MALANG, Tugumalang.id – Program Asistensi Mengajar (AM) yang dijalankan mahasiswa Universitas Negeri Malang kembali menghadirkan inovasi pembelajaran di sekolah mitra. Salah satu implementasinya dilakukan di SMAN 1 Bululawang melalui pembuatan spesimen atau awetan basah hewan sebagai media pembelajaran Biologi di laboratorium sekolah.
Program Asistensi Mengajar di satuan pendidikan merupakan bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan secara kolaboratif antara mahasiswa, guru pamong, dan fasilitator pendidikan. Program ini dirancang untuk memperkuat proses pembelajaran di sekolah sekaligus mengasah kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik.
Kegiatan Asistensi Mengajar tersebut berlangsung sejak 26 Agustus hingga Desember 2024, dengan cakupan aktivitas yang meliputi kegiatan akademik, non-akademik, administrasi, hingga publikasi sekolah.
Baca juga: Suka Duka Asistensi Mengajar, Mahasiswa UM Hadapi Tantangan Nyata di SMA Negeri 3 Malang
Penguatan Pembelajaran Biologi di Sekolah Mitra
Di SMAN 1 Bululawang, mahasiswa Asistensi Mengajar dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang memfokuskan kegiatan pada penguatan pembelajaran Biologi. Mahasiswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar di kelas serta mendukung guru dalam berbagai aspek perencanaan pembelajaran.
Kontribusi yang diberikan mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, mulai dari modul ajar, media pembelajaran, instrumen penilaian, hingga bahan ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik.
Spesimen Hewan sebagai Solusi Keterbatasan Media Pembelajaran
Salah satu program kerja unggulan yang dilaksanakan adalah pembuatan spesimen hewan atau awetan basah di laboratorium Biologi. Program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan media pembelajaran di sekolah, khususnya belum tersedianya spesimen hewan sebagai sarana pendukung pembelajaran materi Animalia.
Kehadiran spesimen tersebut diharapkan dapat membantu siswa memahami klasifikasi serta struktur tubuh hewan secara lebih konkret dan visual, sehingga materi yang dipelajari tidak hanya bersifat teoritis.
Kolaborasi Mahasiswa dan Siswa di Laboratorium Biologi
Proses pembuatan spesimen dilakukan secara kolaboratif antara mahasiswa Asistensi Mengajar dan siswa. Siswa berperan membawa hewan atau bahan amatan sesuai pembagian kelompok, sementara mahasiswa menyediakan bahan kimia serta perlengkapan laboratorium yang dibutuhkan.
Setiap spesimen diawetkan sesuai prosedur, diberi label taksonomi lengkap mulai dari kingdom hingga spesies, kemudian disimpan dalam botol kaca sesuai standar laboratorium. Hasil akhir kegiatan ini disusun secara rapi di etalase laboratorium Biologi SMAN 1 Bululawang.
Baca juga: Mahasiswa UM Turun Langsung Dampingi P5 di MAN 1 Kota Malang, Angkat Kearifan Lokal Nusantara
Spesimen hewan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media pembelajaran praktikum maupun pendukung materi Biologi di kelas, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.
Melalui inovasi ini, mahasiswa Universitas Negeri Malang tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Biologi di sekolah mitra, tetapi juga mendorong motivasi belajar siswa melalui pengalaman belajar berbasis laboratorium. Di sisi lain, Program Asistensi Mengajar memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, serta kesiapan sebagai calon pendidik di masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Feni Yusnia
redaktur: jatmiko





























