Rabu, September 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Hati-Hati, Pengalaman Buruk Masa Kecil Bisa Picu Prilaku Negatif saat Dewasa

Redaksi by Redaksi
Oktober 30, 2021 9:33 am
in Tugu Sehat
Pengalaman,Pengalaman Buruk - Hati-Hati, Pengalaman Buruk Masa Kecil Bisa Picu Prilaku Negatif saat Dewasa

Ilustrasi inner child anak yang bahagia. (Foto: Unplash)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pengalaman buruk di masa kecil bisa menjadi pengalaman traumatis saat anak tumbuh dewasa. Keadaan ini biasa disebut inner child. Secara psikologis tidak mudah menghilangkan masa lalu yang buruk. Ia sering kali muncul saat sang anak mengalami hal yang serupa dengan apa yang terjadi di masa lalu.

Awal tahun kehidupan manusia biasanya terepresentasi dalam Inner child. Saat inner child mengalami luka yang dibiarkan atau tak segera disembuhkan, hal ini bisa menimbulkan perilaku atau perasaan negatif ketika dewasa.

READ ALSO

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Dr. Hamidah M.Si, dosen dari Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (Unair) mengatakan bahwa inner child yang traumatis akan terefleksikan perilaku dalam bentuk yang bermasalah.

“Yang bermasalah itu ketika inner child tidak menyenangkan. Karena yang menyenangkan tidak menimbulkan masalah pada cara berperilaku remaja akhir maupun dewasa,” kata Hamidah dikutip Basra partner Tugumalang.id, Rabu (7/4/2021).

Hamidah mengibaratkan inner child seperti bekas luka yang tergores kembali. Pengalaman buruk yang tidak terselesaikan akan tersimpan di alam bawah sadar sehingga terpanggil saat mengalami hal serupa.

Untuk mengatasi hal itu, seorang individu harus memiliki kemampuan untuk melawan, dan bagaimana cara individu tersebut menginterpretasikan sesuatu.

Jika individu menganggap hal paling sakit di masa lalu bukan sebuah kesakitan, maka hal itu akan menjadikan perasaannya lebih netral.

“Semua berpulang (kembali) pada cara memaknai stimulus. Sejelek apapun kalimat dan tindakan orang lain, kalau tidak diterjemahkan menyakiti maka tidak akan sakit untuk kita,” tuturnya.

Menurutnya, banyak yang tidak sadar bahwa perasaan yang dirasakan individu dari luka masa lalu muncul karena tidak diawasi secara intens. Di mana saat individu merasakan rasa sakit, ia cenderung berpura-pura kuat sebagai bentuk bahwa psikologisnya mengindikasi hal yang dialami menyakitkan.

“Luka secara tidak sadar ditimbun, kemudian ada trigger sedikit saja akan mencuat, yang seringkali tidak terkendali dan biasanya muncul dalam bentuk perilaku menyimpang,” ungkapnya.

Selanjutnya, individu dapat melakukan terapi trauma healing. Karena untuk luka lama dan berlarut-larut, diperlukan penanganan oleh ahli dan dukungan lingkungan sekitar.

Terlebih bagi individu yang merasa bahwa lukanya di masa lalu bisa mempengaruhi harga dirinya. Dalam kondisi trauma yang berlarut-larut, perlu profesional untuk membantu mengkomunikasikan sembari memberikan psikoedukasi pada lingkungan terdekat. Jika dalam konteks anak, lingkungan terdekat adalah orang tua.

“Jika yang menyampaikan profesional mungkin orang tua akan lebih percaya pada professional. Tetapi kalau yang menyampaikan anak kadang dikira mengada-ada,” jelasnya.

Sementara untuk penyembuhan secara mandiri, dalam hal ini tanpa bantuan dan pengawasan profesional, dapat berakibat pada efek samping yang lebih negatif.

Karena bisa saja apa yang dilakukan tidak berdasarkan prosedur ilmiah dan ada SOP yang tidak dilewati sehingga tidak menyembuhkan malah menimbulkan luka baru.

“Saat penyembuhan itu nanti muncul seperti luka yang kambuh dibedah lagi, jadi akan lebih sakit. Itu yang memerlukan bantuan dan pengawasan dari profesional dan tidak disarankan untuk menyembuhkan dirinya sendiri,” tutupnya.

Editor : Herlianto. A

Sumber Berita: Basra

Tags: anakInner ChildPengalaman Buruk

Related Posts

Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan
Tugu Sehat

Teh Hijau Banyak Dipilih, Ini Kandungan dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Jumat, 31 Jul 2026
Next Post
BNI Hackathon Festival 2021

BNI Hackathon Festival 2021 Hasilkan Startup Bermanfaat Bagi Masyarakat Indonesia

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.