Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Halal Tourism Sebagai Perlidungan Wisatawan di Kota Malang

Redaksi by Redaksi
Februari 21, 2022 5:30 pm
in Berita
Sosialisasi Wisata Halal

Wali Kota Sutiaji bersama stake holder pariwisata, pada acara Sosialisasi Sistem Manajemen Halal Internal bagi Industri Kuliner, Hotel dan Restoran. foto/Aisyah Nawangsari

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Kota Malang yang sudah siap dengan konsep wisata halal dan mulai melakukan sosialisasi. Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyatakan, wisata halal sebagai jaminan dan perlindungan terhadap wisatawan yang datang ke Kota Malang.

“Jangan dianggap Malang Halal itu sama dengan menerapkan syariat agama tertentu. Itu menyalahi konstitusi. Malang Halal ini berarti ada jaminan bahwa wisatawan yang datang ke Malang ini terlindungi,” ujar Sutiaji.

READ ALSO

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Walikota Malang, Sutiaji saat menyampaikan materi sosialisasi wisata halal. Foto: Aisyah Nawangsari

Sutiaji menjelaskan pentingnya menciptakan kota wisata yang ramah wisatawan. Baik wisatawan muslim maupun nonmuslim. Dengan konsep halal tourism, maka para wisatawan terjamin oleh sertifikasi halal dari aspek keagamaan.

“Indonesia adalah surga dunia yang menjual pariwisata. Banyak wisatawan mancanegara yang masuk. Untuk itu, negara harus bisa memberikan jaminan dan perlindungan bagi wisatawan yang ada di Indonesia, termasuk wisatawan muslim,” terangnya saat Sosialisasi Sistem Manajemen Halal Internal bagi Industri Kuliner, Hotel dan Restoran, Senin (21/2/2022).

Sutiaji juga menyebutkan signifikansi pembentukan wisata halal ini, karena Kota Malang kuat di sektor budaya dan kulinernya. Berbeda dengan Kabupaten Malang yang mengandalkan wisata alam dan Kota Batu dengan wisata buatannya. “Di Kota Malang ini wisata budaya dan kuliner,” imbuhnya.

Maka dari itu menurutnya, wisatawan yang datang ke Malang bisa mengeksplorasi kuliner dengan label halal. Wisatawan nonmuslim kata Sutiaji, juga boleh menikmati restoran dan kafe yang bersertifikasi halal.

“Wacana ini kan sudah ada sejak 2017 lalu. Bahkan sosialisasi hari ini telah direncanakan sejak tahun lalu. Waktu itu Bu Ida (Kadisporapar) yang punya rencana seperti apa. Programnya nasional, bahkan internasional. Jadi, halal tourisme ini dimana-mana,” ucapnya.

Kadisporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni saat membuka acara. Foto: Aisyah Nawangsari

Kadisporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menambahkan, halal tourism merupakan respons atas tuntutan masyarakat global yang membutuhkan produk wisata yang muslim friendly. Seperti akomodasi, makanan minuman, hiburan, dan penyelenggaraan paket wisata.

“Usaha pariwisata halal bersifat voluntary. Namun demikian tidak boleh mengklaim dirinya sebagai pariwisata halal, kecuali telah mendapat pengakuan halal dari lembaga yang berwenang,” tegasnya.

Untuk itu, pelaku usaha kuliner yang ingin restoran atau kafenya memiliki label halal perlu tahu proses dan persyaratan apa saja yang harus disiapkan. “Sosialisasi SMHI ini bertujuan memberikan informasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya bagi industri kuliner tentang bagaimana pentingnya menghasilkan produk halal dan mengetahui kriteria sistem jaminan halal,” jelas Ida.

Sementara itu, Pembina Halal Center Cinta Indonesia Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, MS menjelaskan, bahwa wisata halal ini bukan berarti tidak boleh ada penjualan produk non halal.

“Kebanyakan produk makanan kita belum ada tulisan halalnya. Kalau itu non halal, tulis saja non halal. Kalau halal ya beri label halal. Supaya jelas saja. Kalau mau jualan yang non halal, ya boleh, silakan,” tutur mantan Rektor Universitas Brawijaya ini.

Kasubag Tata Usaha Kemenag Kota Malang, Sutrisno saat menyampaikan materi. Foto: Aisyah Nawangsari

Dia menegaskan bahwa program ini untuk memberikan jaminan dari negara bagi wisatawan yang mencari produk halal. Meskipun dia mengakui, bahwa sertifikasi halal di Indonesia ini masih lemah. Oleh karena itu, dia berharap dengan adanya program ini ada percepatan pemberian label halal. Dalam sosialisasi tersebut, para pelaku usaha kuliner juga dibekali penjelasan agar mereka bisa segera mengurus sertifikasi halal.

“Ini penjelasan penting supaya mereka paham alurnya, mekanismenya, persyaratannya. Nanti mereka didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang ada di Malang. Supaya mereka lebih mudah,” papar Bisri.

Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Malang Sutrisno menyatakan, pihaknya siap melakukan pendampingan dan pengawasan agar program ini berjalan dengan semestinya. Peran Kemenag menurutnya, melakukan pendampingan sertifikasi halal. Selain juga melakukan pengawasan aturan. “Sekarang pengurusan sertifikasi halal sudah lebih mudah,” pungkasnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari
editor: Jatmiko

Tags: halal tourismkota malangWisata Halal

Related Posts

Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Jemaah haji asal Kepanjen, Sukardi dilaporkan hilang di Makkah. Foto: dok. Keluarga
Berita

Jemaah Haji Asal Kabupaten Malang Dilaporkan Hilang di Makkah

Selasa, 24 Jun 2025
Next Post
Bupati Malang saat pengarahan RKPD Kabupaten Malang 2023

Pemkab Malang Prioritaskan 3 Hal Ini untuk RKPD 2023

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.