Selasa, Agustus 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Universitas Brawijaya Kukuhkan 5 Profesor Baru, Salah Satunya Saksi Ahli Langganan KPK

Redaksi by Redaksi
Februari 12, 2026 5:20 pm
in Pendidikan
Prof. Dr. Prija Jatmika, salah satu profesor dan saksi ahli langganan KPK yang dikukuhkan UB Malang di awal tahun 2026. Foto: Dok.

Prof. Dr. Prija Jatmika, salah satu profesor dan saksi ahli langganan KPK yang dikukuhkan UB Malang di awal tahun 2026. Foto: Dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Universitas Brawijaya (UB Malang) kembali mencetak lima profesor baru di awal Tahun 2026 ini. Menariknya, salah satu guru besar yang dikukuhkan tersebut merupakan saksi ahli hukum langganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni Prof. Dr. Prija Jatmika SH. MS.

Prija Jatmika juga menjadi satu-satunya guru besar dari Fakultas Hukum yang dikukuhkan pada Rabu (11/2/2026) di gedung Samantha Krida.

READ ALSO

Ribuan Maba UB Angkat Buku dalam Human Wave RAJA Brawijaya 2026

Peneliti UB Temukan Spesies Baru Kumbang di Jepang

Sementara empat profesor lainnya datang dari Fakultas Kedokteran (FK). Pengukuhan ini menggenapkan jumlah profesor yang dicetak UB di angka 452 orang hingga 2026.

1. Prof. Dr. Prija Jatmika SH. MS

Diketahui, Prof. Prija merupakan profesor aktif ke 14 di Fakultas Hukum. Dia menjadi profesor aktif ke 257 di Universitas Brawijaya serta menjadi Profesor ke 449 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh Universitas Brawijaya.

Prof Prija dikukuhkan sebagai profesor dalam Bidang Ilmu Hukum Pidana memberikan pemaparan materi berjudul “Clear-Asset Model: Pengembalian Aset Tindak Pidana Korupsi yang Berkepastian Hukum”.

Baca Juga: Akademisi Universitas Brawijaya: Jalur Alternatif Candi Panggung Bisa Urai Kemacetan Kota Malang

Dalam paparannya dia menawarkan sebuah konsep CLEAR-ASSET Model yang mengedepankan pengembalian aset hasil korupsi sebagai inti keadilan.

Model ini memformulasikan mekanisme pengembalian aset yang sistematis, terpisah dari pemidanaan, serta mengakomodasi perampasan aset in rem tanpa harus menunggu putusan pidana dalam kondisi tertentu.

”Tentu dengan tetap menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak asasi manusia,” kata Prof. Prija.

Hanya saja, keterbatasan model ini terletak pada ketergantungan terhadap kesiapan regulasi dan kapasitas kelembagaan. Secara praktis, CLEAR-ASSET Model bermanfaat sebagai rujukan akademik dan kebijakan dalam reformasi hukum pengembalian aset tindak pidana korupsi di Indonesia.

2. Prof. Dr. Ir. Mashudi, M.Agr.Sc., IPM., ASEAN Eng

Profesor kedua yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Ir. Mashudi, M.Agr.Sc., IPM., ASEAN Eng sebagai professor aktif ke 21 di Fakultas Peternakan, ke 256 di Universitas Brawijaya serta menjadi professor ke 448 dari seluruh professor yang telah dihasilkan UB.

Prof. Mashudi yang dikukuhkan Dalam Bidang Ilmu Teknologi Pakan Ternak Ruminansia itu memperkenalkan Peternakan Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP) yang merupakan Proteksi Protein dan Asam Amino Berbasis Konden Tanin untuk Peternakan Perah Tropis Berkelanjutan.

Ternak ruminansia khususnya sapi perah dan kambing perah, memiliki peran strategis dalam penyediaan protein hewani melalui produksi susu serta menjadi sumber pendapatan utama bagi peternak rakyat di Indonesia.

Keberhasilan produksi susu sangat ditentukan oleh pengelolaan nutrisi, khususnya protein mengingat protein merupakan komponen pakan dengan biaya tertinggi dan berkontribusi langsung terhadap produksi dan kualitas susu.

Secara biologis, ternak perah bergantung pada fungsi rumen sebagai pabrik biologis yang mengonversi pakan berserat menjadi energi dan protein mikroba.

Namun, berbagai kajian menunjukkan bahwa sebagian besar protein pakan mengalami degradasi berlebih di dalam rumen menjadi amonia, yang tidak seluruhnya dimanfaatkan untuk sintesis protein mikroba melainkan diekskresikan sebagai urea.

Kondisi ini menyebabkan rendahnya efisiensi pemanfaatan nitrogen dan meningkatnya kehilangan nitrogen ke lingkungan, yang tercermin dari tingginya milk urea nitrogen (MUN) pada ternak perah.

Baca Juga: PT Pegadaian dan Universitas Brawijaya Resmi Luncurkan Program GARUDA, Cetak Generasi Wirausaha Muda Tangguh

Pendekatan nutrisi protein konvensional berbasis peningkatan protein kasar (PK) telah lama digunakan untuk meningkatkan produksi susu. Namun peningkatan PK di atas kebutuhan fisiologis sering tidak meningkatkan produksi susu, justru menurunkan efisiensi penggunaan nitrogen.

”Kondisi ini semakin nyata pada sistem peternakan tropis Indonesia dengan variabilitas kualitas hijauan, keterbatasan energi fermentabel dan ketergantungan pada pakan lokal,” paparnya.

Dalam Model Nutrisi Presisi Ruminansia Perah (NPRP) menempatkan rumen sebagai pabrik biologis secara presisi melalui proteksi selektif protein dan asam amino esensial pembatas, yaitu lisin dan metionin.

Kebaruan model ini terletak pada integrasi proteksi protein dalam kerangka nutrisi presisi yang selaras dengan fisiologi rumen dan sistem peternakan tropis lokal. Melalui model maka diharapkan bisa meningkatkan produktifitas susu, dan keberlanjutan lingkungan.

”Selain itu, secara keseluruhan, model ini berpotensi menjadi fondasi pengembangan peternakan perah tropis yang efisien,” pungkasnya.

3. Prof. Dr. rer.nat Tri Yudani Mardining Raras, M.App.Sc 

Lalu, profesor ketiga yakni Prof. Dr. rer.nat Tri Yudani Mardining Raras, M.App.Sc dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Biokimia Biomolekuler pada FK UB. Ia merupakan profesor aktif ke-8 di FK, ke-259 di UB, serta ke-451 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan UB.

Prof. Tri memaparkan Model Protein Rekombinan Fungsi Ganda: Aplikasi pada Diagnostik dan Vaksin. Dalam era bioteknologi modern, protein rekombinan menjadi tulang punggung inovasi kesehatan dari insulin untuk diabetes hingga vaksin untuk mencegah penyakit infeksi.

Namun dalam konteks riset biomedis Indonesia terdapat kesenjangan paradigmatik yang signifikan; sebagian besar peneliti memandang produksi protein rekombinan sebagai kegiatan teknis untuk mendukung eksperimen tertentu lalu berhenti sampai publikasi.

”Jarang satu jenis protein rekombinan dikembangkan sebagai platform terintegrasi yang menghasilkan beberapa luaran sekaligus (biomarker diagnostik, kandidat vaksin, dan molekul terapeutik),” ungkapnya.

Menurut dia, paradigma yang memandang protein rekombinan hanya sebagai “alat uji hipotesis” terlalu sempit. Namun, riset di Indonesia belum memiliki model kerja sistematis yang komprehensif mulai dari desain gen hingga validasi untuk merealisasikan potensi tersebut.

Untuk itu ia mengembangkan protein rekombinan yang bisa berperan ganda baik sebagai agen serodiagnosis, prototype vaksin ataupun protein terapeutik. Ia menggunakan Ag38 sebagai model protein rekombinan yang sudah diteliti selama 16 tahun.

Konsep ini memiliki beberapa kelebihan yaitu efisiensi ekonomi dan waktu. Dengan karakterisasi komprehensif satu protein bisa digunakan untuk berbagai tujuan dan mengurangi variabel perancu.

