Minggu, Juli 19, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

ICMI di Kabupaten Malang

Redaksi by Redaksi
Maret 16, 2023 7:35 am
in Catatan
Ketua ICMI Orda Kabupaten Malang

Dr. H. Abdurrahman, S.H.I, M.Pd Ketua ICMI Orda Kabupaten Malang Direktur Pascasarjana IAI Al-Qolam Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Dr.H.Abdurrahman,S.H.I,M.Pd*

Sejarah dan Ketokohan ICMI
Dalam catatan sejarah ICMI berdiri pada 6-7 Desember tahun 1990 di masjid Universitas Brawijaya Kota Malang, namun sebenarnya cita-cita untuk mendirikan suatu wadah cendekiawan muslim di Indonesia sudah mulai muncul sejak tahun 1964, ketika sekitar 100 cendekiawan mendirikan Persami (Persatuan Sarjana Muslimin Indonesia) di Bogor. Namun persatuan ini tidak dapat bertahan dan kemudian lumpuh. Untuk memulihkan kekuatan cendekiawan, beberapa pertemuan dilaksanakan pada tahun 1984 dan 1986.

READ ALSO

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Buku Pelanggaran

Baru Kemudian pada tahun 1990, tentu dengan berbagai tantangan yang saat itu terjadi, dapat terlaksana simposium nasional yang dihadiri langsung oleh Presiden Soeharto dan dapat mendatangkan 500 cendekiawan muslim dari seluruh Indonesia. Mereka sepakat untuk membentuk suatu wadah cendekiawan muslim yang kemudian diberi nama Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), di mana sekitar 450 undangan membubuhkan tanda tangan sepakat bahwa BJ Habibie menjadi ketuanya.

Beberapa media menulis bahwa ketokohan BJ Habibie tidak tergantikan di ICMI. Selain memang banyak ide-ide besar yang kemudian menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia ketika dipegang Pak Habibie, ICMI juga menjadi salah satu perhimpunan yang diperhitungkan dalam politik. Terbukti banyak orang-orang ICMI menjadi menteri di kabinet. Bahkan banyak menteri di luar ICMI yang mendapatkan rekomendasi dari ICMI untuk dipertimbangkan masuk ke dalam kabinet pemerintahan.

Pengaruh Pak Habibie dalam kehebatan ICMI harus diakui bersama, sebab memang kenyataannya seperti itu. Namun telah menjadi kesadaran bersama bahwa ICMI tidak boleh menjadi organisasi yang tergantung pada ketokohan figur seseorang. Faktanya, beberapa penelitian menyatakan bahwa ICMI menjadi surut pengaruhnya sejak masa reformasi. ICMI kemudian menjadi kurang vital dan dan kurang diminati.

Bahkan saat ini sudah banyak orang yang tidak tahu menahu tentang ICMI. Padahal diakui secara masif bahwa peran dari cendekiawan merupakan suatu keniscayaan dalam pembangunan civil society. Peran ulama dalam pembangunan masyarakat, sebenarnya sudah diajarkan sejak awal Islam.

Sayyidina Ali misalnya mengatakan bahwa; “Pembangunan hanya dapat dilaksanakan dengan partisipasi 4 pihak yaitu; Ulama dengan ilmunya (bi ilmil Ulama), Pemerintah dengan good governance (bi adalatil Umara), Perbankan dengan keberpihakannya (bi syakhawatil aghniya), dan kepedulian Masyarakat (bi du’ail fuqara)”. Ini mungkin yang disebut dengan tetra-helix, sebab pada masa itu belum ada perkembangan media yang saat ini memiliki peran yang sangat berpengaruh, sehingga biasa disebut dengan pentahelix.

Sinergisitas antara helix dalam pentahelix, harus disepakati bersama berpedoman pada dua hal; Pertama, bahwa pemerintah adalah sentra dari semuanya, sebab pemerintah memiliki sumber daya yang hampir tidak terbatas. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi. Kedua, oleh karena Pemerintah menjadi sentra dari 5 helix tersebut, maka visi dari semua helix haruslah menuju pada tujuan yang sama. Tanpa kedua hal ini, maka sinergisitas tidak akan pernah terjadi atau hanya di permukaan saja, formalitas, tersendat di hulu dan tidak pernah mengalir ke hilir.

