Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Hati-Hati, Pengalaman Buruk Masa Kecil Bisa Picu Prilaku Negatif saat Dewasa

Redaksi by Redaksi
Oktober 30, 2021 9:33 am
in Tugu Sehat
Pengalaman,Pengalaman Buruk - Hati-Hati, Pengalaman Buruk Masa Kecil Bisa Picu Prilaku Negatif saat Dewasa

Ilustrasi inner child anak yang bahagia. (Foto: Unplash)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pengalaman buruk di masa kecil bisa menjadi pengalaman traumatis saat anak tumbuh dewasa. Keadaan ini biasa disebut inner child. Secara psikologis tidak mudah menghilangkan masa lalu yang buruk. Ia sering kali muncul saat sang anak mengalami hal yang serupa dengan apa yang terjadi di masa lalu.

Awal tahun kehidupan manusia biasanya terepresentasi dalam Inner child. Saat inner child mengalami luka yang dibiarkan atau tak segera disembuhkan, hal ini bisa menimbulkan perilaku atau perasaan negatif ketika dewasa.

READ ALSO

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Dr. Hamidah M.Si, dosen dari Departemen Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga (Unair) mengatakan bahwa inner child yang traumatis akan terefleksikan perilaku dalam bentuk yang bermasalah.

“Yang bermasalah itu ketika inner child tidak menyenangkan. Karena yang menyenangkan tidak menimbulkan masalah pada cara berperilaku remaja akhir maupun dewasa,” kata Hamidah dikutip Basra partner Tugumalang.id, Rabu (7/4/2021).

Hamidah mengibaratkan inner child seperti bekas luka yang tergores kembali. Pengalaman buruk yang tidak terselesaikan akan tersimpan di alam bawah sadar sehingga terpanggil saat mengalami hal serupa.

Untuk mengatasi hal itu, seorang individu harus memiliki kemampuan untuk melawan, dan bagaimana cara individu tersebut menginterpretasikan sesuatu.

Jika individu menganggap hal paling sakit di masa lalu bukan sebuah kesakitan, maka hal itu akan menjadikan perasaannya lebih netral.

“Semua berpulang (kembali) pada cara memaknai stimulus. Sejelek apapun kalimat dan tindakan orang lain, kalau tidak diterjemahkan menyakiti maka tidak akan sakit untuk kita,” tuturnya.

Menurutnya, banyak yang tidak sadar bahwa perasaan yang dirasakan individu dari luka masa lalu muncul karena tidak diawasi secara intens. Di mana saat individu merasakan rasa sakit, ia cenderung berpura-pura kuat sebagai bentuk bahwa psikologisnya mengindikasi hal yang dialami menyakitkan.

“Luka secara tidak sadar ditimbun, kemudian ada trigger sedikit saja akan mencuat, yang seringkali tidak terkendali dan biasanya muncul dalam bentuk perilaku menyimpang,” ungkapnya.

Selanjutnya, individu dapat melakukan terapi trauma healing. Karena untuk luka lama dan berlarut-larut, diperlukan penanganan oleh ahli dan dukungan lingkungan sekitar.

Terlebih bagi individu yang merasa bahwa lukanya di masa lalu bisa mempengaruhi harga dirinya. Dalam kondisi trauma yang berlarut-larut, perlu profesional untuk membantu mengkomunikasikan sembari memberikan psikoedukasi pada lingkungan terdekat. Jika dalam konteks anak, lingkungan terdekat adalah orang tua.

“Jika yang menyampaikan profesional mungkin orang tua akan lebih percaya pada professional. Tetapi kalau yang menyampaikan anak kadang dikira mengada-ada,” jelasnya.

Sementara untuk penyembuhan secara mandiri, dalam hal ini tanpa bantuan dan pengawasan profesional, dapat berakibat pada efek samping yang lebih negatif.

Karena bisa saja apa yang dilakukan tidak berdasarkan prosedur ilmiah dan ada SOP yang tidak dilewati sehingga tidak menyembuhkan malah menimbulkan luka baru.

“Saat penyembuhan itu nanti muncul seperti luka yang kambuh dibedah lagi, jadi akan lebih sakit. Itu yang memerlukan bantuan dan pengawasan dari profesional dan tidak disarankan untuk menyembuhkan dirinya sendiri,” tutupnya.

Editor : Herlianto. A

Sumber Berita: Basra

Tags: anakInner ChildPengalaman Buruk

Related Posts

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti
Tugu Sehat

Mengenal Kombucha, Teh Fermentasi yang Semakin Populer tetapi Manfaatnya Masih Terus Diteliti

Kamis, 16 Jul 2026
jamu sinom
Tugu Sehat

Sinom Bangkit Lewat Kemasan Modern, Minuman Tradisional Kini Mulai Dilirik Generasi Muda

Kamis, 16 Jul 2026
Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?
Tugu Sehat

Perbedaan Beras Merah, Putih dan Hitam, Mana yang Kandungan Gizinya Lebih Baik?

Jumat, 10 Jul 2026
5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya
Tugu Sehat

5 Perbedaan Fresh Milk dan Susu UHT: Kenali Proses, Kandungan Gizi dan Cara Penyimpanannya

Senin, 6 Jul 2026
Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara
Tugu Sehat

Info Loker! PSLC Membutuhkan Terapis dan Asisten Terapis untuk Wilayah Banjarnegara

Minggu, 5 Jul 2026
Hospital Penawar
Tugu Sehat

Investasi Kesehatan Terbaik! Hospital Penawar Hadirkan Paket Medical Check Up Wanita, Mulai RP 990 Ribu

Minggu, 28 Jun 2026
Next Post
BNI Hackathon Festival 2021

BNI Hackathon Festival 2021 Hasilkan Startup Bermanfaat Bagi Masyarakat Indonesia

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.