Kamis, Juli 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Memburu Sinyal Internet di Masalembu, Starlink Jadi Andalan

Redaksi by Redaksi
Juni 17, 2025 9:39 am
in Catatan
Rumah di Masalembu

Rumah-rumah warga di Pulau Masalembu, Sumenep. Foto/Herlianto. A

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Herlianto. A*

BUKAN untuk memuji Elon Musk, tetapi Starlink miliknya menjadi solusi bagi anak-anak muda pulau Masalembu pemburu sinyal. Untuk sekedar ngintip apa yang terjadi di media sosial, dan paling jauh main mobile legend (ML) meskipun beberapa menit saja. Pemilik Starlink untung besar, gen-Z tertawa meski sebentar.

Jarum jam menunjukkan pukul 18.00 WIB, kumandang azan magrib sudah berlalu. Saya bergegas merapikan laptop yang sudah dicas sebelumnya dengan membayar Rp5 ribu. Saya menuju tower Telkomsel yang berada tak jauh dari rumah, jaraknya sekitar 500 meter, di Dusun Tengah, Desa Masalima.

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

Telkomsel satu-satunya provider telekomunikasi yang ada di Masalembu, XL pernah ingin bersaing dengan mendirikan tower juga. Tetapi sampai besi towernya berkarat belum ada kabar lebih lanjut. Di bawah tower Telkomsel ini ada semacam gubuk, orang Masalembu menyebutnya “langgar”.

Di langgar inilah, sinyal internet Starlink dapat dinikmati dengan membeli voucher senilai Rp 5 ribu untuk waktu penggunaan selama 24 jam. Saya membeli dan mencobanya. Ternyata memang bisa digunakan, kekuatannya tak jauh beda dengan internet wifi berkapasitas 10 mbps di kota-kota besar.

Para anak muda sedang menikmati sinyal Starlink di Masalembu. Foto/Herlianto. A

Selain saya, ada banyak anak-anak seusia SMA dan remaja dewasa juga menggunakan layanan tersebut. Jumlah mereka puluhan. Mereka menggunakannya untuk kepentingan komunikasi dengan kerabat, mengakses media sosial, dan sekedar bermain game, seperti mobile legend.

Baca juga: 18 Jam Menuju Masalembu, Pulau Terluar Jawa Timur

Sebenarnya ada beberapa lokasi di Masalembu yang menyediakan sinyal Starlink milik Space-X itu, tetapi tempat ini paling ramai. Alasannya, di sini menyediakan cas bagi HP pelanggannya. Maklum dekat dengan tower sehingga bisa memanfaatkan listrik dari tower yang hidup di malam hari. Sementara di siang hari tower menggunakan kekuatan tenaga surya.

Masalembu, Jawa Tahun 1950an

Masyarakat Masalembu sampai saat ini, memang belum menikmati listrik PLN. Kabar listrik akan segera hadir di pulau Tampomas II ini hanya terdengar sayup-sayup. Penerangan di sana menggunakan mesin diesel dengan satu kabel yang hidup pada jam 18.00 WIB hingga subuh. Hanya saja listrik ini, atau ardeh orang Masalembu menyebutnya, tidak bisa diandalkan karena tegangannya tidak stabil.

Selebihnya, warga Masalembu menggunakan listrik tenaga surya secara personal di rumah masing-masing. Ya, hanya sekedar untuk menerangi rumah, tidak lebih. Kondisi ini membuat banyak orang menilai kondisi Masalembu tak ubahnya pulau Jawa di tahun 1950-an.

Selang beberapa jam menggunakan internet starlink yang diambil langsung dari satelit itu, pengguna semakin ramai berdatangan di langgar tersebut. Mereka baru pulang sekitar pukul 02.00 hingga -03.00 WIB. Sebagian dari mereka merupakan pindahan dari pengguna layanan berbasis internet satelit lainnya yang terbilang sangat lemot, bahkan sekedar kirim foto lewat WA saja tidak mampu.

Baca juga: Ach Nurholis Majid, Wisudawan Terbaik UMM Asal Pulau Terpencil Masalembu

Banyak yang diuntungkan adanya internat Starlink ini, terutama bagi sang penyedia. Walaupun mereka harus merogoh uang hingga jutaan rupiah sebagai modal awal, tetapi hasil penjualan vouchernya bisa mencapai Rp 200 hingga 400 ribu dalam sehari. Sementara, bagi “kuli tinta online” seperti saya juga terbantu, terutama pengiriman berita dan kepentingan online lainnya.

Para anak muda sedang menikmati sinyal Starlink di Masalembu. Foto/Herlianto. A

Anak-anak muda Masalembu tampak sumringah saat menggunakan internet berbasis satelit Starlink itu. Mereka akan kembali lagi besok harinya ke tempat ini. Saya pun melakukan hal yang sama. Karena kalau sudah terbiasa internetan, lalu tanpa wifi meskipun sehari saja, rasanya seperti kehilangan.

Kini dikabarkan, Telkomsel sedang berupaya keras untuk menghadirkan internet 4G di Masalembu. Di beberapa titik tertentu dapat menggunakan layanan tersebut, tetapi di sebagian besar titik tidak dapat menggunakannya. Terutama yang berada agak jauh dari tower tersebut.

Saya pernah optimis pada tahun 2022 lalu, ketika pemerintah melalui Kemkominfo mulai menerapkan TV digital dan menghapus TV analog melalui program Analog Switch Off (ASO). Karena perhitungannya, TV digital dapat mengefisiensi spektrum frekuensi, yang kemudian devidennya dapat dialihkan ke wilayah-wilayah lain yang masih blank spot. Konon wilayah kepulauan menjadi salah satu sasarannya, saat itu.

Tetapi seiring berlalu, rencana mengabur, para stakeholdernya terjerat kasus korupsi. Maka, impian Masalembu memiliki sinyal internet seperti di Jawa tinggal kenangan. Karena itu, dengan terpaksa, setiap kali saya pulang ke Masalembu harus memberi tahu kepada semua teman-teman dan kolega bahwa selama di Masalembu perangkat komunikasi seperti Whatsapps dan lain-lain berada di luar jangkauan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Pemimpin redaksi Tugumalang.id

redaktur: jatmiko

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
KIP Kuliah Unisma

Segera Daftar! Ini Jadwal dan Syarat Beasiswa KIP Kuliah Unisma Malang 2025

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.