Malang, Tugumalang.id – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar acara halal bi halal dan tasyakuran atas capaian guru besar baru pada Kamis (10/4/2025). Bertempat di ruang Microteaching lantai 1, kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus mengokohkan semangat akademik dan kolaboratif di lingkungan kampus.
Acara ini dihadiri para pimpinan fakultas, dosen, hingga tenaga kependidikan. Sejumlah tokoh penting turut hadir dan memberikan refleksi inspiratif, di antaranya Prof. Imam Suprayogo, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si., Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag., Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., serta Prof. Dr. H. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag.
Baca juga: FITK UIN Malang Gelar 9th ICIED 2024, Membahas Tantangan dan Inovasi Pendidikan Kontemporer
Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa pengembangan fakultas kini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola SDM, dan sarana penunjang akademik.
“Saat ini FITK memiliki 24 guru besar, dan diharapkan pertengahan tahun ini akan bertambah 8 lagi, sehingga total menjadi 32 guru besar. Sebanyak 85 persen program studi telah terakreditasi unggul, sementara sisanya dalam proses asesmen lapangan. Riset kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, baik di dalam maupun luar negeri, juga terus ditingkatkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, FITK tak hanya fokus di level nasional, namun juga memperluas kiprah di tingkat internasional. Dua program studi telah menyelesaikan akreditasi FIBAA, dan tiga lainnya sedang dipersiapkan untuk proses akreditasi lanjutan.
Baca juga: Mahasiswa FITK UIN Malang Mantapkan Networking Antar Perguruan Tinggi Usai Ikuti Ajang Pidato Bahasa Melayu Se-ASEAN
Mewakili para guru besar baru, Prof. Dr. Hj. Sulalah, M.Ag., menyampaikan rasa syukur atas dukungan seluruh civitas akademika.
“Meraih gelar guru besar bukan perkara mudah. Dibutuhkan ketekunan, semangat pantang menyerah, dan proses panjang yang harus dijalani secara konsisten,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si., mengingatkan pentingnya semua dosen melanjutkan studi hingga jenjang doktoral dan mendorong capaian guru besar.
“Fakultas Tarbiyah adalah tonggak sejarah UIN Malang. Kualitasnya harus terus dijaga,” tegasnya.
Prof. Imam Suprayogo menutup dengan membagikan kisah perjuangan mendirikan UIN Malang. Ia menekankan pentingnya semangat pengabdian dan kebersamaan dalam membangun kampus yang kini telah berkembang pesat.
Baca juga: FITK UIN Malang Tanamkan Jiwa Entrepreneurship Kepada Mahasiswa Baru
Ketua Senat, Prof. H. Ahmad Muhtadi Ridwan, turut menambahkan bahwa pemberdayaan dan kebersamaan antar elemen kampus menjadi “jimat” utama dalam pengembangan UIN Malang.
“Dengan suasana bahagia dan kerja sama yang solid, segala pekerjaan menjadi terasa ringan. FITK telah membuktikannya,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Prof. Dr. M. Samsul Ulum, MA, dan dilanjutkan dengan ramah tamah.(*)
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis FITK UIN Malang
redaktur: jatmiko





























