Gandeng ADIGIMIN, FEB Unisma Update Kurikulum Digital Marketing

  • Whatsapp
Focus Group Discussion Kurikulum Digital Marketing. Foto: dok
MALANG – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menyelenggarakan Focus Group Discussion Kurikulum Digital Marketing.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Asosiasi Digital Marketing Indonesia (ADIGIMIN) yang dihadiri oleh seluruh dosen FEB Unisma yang memiliki komptensi di bidang marketing.
Dalam kegiatan yang digelar secara luring dan daring ini, menghadirkan narasumber yakni Ketua ADIGIMIN, Dian Martin, beserta Tim Bidang Kurikulum ADIGIMIN.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana SE MSi, mengatakan bahwa kurikulum menjadi jantung bahkan resep utama untuk menghasilkan lulusan yang kompeten. Untuk itu, dalam meramu kurikulum yang berkualitas dan selaras dengan kebutuhan industri, maka tidak bisa meninggalkan dunia industri, dunia usaha, maupun asosiasi profesi.
“FEB Unisma siap menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun. Tentunya di sini harus memasukkan beberapa faktor atau isu penting yang mewarnai kebutuhan perombakan kurikulum,” ujarnya.
“Kurikulum Digital Marketing sudah kita terapak sejak satu tahun lalu, tetapi pada berjalannya waktu, perlu adaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis di masa pandemi. Untuk itu, perlu memperbaiki konten dalam pembelajaran digital marketing,” imbuhnya.
Selanjutnya, Diana menjelaskan bahwa saat semester genap tahun akademik 2020, merupakan periode antara implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, meskipun kebijakan Unisma memberlakukannya sejak tahun akademik 2021. Dan finalisasi penyelesaian Kurikulum Merdeka Belajar tinggal mendapatkan ketok palu dari Senat Unisma.
“FEB Unisma bekerja sama dengan Asosiasi Digital Marketing Indonesia disambut dengan baik. Tentu hal ini tujuannya bagaimana kurikulum yang akan diterapkan kepada perkuliahan di semester genap ini akan berjalan dengan lebih baik dan lebih berkualitas,” ujarnya.
Terutama, lanjut dia, bagaimana FEB Unisma akan mengupdate konten pembelajaran sesuai kebutuhan era revolusi industry 4.0 dengan adanya dukungan teknologi.
“Apalagi pengguna internet di Indonesia hampir 70 persen. Mau tidak mau bahwa dunia industri harus turun tangan dan ikut andil di dalam mengembangkan kurikulum kita,” sebutnya.
Untuk itu, dia berharap dari dunia profesi untuk memberikan masukan-masukan, bahwa konten apa saja yang harus dibenahi di dalam kurikulum yang selama ini telah dibuat. “Agar dapat dikemas dan dapat menghasilkan lulusan yang mampu beradaptasi di era manapun. Tentunya dunia industri sangat berperan,” jelasnya.
Sementara itu, Dian Martin mengatakan, ada beberapa hal sederhana di dalam kurikulum. Ada industri, praktek, dan pendampingan. “Karena digital marketing terus berkembang,” jelasnya.
Selanjutnya, dia siap memberi fasilitas wahana sebagai output dari mata kuliah ini, sehingga produk atau jasa yang dihasilkan oleh mahasiswa sebagai karya inovatif bisa diterima oleh masyarakat.
“Kita siap mendukung dalam memberikan penilaian outcome dari hasil kreativitas dan inovasi peserta mata kuliah ini. Tidak sekedar sertifikasi keahlian tetapi implementasi karya inovatif yang dihasilkan harus bisa diterima oleh masyarakat atau konsumen,” pungkasnya.(ads)
Baca Juga  Pesan Dekan FEB UNISMA Kepada Relawan Pajak 2021

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *