Malang, Tugumalang.id – Memperingati Hari Bumi Sedunia yang jatuh pada 22 April 2025, puluhan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan pesisir Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang. Aksi ini menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir.
Kegiatan ini digagas oleh Himpunan Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (HMPWK) ITN Malang dan didukung oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) serta Komunitas Tegalsari Maritim (KTM). Mengusung tema “Satu Mangrove untuk Sejuta Harapan,” penanaman mangrove ini bertujuan mengatasi abrasi dan menjaga keberlangsungan ekosistem sungai dan pantai.
Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Tembus 7 Besar di Kompetisi Desain Jembatan Internasional NTU 2025
Ketua HMPWK ITN Malang, Ester Parmanes, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan respons atas kondisi abrasi yang cukup parah di sepanjang bantaran Sungai Sidodadi, yang mengalir hingga ke muara Pantai Bajulmati.
“Wilayah ini tergolong rawan banjir, terutama di sekitar muara sungai. Arusnya sangat deras, sehingga perlu perlindungan tambahan seperti vegetasi mangrove yang kuat,” jelas Ester.
Jenis mangrove yang ditanam memiliki sistem perakaran yang kuat, ideal untuk menahan arus dan mencegah erosi di daerah bantaran sungai. Namun, proses penanaman mangrove memerlukan perawatan khusus agar berhasil tumbuh dengan baik. Komunitas Tegalsari Maritim secara rutin melakukan pemantauan dan perawatan dua kali dalam sebulan terhadap tanaman yang telah ditanam.
Baca juga: Ciptakan Penyedap Rasa Alami, Mahasiswa ITN Malang Dapat Hibah Riset dari Indofood
Sebanyak 31 bibit mangrove ditanam dalam kegiatan ini, sebanding dengan jumlah peserta yang terdiri dari 31 mahasiswa. Mereka turut didampingi oleh dosen pembina HMPWK, Dr. Agung Witjaksono, ST., MT.
Sebelum mencapai lokasi penanaman, para mahasiswa harus berjalan kaki ke tepian sungai dan melanjutkan perjalanan menggunakan perahu. Pengalaman ini menjadi momen tak terlupakan bagi Dimas Pradana, Ketua Pelaksana kegiatan.
“Ini pengalaman pertama saya menanam mangrove, apalagi saya tinggal di perkotaan. Kegiatan seperti ini membuka wawasan kami tentang pentingnya menjaga kawasan pesisir,” ungkap Dimas.
Ia menambahkan bahwa pemahaman langsung terhadap kondisi pesisir sangat penting dalam perencanaan wilayah. Fungsi ekologis mangrove tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga menyediakan habitat alami bagi berbagai spesies, menyerap polutan, menjernihkan air, serta menghasilkan oksigen yang penting bagi kualitas udara.
“Selain itu, mangrove juga berperan penting dalam mitigasi bencana seperti tsunami dan perubahan iklim. Ini harus menjadi perhatian dalam perencanaan wilayah yang berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya memperingati Hari Bumi, tetapi juga ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan jangka panjang, dengan harapan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap alam.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























