FEB UNISMA Gelar FGD, Tingkatkan Kerja Sama Implementasi Kurikulum MBKM

  • Whatsapp
FGD Implementasi Kerjasama Kurikulum MBKM Prodi Manajemen FEB UNISMA. dok

MALANG — Setelah dinyatakan lolos sebagai dua program studi jenjang S-1 penerima hibah implementasi kurikulum MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) oleh Dirjen PT Kemendikbud RI, FEB Unisma langsung gerak cepat mengimplementasikan kegiatan program kurikulum MBKM pada prodi Akuntansi dan Manajemen.

Pada Hari Rabu , 2 Juni 2021, prodi Akuntansi dan Manajemen FEB Unisma, menggelar FGD (Forum Group Discussion) yang diikuti seluruh dosen FEB baik secara offline maupun online untuk mendiskusikan dan mengumpulkan aspirasi mengenai peluang dan mekanisme pelaksanaan program MBKM di lingkungan Program studi Akuntansi dan Program studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang.

Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., P.Hd selaku pembicara (no 2 dari kanan). foto/dok

Acara yang digelar pada pukul 13.00 – 15.00 untuk Program studi Akuntansi. Dan Pukul 15.00 – 17.00 untuk program studi Manjemen ini berlansung sangat serius.

Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., P.Hd, selaku narasumber( Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Universitas islam malang ) menyampaikan, bahwa Unisma mendukung penuh pelaksanaan paket kebijakan MERDEKA BELAJAR yang telah dicanangkan Mendikbud sejak tahun 2020 lalu.
Suasana FGD FEB Unisma. dok

Bentuk dukungan ini diawali dengan perumusan kebijakan dan peraturan mengenai mekanisme pelaksanaan kegiatan program kampus merdeka.

Junaidi Mistar menyampaikan, inti dari kegiatan kemerdekaan belajar adalah bahwa mahasiswa mempunyai kemerdekaan hak belajar yang dapat mereka tempuh dalam prodi Perguruan Tinggi (PT), di luar prodi PT, di luar PT maupun belajar di lembaga non PT untuk menguatkan kompetensi utamanya dan menambah kompetensi pendukung.

Unisma dan Fakultas Ekonomi Bisnis akan sepenuhnya memfasilitasi pilihan setiap mahasiswa sesuai dengan skema dan model pembelajan yang dipilihnya. Selain itu “Kerja Sama” menjadi ujung tombak yang sangat vital dalam program MBKM, sehingga pada setiap pelaksanaan MBKM, keterlibatan pihak lain (third parties) harus selalu ditonjolkan.

Dengan diimplementasikannya kurikulum MBKM, mahasiswa FEB Unisma dapat memilih sedikitnya 8 program MERDEKA BELAJAR, antara lain, pertukaran pelajar (dalam negeri maupun luar negeri), magang (praktek kerja), asistensi mengajar, penelitian, proyek kemanusiaan, kewirausahaan, membangun desa dan proyek mandiri.
Forum kali ini digunakan narasumber dan peserta untuk menggodok kebijakan yang berkaitan dengan tujuan umum dan khusus dari implementasi program kurikulum MBKM, fasilitasi mulai dari mitra, model pembelajaran, model assesment sampai dengan recognisi mata kuliah yang dapat diekuivalensi.
Kurang lebih selama 3 jam diskusi dilakukan dengan gayeng, banyak pertanyaan dan masukan yang disampaikan baik oleh pimpinan maupun para dosen FEB Unisma.
Nur Diana, SE., M.Si, selaku dekan FEB Unisma

Terkait mekanisme pelaksanaan program kurikulum MBKM, Nur Diana, SE., M.Si, selaku dekan FEB Unisma menegaskan, bahwa FEB selama ini telah menjalin kerja sama yang luas dengan para stakeholder.

”Antara lain pihak profesi dari Akuntansi dan Manajemen, DUDI (dunia usaha dan industri), Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri serta para alumni FEB Unisma,” katanya.

Nur Diana menambahkan, dengan bantuan implementasi kurikulum MBKM ini, FEB Unisma harus terus menambah progress baru dan berbeda dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya. ”Akuntansi dan Manajemen harus terus berbenah untuk menambah mutu kompetensi dan kesiapan kerja para lulusannya. FGD ini dilakukan untuk mengawali serentetan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan untuk menuju kesiapan implementasi program MBKM selanjutnya,” pungkasnya.

Baca Juga  Ini Pengganti Syarat Lulus UN SD/SMP di Kota Malang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *