN Malang, Nenny Roostrianawaty, ST., MT., menjelaskan bahwa riset awal akan memetakan titik-titik potensial air tanah berdasarkan data eksisting, keterangan warga, dan studi sebelumnya. Kajian dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, dengan tujuan akhir menghasilkan rekomendasi titik sumber air baru yang layak dimanfaatkan dalam dokumen Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Kami akan melakukan survei geolistrik dan studi sumur untuk mengetahui struktur bawah permukaan tanah. Data ini penting untuk menghitung volume dan debit air serta menilai kelayakannya,” jelas Nenny.
Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting. Wawancara dengan warga akan menjadi pelengkap metode ilmiah agar lokasi sumber air bisa ditentukan secara lebih spesifik dan akurat.
“Meski metode geolistrik efektif, tetap dibutuhkan tenaga ahli dan sumber daya yang memadai untuk hasil optimal. Karena itu, keterangan dari warga lokal sangat membantu dalam validasi lokasi,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: RIlis ITN
redaktur : jatmiko





























