Jumat, September 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

ICMI di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 16, 2023 7:35 am
in Catatan
Ketua ICMI Orda Kabupaten Malang

Dr. H. Abdurrahman, S.H.I, M.Pd Ketua ICMI Orda Kabupaten Malang Direktur Pascasarjana IAI Al-Qolam Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr.H.Abdurrahman,S.H.I,M.Pd*

Sejarah dan Ketokohan ICMI
Dalam catatan sejarah ICMI berdiri pada 6-7 Desember tahun 1990 di masjid Universitas Brawijaya Kota Malang, namun sebenarnya cita-cita untuk mendirikan suatu wadah cendekiawan muslim di Indonesia sudah mulai muncul sejak tahun 1964, ketika sekitar 100 cendekiawan mendirikan Persami (Persatuan Sarjana Muslimin Indonesia) di Bogor. Namun persatuan ini tidak dapat bertahan dan kemudian lumpuh. Untuk memulihkan kekuatan cendekiawan, beberapa pertemuan dilaksanakan pada tahun 1984 dan 1986.

READ ALSO

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Baru Kemudian pada tahun 1990, tentu dengan berbagai tantangan yang saat itu terjadi, dapat terlaksana simposium nasional yang dihadiri langsung oleh Presiden Soeharto dan dapat mendatangkan 500 cendekiawan muslim dari seluruh Indonesia. Mereka sepakat untuk membentuk suatu wadah cendekiawan muslim yang kemudian diberi nama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), di mana sekitar 450 undangan membubuhkan tanda tangan sepakat bahwa BJ Habibie menjadi ketuanya.

Beberapa media menulis bahwa ketokohan BJ Habibie tidak tergantikan di ICMI. Selain memang banyak ide-ide besar yang kemudian menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia ketika dipegang Pak Habibie, ICMI juga menjadi salah satu perhimpunan yang diperhitungkan dalam politik. Terbukti banyak orang-orang ICMI menjadi menteri di kabinet. Bahkan banyak menteri di luar ICMI yang mendapatkan rekomendasi dari ICMI untuk dipertimbangkan masuk ke dalam kabinet pemerintahan.

Pengaruh Pak Habibie dalam kehebatan ICMI harus diakui bersama, sebab memang kenyataannya seperti itu. Namun telah menjadi kesadaran bersama bahwa ICMI tidak boleh menjadi organisasi yang tergantung pada ketokohan figur seseorang. Faktanya, beberapa penelitian menyatakan bahwa ICMI menjadi surut pengaruhnya sejak masa reformasi. ICMI kemudian menjadi kurang vital dan dan kurang diminati.

Bahkan saat ini sudah banyak orang yang tidak tahu menahu tentang ICMI. Padahal diakui secara masif bahwa peran dari cendekiawan merupakan suatu keniscayaan dalam pembangunan civil society. Peran ulama dalam pembangunan masyarakat, sebenarnya sudah diajarkan sejak awal Islam.

Sayyidina Ali misalnya mengatakan bahwa; “Pembangunan hanya dapat dilaksanakan dengan partisipasi 4 pihak yaitu; Ulama dengan ilmunya (bi ilmil Ulama), Pemerintah dengan good governance (bi adalatil Umara), Perbankan dengan keberpihakannya (bi syakhawatil aghniya), dan kepedulian Masyarakat (bi du’ail fuqara)”. Ini mungkin yang disebut dengan tetra-helix, sebab pada masa itu belum ada perkembangan media yang saat ini memiliki peran yang sangat berpengaruh, sehingga biasa disebut dengan pentahelix.

Sinergisitas antara helix dalam pentahelix, harus disepakati bersama berpedoman pada dua hal; Pertama, bahwa pemerintah adalah sentra dari semuanya, sebab pemerintah memiliki sumber daya yang hampir tidak terbatas. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi. Kedua, oleh karena Pemerintah menjadi sentra dari 5 helix tersebut, maka visi dari semua helix haruslah menuju pada tujuan yang sama. Tanpa kedua hal ini, maka sinergisitas tidak akan pernah terjadi atau hanya di permukaan saja, formalitas, tersendat di hulu dan tidak pernah mengalir ke hilir.

