Malang, Tugumalang.id- Kasus dugaan penipuan identitas gender untuk pernikahan menyeruak di Kota Malang. Seorang perempuan ngaku pria bernama Erfastino Reynaldi Malawat menikahi Intan Anggraeni, warga Kecamatan Blimbing dengan iming iming diberi rumah, mobil mewah hingga diajak ke luar negeri.
Pernikahan itu dilakukan di rumah korban pada Jumat (3/4/2026). Diketahui, pernikahan dilakukan secara siri dengan janji pernikahan resmi dalam waktu dekat di hotel mewah di Kota Malang yakni Grand Mercure Mirama.
Bahkan mahar pernikahan yang dijanjikan sebesar 400 US dollar tenyata juga hanya diberikan uang Rp 100 ribu.
Modus penipuan itu terbongkar saat malam pertama. Korban mendapati ternyata suaminya seorang perempuan. Pelaku kedapatan menggunakan alat kelamin buatan. Tangis histeris pecah hingga membuat keluarga gempar.
Baca juga: Pelaku Fetish Mukena Diduga Berpura-pura Sebagai Sosok Perempuan
“Dia ngakunya cowok, suaranya juga kayak cowok. Saya baru tau saat malam pertama, ternyata wanita. Saya nangis ke orang tua,” ungkap Intan, di Polresta Malang Kota, Rabu (8/4/2026).
Intan mengaku mengenal pelaku sejak awal Februari 2026 saat bekerja di sebuah kafe di kawasan Kota Batu. Hubungannya berkembang cepat hingga berpacaran pada 14 Februari dan berujung pernikahan siri pada 3 April 2026.
Menurutnya, pelaku mengaku berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan. Ternyata, pelaku belakamgan diketahui tinggal di Kota Batu.
Selama masa pacaran, pelaku mampu meyakinkan korban dengan gaya hidup dan janji janji mentereng, termasuk iming iming akan diberikan rumah, mobil mewah dan ke luar negeri.
“Sebelum nikah, dijanjikan diberi rumah dan mobil lamborghini. Lalu juga diminta buat paspor untuk keluar negeri,” urainya.
Perwakilan keluarga korban, Eko NS mengatakan bahwa kasus ini telah dilaporkan ke Satreskrim Polresta Malang Kota atas dugaan pemalsuan dokumen identitas.
“Fokus kami laporan soal pemalsuan dokumen yang digunakan untuk pernikahan. Karena ada indikasi lain, pelaku sempat memaksa buat paspor untuk ke Kamboja. Takutnya malah jadi korban perdagangan orang,” ucapnya.
Menurutnya, korban saat ini menjadi takut untuk keluar rumah bahkan juga tak bekerja lagi. Sebab, pelaku juga memberikan ancaman kepada korban. Seperti dilaporkan ke polisi hingga ancaman penculikan.
Pihak keluarga juga beberapa kali mendapati mobil mencurigakan datang dan parkir di dekat rumah. Namun kabur saat dihampiri. Hal ini juga menjadi kewaspadaan pihak keluarga.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah mendalami kasus tersebut.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini kasus sedang kami dalami lebih lanjut,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























