Minggu, Oktober 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Filosofi Sesajen Jenang Sengkolo 5 Warna

Ritus Selamatan Tolak Balak di Malang

Redaksi by Redaksi
Agustus 19, 2021 9:29 am
in Asli Malang
Sesajen Jenang Sengkolo 5 warna.

Sesajen Jenang Sengkolo 5 warna. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pandemi COVID-19 atau biasa dinamai Orang Jawa dengan istilah Pagebluk sudah jalan hampir setahun lebih. Hampir setiap hari ada saja berita kematian tersiar dari corong pengeras suara musala dan barisan ucapan duka di beranda media sosial kita.

Situasi ini membuat masyarakat prihatin. Berbagai cara sudah dilakukan, namun situasinya tak kunjung mereda. Obatnya pun juga belum ada sampai saat ini. Di tengah situasi sulit ini, sejumlah masyarakat, terutama di Jawa mulai menggelar selamatan atau ritual tolak balak.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Ritus ini juga dilakukan sejumlah warga di Malang. Salah satunya di Dusun Bendungan, Landungsari, Dau, Malang, beberapa waktu lalu.

Malam itu, Kamis Legi, 8 Juli 2021, warga secara terbatas mulai menyiapkan sejumlah media sarana ritual di Punden Nyi Buyut Wader, salah satu tempat yang dikeramatkan di sana.

Ada banyak media yang disiapkan mulai Tumpeng Kendit, aneka polo pendem hingga bubur 5 warna atau yang disebut Jenang Sengkolo. Jenang ini dalam masyarakat Jawa memang identik dengan ungkapan berserah diri memohon keselamatan kepada Sang Pencipta atau disebut tolak balak.

Warga dusun makan bersama usai menggelar selamatan tolak balak. Foto: Ulul Azmy

Namun beda dengan momen ritus tahunan, Jenang Sengkolo yang disajikan disini disajikan dengan 5 warna yaitu merah, putih, hitam, hijau dan kuning.

Ketua Adat Dusun Bendungan, Basuki Rahmad, selamatan tolak balak ini dilakukan di titik awal desa atau disebut punden.

Punden Buyut Wader diyakini menjadi lokasi cikal bakal adanya Dusun Bendungan. Selamatan untuk memohon restu akhirnya juga ditujukan ke Mbah Buyut Wader selaku tokoh bedah karawang

Adapun, sesajian yang disajikan untuk ritus tolak bala disini mulai ubo rampe mulao pisang candi, telur, bunga, bumbu dapur lengkap, kopi hingga rokok. Sesajen itu ditaruh di bawah pohon besar dekat lokasi punden.

Selain itu juga disajikan Jenang Sengkolo 5 warna. Kata Rahmad, 5 warna ini adalah simbol dari 5 penjuru mata arah. Utara, barat, selatan dan timur.

”Nah, 1 warna hitam disimbolkan datang juga dari atas yang artinya balak (sial) baik berupa bencana atau kesusahan,” jelas dia pada reporter.

”Nanti jenang sengkolo ini akan ditanam atau dikubur di depan jalan masuk dusun jam 1 malam sebagai simbol menangkal penyakit datang,” imbuhnya.

Warga setempat meletakkan sesajen tolak balak di Punden Nyi Buyut Wader, Dusun Bendungan, Landungsari. Foto: Ulul Azmy

Sementara itu, Poniri (49) warga setempat menambahkan, tradisi Jenang Sengkolo di tempat lain ada yang menyajikan dengan 9 warna.

Filosofi 9 warna lebih pada menyelamati anggota tubuh yang terdiri dari 9 bagian. Namun, saat ini, 2 bagian yakni mulut dan hidung, sudah terlindungi masker.

”Tinggal 7 bagian tubuh lain yang belum dimaskeri atau perlu diselamati. Jadilah disajikan 7 warna yang biasanya 9 warna. 9 warna ini dikenal dengan istilah jawanya, Babakan Hawa Songo,” papar Poniri.

Kembali ke Basuki, tradisi selamatan tolak balak ini jadi tradisi langka. Mengingat hanya dilakukan saat ada bencana besar, seperti salah satunya pandemi COVID-19 ini.

”Slametan serupa terakhir itu juga pernah digelar di Dusun Bendungan pada 1919 silam, itu saat ada wabah PES,” kata Rahmad.

Dalam ritus ini juga dihadirkan media lain yakni Tumpeng Kendit yang juga adalah representasi dari menolak balak. Prosesinya, tumpeng atas nanti dipotong sebagai simbol bencana itu dihilangkan.

Selamatan ditutup dengan mengirim doa-doa yang dilantunkan oleh para sesepuh atau kamituwo setempat sesuai kepercayaan masing-masing warga dusun dan diakhiri dengan makan bersama.

Reporter: Ulul Azmy

Tags: Jenang sengkolosesajen tolak bala

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Selama Pandemi COVID-19 Effendi Pudjihartono Pertahankan 1.300 Karyawan, Enam Hari Dirawat Ubah Drastis Hidupnya

Selama Pandemi COVID-19 Effendi Pudjihartono Pertahankan 1.300 Karyawan, Enam Hari Dirawat Ubah Drastis Hidupnya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.