Kamis, Juni 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

ELISA, Alat Deteksi Dini Hipotiroid untuk Bayi Baru Lahir Buatan Mahasiswa UB

Redaksi by Redaksi
April 7, 2026 10:49 pm
in Insight
Prof. Dr Aulanni’am menunjukkan alat deteksi dini hipotiroid buatannya. Foto: Dok

Prof. Dr Aulanni’am menunjukkan alat deteksi dini hipotiroid buatannya. Foto: Dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tim peneliti Universitas Brawijaya (UB) yang dipimpin Prof. Dr. Aulanni’am sukses mengembangkan alat deteksi dini penyakit Hipotiroid pada bayi baru lahir. Alat ini menggunakan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay atau ELISA.

Inovasi ini dirancang sebagai sistem diagnostik yang mampu meningkatkan akurasi, sensitivitas, serta efisiensi dalam mendeteksi gangguan hormon tiroid pada bayi sejak dini, yang selama ini menjadi tantangan dalam dunia medis karena minimnya gejala awal yang terlihat.

READ ALSO

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Baca Juga: Psikolog Universitas Brawijaya Berikan Psikoedukasi bagi Guru di Universitas Mataram

Secara teknis, alat ini bekerja dengan memanfaatkan antibodi poliklonal yang dihasilkan melalui induksi protein rekombinan human Thyroid Stimulating Hormone (hTSH).

Protein rekombinan berperan sebagai antigen yang dirancang spesifik untuk merangsang sistem imun menghasilkan antibodi dengan afinitas tinggi terhadap biomarker hormon tiroid.

Proses ini menjadi inti inovasi, karena kualitas antibodi yang dihasilkan sangat menentukan ketepatan deteksi. Antibodi poliklonal yang terbentuk memiliki kemampuan mengenali berbagai epitop dari satu antigen, sehingga meningkatkan peluang interaksi dengan target biomarker dalam sampel biologis.

Dalam pengoperasiannya, alat ini terintegrasi dengan metode Enzyme Linked Immunosorbent Assay, yaitu teknik analisis berbasis reaksi antigen-antibodi yang dilengkapi sistem enzimatik sebagai indikator.

Baca Juga: Akademisi Universitas Brawijaya: Jalur Alternatif Candi Panggung Bisa Urai Kemacetan Kota Malang

Ketika sampel darah bayi dimasukkan ke dalam sistem, antibodi akan berikatan dengan hormon atau biomarker spesifik yang berkaitan dengan fungsi tiroid. Reaksi ini kemudian memicu perubahan warna akibat aktivitas enzim, yang selanjutnya diukur menggunakan pembacaan optik.

Intensitas warna yang terbentuk berbanding lurus dengan konsentrasi biomarker, sehingga memungkinkan analisis kuantitatif yang objektif dan terstandar.

“Hipotiroid kongenital merupakan gangguan endokrin yang harus dideteksi sedini mungkin karena berdampak besar pada tumbuh kembang anak. Melalui inovasi ini, kami berupaya menghadirkan metode deteksi yang lebih presisi guna mendukung program skrining kesehatan bayi di Indonesia,” ujar Prof. Dr. Aulanni’am.

Keunggulan inovasi alat ini terletak pada tingkat sensitivitas yang tinggi, sehingga mampu mendeteksi kadar hormon dalam konsentrasi yang sangat rendah, bahkan sebelum munculnya gejala klinis.

Selain itu, tingkat spesifisitasnya juga meningkat karena penggunaan antibodi yang dirancang secara khusus terhadap target biomarker tertentu.

Hal ini menjadikan alat ini lebih unggul dibandingkan metode konvensional yang cenderung memiliki keterbatasan dalam mendeteksi kasus pada tahap awal.

Dari sisi desain inovasi, alat ini dikembangkan dalam bentuk prototipe kit diagnostik yang praktis dan berpotensi untuk diproduksi secara massal. Penggunaan bahan berbasis riset dalam negeri, khususnya pada pengembangan protein rekombinan dan antibodi, memberikan nilai tambah dalam hal efisiensi biaya produksi.

Dengan demikian, alat ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan produk impor, sekaligus memperluas akses layanan deteksi dini di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk di daerah dengan keterbatasan sumber daya.

Lebih lanjut, inovasi ini juga memiliki potensi pengembangan sebagai platform diagnostik yang lebih luas. Teknologi berbasis antibodi dan metode ELISA yang digunakan bersifat fleksibel, sehingga dapat diadaptasi untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit lain dengan mengganti target antigen yang digunakan.

Hal ini menjadikan inovasi tersebut tidak hanya relevan dalam konteks hipotiroid kongenital, tetapi juga sebagai fondasi pengembangan teknologi diagnostik biomedis di Indonesia.

Dengan hadirnya alat ini, diharapkan proses skrining bayi baru lahir dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan efisien.

Inovasi ini sekaligus memperkuat posisi riset nasional dalam menghasilkan teknologi kesehatan yang aplikatif, berdaya saing, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Alat ini belum dipasarkan, namun pengembangan alat ini sudah mendapat perhatian dari industri diantaranya PT Bio Farma (Persero) untuk dapat dikembangkan dalam skala industri sehingga dapat dikomersialisasi dan digunakan masyarakat di kemudian hari.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: hipotiroidmalangpendidikanpenyakit bayi baru lahirUB Malang

Related Posts

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Arie Arifin dan Owner Hilda + Hana Bakery Hillda Naura Ashilah saat ngopi bareng. Foto: Azmy
Insight

Kisah Hillda Naura Ashilah Women’s Youth Preneur Malang, Rintis Usaha Bakery Sejak Usia 18 Tahun

Senin, 8 Jun 2026
Rachel Ruwaida, mahasiswa UB yang raih cuan melalui Komunitas UB Mager (Foto: Nathasya Amalia)
Insight

Mahasiswa Ini Raup Cuan sambil Kuliah Melalui UB Mager

Kamis, 4 Jun 2026
Penampakan 'The Whisperer', art toys karya Rino Adi Mardika yang terinspirasi dari hantu penunggu jembatan cangar. Foto: Azmy
Insight

The Whisperer, Art Toys Horor yang Terinspirasi dari Sosok Astral Penunggu Jembatan Cangar

Selasa, 5 Mei 2026
mie cendana
Insight

Tak Lupa Akar, Owner Mie Cendana Viral di Malang Buka Peluang Gandeng Produk UMKM Lokal

Sabtu, 2 Mei 2026
Sam HC (Heri Cahyono) bersiap mengelilingi dunia melintasi 14 negara. (Foto/M Sholeh)
Insight

Berbekal Tekat, Sam HC Tantang Diri Kelilingi Dunia dari Malang Naik Motor

Jumat, 1 Mei 2026
Proses pembuatan batik di Batik Seng. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Insight

Pengolahan Limbah Batik Seng, Dari Sisa Produksi Menjadi Sumber Daya Berkelanjutan

Kamis, 30 Apr 2026
Next Post
Penangkapan pria yang diduga maling motor oleh warga di Kota Malang. (Foto/ist)

Geger Penangkapan Pria di Kota Malang, Polisi: Ternyata Pedagang Lele Pinjam Motor

BERITA POPULER

  • Ilustrasi Efek Cathedral (Foto: Pinterest)

    Kafe dengan Cathedral Effect di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Layanan Gratis di Kota Malang yang Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Tukar Uang THR Lebaran? Ini Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.