Sabtu, Juli 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Filosofi Sesajen Jenang Sengkolo 5 Warna

Ritus Selamatan Tolak Balak di Malang

Redaksi by Redaksi
Agustus 19, 2021 9:29 am
in Asli Malang
Sesajen Jenang Sengkolo 5 warna.

Sesajen Jenang Sengkolo 5 warna. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pandemi COVID-19 atau biasa dinamai Orang Jawa dengan istilah Pagebluk sudah jalan hampir setahun lebih. Hampir setiap hari ada saja berita kematian tersiar dari corong pengeras suara musala dan barisan ucapan duka di beranda media sosial kita.

Situasi ini membuat masyarakat prihatin. Berbagai cara sudah dilakukan, namun situasinya tak kunjung mereda. Obatnya pun juga belum ada sampai saat ini. Di tengah situasi sulit ini, sejumlah masyarakat, terutama di Jawa mulai menggelar selamatan atau ritual tolak balak.

READ ALSO

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Ritus ini juga dilakukan sejumlah warga di Malang. Salah satunya di Dusun Bendungan, Landungsari, Dau, Malang, beberapa waktu lalu.

Malam itu, Kamis Legi, 8 Juli 2021, warga secara terbatas mulai menyiapkan sejumlah media sarana ritual di Punden Nyi Buyut Wader, salah satu tempat yang dikeramatkan di sana.

Ada banyak media yang disiapkan mulai Tumpeng Kendit, aneka polo pendem hingga bubur 5 warna atau yang disebut Jenang Sengkolo. Jenang ini dalam masyarakat Jawa memang identik dengan ungkapan berserah diri memohon keselamatan kepada Sang Pencipta atau disebut tolak balak.

Warga dusun makan bersama usai menggelar selamatan tolak balak. Foto: Ulul Azmy

Namun beda dengan momen ritus tahunan, Jenang Sengkolo yang disajikan disini disajikan dengan 5 warna yaitu merah, putih, hitam, hijau dan kuning.

Ketua Adat Dusun Bendungan, Basuki Rahmad, selamatan tolak balak ini dilakukan di titik awal desa atau disebut punden.

Punden Buyut Wader diyakini menjadi lokasi cikal bakal adanya Dusun Bendungan. Selamatan untuk memohon restu akhirnya juga ditujukan ke Mbah Buyut Wader selaku tokoh bedah karawang

Adapun, sesajian yang disajikan untuk ritus tolak bala disini mulai ubo rampe mulao pisang candi, telur, bunga, bumbu dapur lengkap, kopi hingga rokok. Sesajen itu ditaruh di bawah pohon besar dekat lokasi punden.

Selain itu juga disajikan Jenang Sengkolo 5 warna. Kata Rahmad, 5 warna ini adalah simbol dari 5 penjuru mata arah. Utara, barat, selatan dan timur.

”Nah, 1 warna hitam disimbolkan datang juga dari atas yang artinya balak (sial) baik berupa bencana atau kesusahan,” jelas dia pada reporter.

”Nanti jenang sengkolo ini akan ditanam atau dikubur di depan jalan masuk dusun jam 1 malam sebagai simbol menangkal penyakit datang,” imbuhnya.

Warga setempat meletakkan sesajen tolak balak di Punden Nyi Buyut Wader, Dusun Bendungan, Landungsari. Foto: Ulul Azmy

Sementara itu, Poniri (49) warga setempat menambahkan, tradisi Jenang Sengkolo di tempat lain ada yang menyajikan dengan 9 warna.

Filosofi 9 warna lebih pada menyelamati anggota tubuh yang terdiri dari 9 bagian. Namun, saat ini, 2 bagian yakni mulut dan hidung, sudah terlindungi masker.

”Tinggal 7 bagian tubuh lain yang belum dimaskeri atau perlu diselamati. Jadilah disajikan 7 warna yang biasanya 9 warna. 9 warna ini dikenal dengan istilah jawanya, Babakan Hawa Songo,” papar Poniri.

Kembali ke Basuki, tradisi selamatan tolak balak ini jadi tradisi langka. Mengingat hanya dilakukan saat ada bencana besar, seperti salah satunya pandemi COVID-19 ini.

”Slametan serupa terakhir itu juga pernah digelar di Dusun Bendungan pada 1919 silam, itu saat ada wabah PES,” kata Rahmad.

Dalam ritus ini juga dihadirkan media lain yakni Tumpeng Kendit yang juga adalah representasi dari menolak balak. Prosesinya, tumpeng atas nanti dipotong sebagai simbol bencana itu dihilangkan.

Selamatan ditutup dengan mengirim doa-doa yang dilantunkan oleh para sesepuh atau kamituwo setempat sesuai kepercayaan masing-masing warga dusun dan diakhiri dengan makan bersama.

Reporter: Ulul Azmy

Tags: Jenang sengkolosesajen tolak bala

Related Posts

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Produk asal Malang
Asli Malang

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Selasa, 9 Jun 2026
Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Next Post
Selama Pandemi COVID-19 Effendi Pudjihartono Pertahankan 1.300 Karyawan, Enam Hari Dirawat Ubah Drastis Hidupnya

Selama Pandemi COVID-19 Effendi Pudjihartono Pertahankan 1.300 Karyawan, Enam Hari Dirawat Ubah Drastis Hidupnya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Mulai Berdampak, Bapenda Kota Malang Sebut Opsen PKB Meningkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Festival Budaya di Malang yang Digelar Rutin Setiap Tahun, Wajib Masuk Daftar Wisata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Edi Purwanto, Santri dan Penggerak NU Asal Malang Terpilih Jadi Komisioner KI Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.