Visi dan Revitalisasi ICMI di Kabupaten Malang
Perlu dimaklumi secara majmuk bahwa visi besar ICMI sesuai dengan anggaran dasarnya adalah; “Menjadi organisasi cendekiawan yang mendorong terwujudnya kekuatan imtaq dan iptek umat bagi terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan sejahtera“.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ICMI mengembangkan misi:
1) meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan melalui pembinaan akhlakul karimah;
2) meningkatkan kualitas fikir melalui peningkatan kualitas sistem dan proses pendidikan;
3) meningkatkan kualitas karya dan kerja melalui peningkatan kualitas sistem dan proses pelatihan;
4) meningkatkan kualitas hidup melalui pemberdayaan kegiatan sosial dan ekonomi umat, kesehatan serta karya dan kinerja litbang yang berkualitas dan;
5) mampu meningkatkan kualitas keluarga dan keturunan melalui pembentukan keluarga.

Visi dan misi ICMI tersebut menggambarkan bahwa organisasi ini sama sekali bukan organisasi politik, melainkan ICMI merupakan pergerakan intelektual (intellectual movement) untuk mencapai masyarakat madani yang maju, adil dan sejahtera, yang sebenarnya merupakan tujuan bersama semua kalangan. Termasuk atau apalagi dalam hal ini pemerintah.

Oleh karena itu, seluruh anggota ICMI haruslah orang-orang yang memiliki mindset solutif, kolaboratif, enlightening dan dapat melahirkan rule models. Cendekiawan ICMI harus sekuat tenaga berusaha meniru sifat Rasulullah yaitu; siddiq (integritas), fathanah (kapabilitas), keduanya akan melahirkan amanah (kredibilitas) sebelum kemudian melakukan tabligh (transformasi).

Ide-ide besar yang dilahirkan dari ICMI harus memiliki manfaat dengan tiga ciri sekaligus yaitu;
1) manfaat yang berkelanjutan (sustainable),
2) manfaat dengan dimensi yang luas,
3) dan manfaat dengan multi player effect yang lebih banyak.

Oleh karenanya ada 6 hal yang harus selalu dilakukan oleh ICMI;
1) merespon isu-isu yang aktual dan strategis,
2) mengetahui dan menganalisis akar masalah,
3) kemudian membuat peta jalan ilmu pengetahuan atau state of the art,
4) membuat rule model,
5) menemukan ruang-ruang kolaborasi dan
6) membangun mekanisme. Jika ini dapat dijalankan, maka sangat mungkin ICMI di Kabupaten Malang dapat memainkan perannya sebagai organisasi inspiratif-transformatif sebagaimana definisi Ulama, yaitu sebagai pewaris Sang Nabi.

Tulisan ini adalah harapan dan keinginan bersama menjelang pelantikan Dewan Penasehat, Dewan Pakar dan Majelis Pengurus ICMI Orda Kabupaten Malang pada hari ini Kamis 16 Maret 2023 di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Mari kita doakan bersama kelahiran dan kehadiran ICMI di Kabupaten Malang menjadi salah satu motor penggerak baru yang dapat mempercepat laju pembangunan di Kabupaten Malang.

*Ketua ICMI Orda KabupatenMalang
Direktur Pascasarjana IAIAl Qolam Malang

 

editor: jatmiko

Tags: Dr.H.AbdurrahmanDr.H.Abdurrahman S.H.I M.PdICMIICMI Orda Kabupaten Malangkabupaten malang

Related Posts

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer
Catatan

Pendidikan Karakter sebagai Penyelamat Fenomena Sound Horeg di Tengah Arus Budaya Populer

Jumat, 4 Sep 2026
Siapa yang Berhak Disebut NU?
Catatan

Siapa yang Berhak Disebut NU?

Kamis, 3 Sep 2026
Karya Surya Burhanuddin, 50 Tahun Perjalanan Kasih: Surya & Sjenny (1976-2026). Foto/dok
Catatan

Makna Hidup dan Kasih Sayang dalam Puisi

Kamis, 3 Sep 2026
Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan
Catatan

Kuliah S2 Penting Apa Tidak? Sebuah Perdebatan

Rabu, 2 Sep 2026
Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas
Catatan

Kontestasi, Konstelasi, dan Hasil Dua Muktamar NU: Cipasung vs Tambakberas

Senin, 31 Agu 2026
Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah
Catatan

Menyelamatkan Marwah NU: Mengakhiri Akrobat Angka dan Mengembalikan Khittah Musyawarah

Minggu, 30 Agu 2026
Next Post
kurikulum kebencanaan sejak dini

Mendorong Kurikulum Kebencanaan Diterapkan Sejak Dini

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.