MALANG, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) kembali memperkuat perannya dalam dunia pendidikan melalui Program Asistensi Mengajar (AM). Salah satu sekolah mitra yang terlibat dalam program ini adalah MAN 1 Kota Malang.
Program Asistensi Mengajar tersebut dilaksanakan mulai 26 Agustus hingga 5 Desember 2024, dengan fokus kegiatan tidak hanya pada pembelajaran akademik, tetapi juga pendampingan kegiatan non-akademik, salah satunya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UM turut mendukung kegiatan P5 RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin).
Baca Juga: Tingkatkan Kompetensi TAS, Tim Dosen Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Pengelolaan Arsip Sekolah Berbasis Digital
Program ini bertujuan memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin di kalangan peserta didik melalui pendekatan kontekstual dan berbasis proyek.
Kegiatan P5 RA di MAN 1 Kota Malang melibatkan siswa kelas X yang dibagi ke dalam beberapa kelas. Setiap kelas didampingi oleh satu hingga dua mahasiswa Asistensi Mengajar UM.
Mahasiswa berperan aktif membantu koordinasi kelas dalam pengerjaan tiga Lembar Kerja (LK) yang mencakup tahap identifikasi masalah, perencanaan kegiatan, hingga evaluasi hasil pembelajaran.

Tema utama P5 RA yang diangkat adalah “Kearifan Lokal”, dengan subtema “Nusantara”. Melalui tema ini, siswa diajak mengenal, memahami, dan menampilkan kekayaan budaya Indonesia sebagai bagian dari pembentukan karakter pelajar berjiwa Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin.
Rangkaian kegiatan P5 RA ini kemudian ditutup dengan panen karya yang bertepatan dengan peringatan Bulan Bahasa pada 28 Oktober 2024.
Baca Juga: Rekomendasi Kost Putra Dekat Universitas Negeri Malang: Tempat Tinggal Nyaman dan Strategis bagi Mahasiswa
Menjelang puncak Bulan Bahasa, sekolah menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkan acara, seperti lomba catwalk, bazar, serta drama kelas.
Selain itu, diumumkan pula para pemenang lomba yang meraih juara satu, dua, dan tiga. Dalam kegiatan tersebut, seluruh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Asistensi Mengajar diwajibkan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia sebagai simbol keberagaman budaya.
Puncak acara ditandai dengan panen karya P5 kelas X (A–M) yang menampilkan beragam permainan tradisional serta representasi kebudayaan Nusantara.
Kegiatan ini menjadi wadah ekspresi kreativitas siswa sekaligus sarana pembelajaran bermakna berbasis pengalaman langsung.
Melalui Program Asistensi Mengajar ini, mahasiswa UM tidak hanya memperoleh pengalaman praktik di dunia pendidikan, tetapi juga belajar membangun kerja sama dengan guru dan tenaga pendidik di sekolah.
Di sisi lain, pihak sekolah mendapatkan dukungan tenaga pendamping yang berkontribusi aktif dalam menyukseskan kegiatan pembelajaran dan penguatan karakter siswa.
Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan pendidikan yang kontekstual dan berkelanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : Feni Yusnia
Editor: Herlianto. A





























