Selasa, Agustus 25, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Filosofi Sesajen Jenang Sengkolo 5 Warna

Ritus Selamatan Tolak Balak di Malang

Redaksi by Redaksi
Agustus 19, 2021 9:29 am
in Asli Malang
Sesajen Jenang Sengkolo 5 warna.

Sesajen Jenang Sengkolo 5 warna. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pandemi COVID-19 atau biasa dinamai Orang Jawa dengan istilah Pagebluk sudah jalan hampir setahun lebih. Hampir setiap hari ada saja berita kematian tersiar dari corong pengeras suara musala dan barisan ucapan duka di beranda media sosial kita.

Situasi ini membuat masyarakat prihatin. Berbagai cara sudah dilakukan, namun situasinya tak kunjung mereda. Obatnya pun juga belum ada sampai saat ini. Di tengah situasi sulit ini, sejumlah masyarakat, terutama di Jawa mulai menggelar selamatan atau ritual tolak balak.

READ ALSO

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Ritus ini juga dilakukan sejumlah warga di Malang. Salah satunya di Dusun Bendungan, Landungsari, Dau, Malang, beberapa waktu lalu.

Malam itu, Kamis Legi, 8 Juli 2021, warga secara terbatas mulai menyiapkan sejumlah media sarana ritual di Punden Nyi Buyut Wader, salah satu tempat yang dikeramatkan di sana.

Ada banyak media yang disiapkan mulai Tumpeng Kendit, aneka polo pendem hingga bubur 5 warna atau yang disebut Jenang Sengkolo. Jenang ini dalam masyarakat Jawa memang identik dengan ungkapan berserah diri memohon keselamatan kepada Sang Pencipta atau disebut tolak balak.

Warga dusun makan bersama usai menggelar selamatan tolak balak. Foto: Ulul Azmy

Namun beda dengan momen ritus tahunan, Jenang Sengkolo yang disajikan disini disajikan dengan 5 warna yaitu merah, putih, hitam, hijau dan kuning.

Ketua Adat Dusun Bendungan, Basuki Rahmad, selamatan tolak balak ini dilakukan di titik awal desa atau disebut punden.

Punden Buyut Wader diyakini menjadi lokasi cikal bakal adanya Dusun Bendungan. Selamatan untuk memohon restu akhirnya juga ditujukan ke Mbah Buyut Wader selaku tokoh bedah karawang

Adapun, sesajian yang disajikan untuk ritus tolak bala disini mulai ubo rampe mulao pisang candi, telur, bunga, bumbu dapur lengkap, kopi hingga rokok. Sesajen itu ditaruh di bawah pohon besar dekat lokasi punden.

Selain itu juga disajikan Jenang Sengkolo 5 warna. Kata Rahmad, 5 warna ini adalah simbol dari 5 penjuru mata arah. Utara, barat, selatan dan timur.

”Nah, 1 warna hitam disimbolkan datang juga dari atas yang artinya balak (sial) baik berupa bencana atau kesusahan,” jelas dia pada reporter.

”Nanti jenang sengkolo ini akan ditanam atau dikubur di depan jalan masuk dusun jam 1 malam sebagai simbol menangkal penyakit datang,” imbuhnya.

Warga setempat meletakkan sesajen tolak balak di Punden Nyi Buyut Wader, Dusun Bendungan, Landungsari. Foto: Ulul Azmy

Sementara itu, Poniri (49) warga setempat menambahkan, tradisi Jenang Sengkolo di tempat lain ada yang menyajikan dengan 9 warna.

Filosofi 9 warna lebih pada menyelamati anggota tubuh yang terdiri dari 9 bagian. Namun, saat ini, 2 bagian yakni mulut dan hidung, sudah terlindungi masker.

”Tinggal 7 bagian tubuh lain yang belum dimaskeri atau perlu diselamati. Jadilah disajikan 7 warna yang biasanya 9 warna. 9 warna ini dikenal dengan istilah jawanya, Babakan Hawa Songo,” papar Poniri.

Kembali ke Basuki, tradisi selamatan tolak balak ini jadi tradisi langka. Mengingat hanya dilakukan saat ada bencana besar, seperti salah satunya pandemi COVID-19 ini.

”Slametan serupa terakhir itu juga pernah digelar di Dusun Bendungan pada 1919 silam, itu saat ada wabah PES,” kata Rahmad.

Dalam ritus ini juga dihadirkan media lain yakni Tumpeng Kendit yang juga adalah representasi dari menolak balak. Prosesinya, tumpeng atas nanti dipotong sebagai simbol bencana itu dihilangkan.

Selamatan ditutup dengan mengirim doa-doa yang dilantunkan oleh para sesepuh atau kamituwo setempat sesuai kepercayaan masing-masing warga dusun dan diakhiri dengan makan bersama.

Reporter: Ulul Azmy

Tags: Jenang sengkolosesajen tolak bala

Related Posts

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Selama Pandemi COVID-19 Effendi Pudjihartono Pertahankan 1.300 Karyawan, Enam Hari Dirawat Ubah Drastis Hidupnya

Selama Pandemi COVID-19 Effendi Pudjihartono Pertahankan 1.300 Karyawan, Enam Hari Dirawat Ubah Drastis Hidupnya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hiburan Seru! Jadwal Karnaval Malang Raya Sepanjang 18-25 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.