Visi dan Revitalisasi ICMI di Kabupaten Malang
Perlu dimaklumi secara majmuk bahwa visi besar ICMI sesuai dengan anggaran dasarnya adalah; “Menjadi organisasi cendekiawan yang mendorong terwujudnya kekuatan imtaq dan iptek umat bagi terwujudnya masyarakat yang maju, adil dan sejahtera“.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ICMI mengembangkan misi:
1) meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan melalui pembinaan akhlakul karimah;
2) meningkatkan kualitas fikir melalui peningkatan kualitas sistem dan proses pendidikan;
3) meningkatkan kualitas karya dan kerja melalui peningkatan kualitas sistem dan proses pelatihan;
4) meningkatkan kualitas hidup melalui pemberdayaan kegiatan sosial dan ekonomi umat, kesehatan serta karya dan kinerja litbang yang berkualitas dan;
5) mampu meningkatkan kualitas keluarga dan keturunan melalui pembentukan keluarga.

Visi dan misi ICMI tersebut menggambarkan bahwa organisasi ini sama sekali bukan organisasi politik, melainkan ICMI merupakan pergerakan intelektual (intellectual movement) untuk mencapai masyarakat madani yang maju, adil dan sejahtera, yang sebenarnya merupakan tujuan bersama semua kalangan. Termasuk atau apalagi dalam hal ini pemerintah.

Oleh karena itu, seluruh anggota ICMI haruslah orang-orang yang memiliki mindset solutif, kolaboratif, enlightening dan dapat melahirkan rule models. Cendekiawan ICMI harus sekuat tenaga berusaha meniru sifat Rasulullah yaitu; siddiq (integritas), fathanah (kapabilitas), keduanya akan melahirkan amanah (kredibilitas) sebelum kemudian melakukan tabligh (transformasi).

Ide-ide besar yang dilahirkan dari ICMI harus memiliki manfaat dengan tiga ciri sekaligus yaitu;
1) manfaat yang berkelanjutan (sustainable),
2) manfaat dengan dimensi yang luas,
3) dan manfaat dengan multi player effect yang lebih banyak.

Oleh karenanya ada 6 hal yang harus selalu dilakukan oleh ICMI;
1) merespon isu-isu yang aktual dan strategis,
2) mengetahui dan menganalisis akar masalah,
3) kemudian membuat peta jalan ilmu pengetahuan atau state of the art,
4) membuat rule model,
5) menemukan ruang-ruang kolaborasi dan
6) membangun mekanisme. Jika ini dapat dijalankan, maka sangat mungkin ICMI di Kabupaten Malang dapat memainkan perannya sebagai organisasi inspiratif-transformatif sebagaimana definisi Ulama, yaitu sebagai pewaris Sang Nabi.

Tulisan ini adalah harapan dan keinginan bersama menjelang pelantikan Dewan Penasehat, Dewan Pakar dan Majelis Pengurus ICMI Orda Kabupaten Malang pada hari ini Kamis 16 Maret 2023 di Pendopo Agung Kabupaten Malang. Mari kita doakan bersama kelahiran dan kehadiran ICMI di Kabupaten Malang menjadi salah satu motor penggerak baru yang dapat mempercepat laju pembangunan di Kabupaten Malang.

*Ketua ICMI Orda KabupatenMalang
Direktur Pascasarjana IAIAl Qolam Malang

 

editor: jatmiko

Tags: Dr.H.AbdurrahmanDr.H.Abdurrahman S.H.I M.PdICMIICMI Orda Kabupaten Malangkabupaten malang

Related Posts

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a
Catatan

Kiai Bad dan Visualisasi Do’a

Senin, 13 Jul 2026
Buku Pelanggaran
Catatan

Buku Pelanggaran

Minggu, 12 Jul 2026
Cologne,  Katedral, dan Masjid 
Catatan

Cologne, Katedral dan Masjid 

Kamis, 9 Jul 2026
Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik
Catatan

Menakar Ulang Menara Gading: Ketika Gelar Akademik Dosen Menjauh dari Realitas Publik

Kamis, 9 Jul 2026
Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan
Catatan

Cristiano Ronaldo dan Seperti Apa Sebaiknya Kita Memandang Sebuah Kehidupan

Rabu, 8 Jul 2026
Kota Malang dan El Nino
Catatan

Kota Malang dan El Nino

Rabu, 8 Jul 2026
Next Post
kurikulum kebencanaan sejak dini

Mendorong Kurikulum Kebencanaan Diterapkan Sejak Dini

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.