Malang, Tugumalang.id – Asam urat adalah kondisi yang terjadi saat kadar asam urat dalam tubuh melebihi batas normal dan menumpuk di persendian. Akibatnya, penderita bisa mengalami nyeri, pembengkakan, hingga peradangan, terutama di area kaki, tangan, dan lutut.
Salah satu penyebab utama naiknya kadar asam urat adalah konsumsi makanan tinggi purin. Banyak yang tahu bahwa kacang-kacangan termasuk makanan pantangan. Namun, ternyata masih banyak makanan lain yang juga perlu dihindari oleh penderita asam urat.
Baca juga: 7 Manfaat Daun Binahong, untuk Asam Urat hingga Luka Bakar
Makanan yang Perlu Dihindari Penderita Asam Urat
Purin adalah senyawa alami yang akan dipecah menjadi asam urat di dalam tubuh. Bila asam urat menumpuk, maka bisa menyebabkan nyeri pada sendi. Berikut beberapa makanan tinggi purin yang sebaiknya dihindari:
Sayuran tertentu
Sayuran seperti bayam dan kangkung memang mengandung purin. Namun, bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Konsumsilah dalam jumlah wajar karena konsumsi berlebihan tetap bisa memicu lonjakan asam urat.
Jeroan
Hati, ginjal, dan organ dalam lainnya mengandung purin dan lemak tinggi. Makanan ini sebaiknya dihindari karena bisa memperparah gejala asam urat.
Melinjo dan olahannya
Makanan seperti emping dan melinjo dikenal bisa meningkatkan kadar asam urat. Kandungan purinnya cukup tinggi dan sebaiknya dibatasi.
Seafood
Udang, kerang, dan cumi-cumi merupakan contoh makanan laut dengan kandungan purin tinggi. Konsumsinya perlu dikontrol agar tidak memperburuk kondisi.
Minuman manis
Minuman tinggi fruktosa seperti soda dan minuman kemasan juga berpotensi memicu kenaikan kadar asam urat. Gula berlebih bisa mengganggu metabolisme dan memicu peradangan.
Baca juga: Waspada 7 Penyakit Ini, Bisa Muncul saat Lebaran
Makanan yang Dianjurkan untuk Penderita Asam Urat
Selain menghindari pantangan, penderita juga perlu mengonsumsi makanan yang dapat membantu menurunkan kadar asam urat:
Buah-buahan segar
Ceri, apel, dan stroberi mengandung antioksidan serta vitamin C yang mampu mengurangi peradangan.
Bawang putih
Bermanfaat menurunkan tekanan darah dan mendukung metabolisme, termasuk pengolahan asam urat.
Air putih
Minum 2–3 liter air per hari membantu ginjal membuang kelebihan asam urat secara lebih optimal.
Protein rendah lemak
Pilih sumber protein seperti putih telur atau susu rendah lemak.
Sayur dan buah kaya serat
Meski beberapa sayuran mengandung purin, banyak sayur dan buah tetap aman dikonsumsi dan mendukung metabolisme tubuh.
Jaga Pola Makan dan Gaya Hidup
Menjaga pola makan adalah kunci utama bagi penderita asam urat. Hindari makanan tinggi purin, perbanyak asupan air, dan rutin berolahraga ringan untuk membantu proses metabolisme tubuh.
Perlu diingat, jika kadar asam urat sangat tinggi atau gejala tidak kunjung membaik, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Pengelolaan asam urat bukan hanya soal menghindari makanan tertentu, tetapi juga soal memahami kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup sehat secara menyeluruh.
Penderita asam urat tetap bisa menikmati hidup dengan nyaman asalkan cermat dalam memilih makanan dan menjaga gaya hidup sehat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Hailatun Nada Salsabila/Magang|
redaktur: jatmiko





























