Selasa, Oktober 13, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Ilusi Demokrasi Amerika, Intervensi yang Menyakitkan Negara Berkembang

Redaksi by Redaksi
Juni 5, 2024 10:47 am
in Ruang Cendekia
Ilustrasi demokrasi Amerika. Foto/Pinterest

Ilustrasi demokrasi Amerika. Foto/Pinterest

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Rahmatullah, mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Tugumalang.id – Demokrasi dipandang sebagai suatu sistem pemerintahan yang paling ideal dan dinilai paling adil. Anggapan ini yang membuat negar-negara di dunia berlomba menjadi yang paling demokratis.

READ ALSO

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Amerika Serikat menjadi protipe atau “teladan” demokrasi bagi negara-negara lain, terutama negara berkembang (developing country) untuk belajar demokrasi. Abraham Lincoln disebut sebagai tokoh utama demokrasi negeri Paman Sam itu.

Tetapi belakangan ini sepertinya demokrasi Amerika Serikat mulai diuji. Apakah demokrasi di Amerika benar-benar mewujudkan harapan dunia  tentang keadilan dan kesejahteraan?

Baca Juga: PDI Perjuangan Jadi Partai Paling Diminati di Pilkada Kota Malang 2024

Sering kali, jalan yang mereka tempuh berlumpur. Mereka menghidupkan jalan dan harapan tetapi membuat aturan pihak lain yang tidak sesuai dengan kepentingannya akan dihasut dengan cara liciknya.

Itulah yang ditunjukkan oleh fakta-fakta telanjang di negara-negara timur tenga mulai dari Irak hingga Palestina, termasuk di negara-negara Afrika.

Intervensi

Amerika Serikat sering kali memposisikan dirinya sebagai pembela demokrasi di seluruh dunia dan menyebarkan nilai-nilai demokratis. Artinya, negara ini memperjuangkan kebebasan, tetapi pada praktiknya ia menjadi negara yang paling interventif di dunia.

Salah satu wilayah yang kerap menjadi sasaran intervensi Amerika adalah Amerika Latin dan Timur Tengah. Kita mafhum betapa tidak berdayanya Arab Saudi dan negara-negara teluk lainnya yang terhadap kekuatan Israel yang didukung Amerika.

Baca Juga: Satu Suara, PKS Jagokan Ludi Tanarto Maju jadi Wali Kota Batu di Pilkada 2024

Dalam di Amerika Latin, intervensi AS di kawasan ini dilakukan dengan berbagai alasan, termasuk mendorong perubahan rezim seperti yang terjadi pada saat itu El Savador dan Guetamala, mendukung oposisi terhadap pemerintahan otoriter seperti yang terjadi di Honduras.

Juga, melindungi kepentingan strategis dan ekonominya sendiri seperti yang terjadi pada Venezuela. Intervensi ini menimbulkan kontroversi dan pertanyaan mendasar: apakah intervensi Amerika benar-benar mendukung demokrasi, atau justru mencerminkan ambisi hegemoni?

Paradoks Demokrasi Semu

Meskipun tujuan lahirnya demokrasi untuk memberikan ruang dan kerangka kerja yang memungkinkan partisipasi publik dalam proses pengambilan Keputusan ataupun perdamaian yang lebih nyata, tetapi kenyataannya sering kali jauh dari harapan yang ada.

Berbagai tantangan seperti korupsi, money politik, polarisasi politik, dan ketidaksetaraan sosial-ekonomi terus menghambat upaya untuk mencapai pemerintahan yang efektif dan adil.

Suatu contoh dapat dikatakan adalah dengan adanya intervensi “Sang Amerika” pada kawasan-kawasan Amerika Lainnya yang hanya memperburuk suatu keadaan meskipun mereka berjalan untuk perdamaian dan berdasarkan cara demokrasi yang menurut mereka lebih baik dari aliran lainnya.

Fenomena-fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendasar: apakah demokrasi Amerika mampu membawa pemerintahan yang lebih baik, atau hanya menjadi idealisme yang sulit diwujudkan?

Apa yang mereka katakan dan menganggungkan “Demokrasi” untuk pemerintahan yang lebih baik jika cara mereka untuk menerapkan aliran tersebut harus membantai 75.000 warga sipil dengan adanya intervensi sang bapak Amerika?

Apa yang mereka katakan sebagai bapak Demokrasi modern tetapi mereka mengesampingkan kemanusiaan dan menjunjung keegoisan seperti halnya yang terjadi pada Palestina? Intervensi amerika yang mendasari dari otak demokrasi hanya sebagai label untuk kepentingan pribadinya jika terus semaki diamati.

Asa Tetap Ada

Demokrasi dengan segala kekurangannya, tetap dapat dinilai suatu sistem yang dapat memberikan harapan untuk pemerintahan yang lebih baik. Namun, harapan tersebut hanya bisa terjadi jika ada suatu niat yang kuat dari semua pihak untuk terus memperbaiki dan memperkuat prinsip- prinsip demokrasi.

Amerika, secara harfiah perjalanan demokrasinya penuh dengan nestapa, tetapi jika dapat dijalankan dengan baik tanpa menindas hak negara bagian tentu harapan akan pemerintahan yang baik bukanlah sekadar mimpi indah, melainkan dapat mewujudkan kenyataan yang dapat dicapai.

Demokrasi bukan sistem yang terbilang sempurna, tetapi jika suatu ruang dapat dimaksimalkan tentu menghasilkan perbaikan dan penyesuaian. Pemerintahan yang benar-benar memberikan suatu responsif dan akuntabel dapat mewujudkan mimpi indah menjadi kenyataan dan dapat dirasakan oleh semua lapisan Masyarakat itu sendiri.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Editor: Jatmiko

Tags: AmerikademokrasiNegara Berkembang

Related Posts

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor
Ruang Cendekia

Kampus Aman Harus Diukur dari Kepercayaan Melapor

Jumat, 9 Okt 2026
Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren
Ruang Cendekia

Menjaga Keseimbangan Pendidikan Tinggi: Menagih Keadilan bagi PTS dan Perguruan Tinggi Pesantren

Minggu, 4 Okt 2026
Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang
Ruang Cendekia

Nyai Sepuh dalam Ingatan Banyak Orang

Minggu, 4 Okt 2026
Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam
Ruang Cendekia

Memaksimalkan Potensi Negatif Manusia: Melihat Perspektif Psikologi dan Islam

Rabu, 30 Sep 2026
Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda
Ruang Cendekia

Hakim, Hukum, dan Pelajaran dari Sulaiman Muda

Rabu, 30 Sep 2026
Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai
Ruang Cendekia

Guru Agama dan Dosen MPAI: Mencetak Generasi Pembawa Damai

Senin, 28 Sep 2026
Next Post
korupsi puskesmas bumiaji

Perkara Korupsi Puskesmas Bumiaji, Saksi Ahli Tetap Nyatakan Terdakwa Bersalah

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.