”Lebih flexible sesuai kebutuhan, jika satu jenis protein tidak berfungsi secara optimal, maka bisa segera diubah “construct” nya, dengan modifikasi komponen protein ataupun epitopnya secara independent,” paparnya.

Namun konsep ini memiliki kelemahan seperti keterbatasan standar protein rekombinan pembanding (gold standard) dan ketika di “over” ekspresi protein mengalami “misfolding”. Masalah terakhir adalah tantangan pada saat validasi klinis karena keberagaman pasien.

4. Prof. Dr. dr. Agustin Iskandar, MKes, Sp.PK (K): Model HOPE-ID

Profesor keempat yakni Prof. Dr. dr. Agustin Iskandar, MKes, Sp.PK (K): Model HOPE-ID yang dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Ilmu Patologi Klinik/Penyakit Infeksi pada FK UB. Ia merupakan profesor aktif ke-9 di FK, ke-260 di UB, serta ke-452 dari seluruh profesor yang telah dihasilkan UB.

Penyakit infeksi hingga saat ini masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di tingkat global, terutama di negara berkembang.

Perkembangan terbaru di bidang Patologi Klinik telah menghasilkan berbagai metode diagnostik dan biomarker yang semakin sensitif dan spesifik, termasuk biomarker inflamasi, biomarker endotel, dan teknik molekuler berbasis PCR.

Kemajuan ini secara signifikan meningkatkan kemampuan identifikasi patogen dan konfirmasi diagnosis penyakit infeksi.

Namun demikian, peningkatan kemampuan diagnostik tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan kemampuan dalam memprediksi perjalanan penyakit dan luaran klinis pasien.

Dalam praktik klinis, pasien dengan diagnosis infeksi yang serupa dapat menunjukkan respons yang sangat berbeda, mulai dari perbaikan klinis yang cepat hingga perburukan yang berujung pada syok, kegagalan organ, atau kematian.

Fenomena ini mencerminkan bahwa penyakit infeksi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan patogen, tetapi juga oleh interaksi kompleks antara patogen, respons biologis inang, dan faktor lingkungan.

Dalam konteks tersebut, Patologi Klinik memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyedia informasi diagnostik, tetapi juga sebagai disiplin yang berpotensi berkontribusi dalam penilaian risiko dan prediksi luaran klinis.

Pidato ilmiah ini memperkenalkan Model HOPE-ID (Host-Oriented Prognostic Evaluation in Infectious Diseases) sebagai paradigma baru prognosis penyakit infeksi berbasis respons inang.

Model ini mengintegrasikan biomarker inflamasi, disfungsi endotel, parameter molekuler, serta faktor klinis kontekstual dalam satu kerangka evaluasi prognostik.

Kekuatan utama HOPE-ID terletak pada pendekatan multidimensional, relevansi lintas spektrum, serta potensinya untuk dikembangkan melalui integrasi dengan kecerdasan artifisial guna mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih presisi dan tepat waktu.

HOPE-ID merepresentasikan pergeseran paradigma Patologi Klinik dari sekadar penegakan diagnosis menuju prediksi luaran klinis yang lebih bermakna dan presisi.

5. Prof. Dr. dr. Tatit Nurseta, Sp. O.G., Subsp. Onk

Terakhir ada Prof. Dr. dr. Tatit Nurseta, Sp. O.G., Subsp. Onk yang menawarkan konsep Cegah Hamil Anggur. Mola Hidatidosa atau kerap disebut sebagai hamil anggur adalah komplikasi kehamilan langka yang menghantui perempuan.

Kondisi ini merupakan kelainan biologis kehamilan dengan sifat proliferatif dan invasif yang unik, dimana ini menempatkannya pada spektrum sempit antara kondisi jinak dan keganasan, serta masih menunjukkan insiden dan risiko progresi menjadi Penyakit Trofoblas Maligna yang bermakna.

Meski sudah banyak pasien MH yang terselamatkan dengan kuretase dan pemantauan pasca evakuasi, tapi pada praktiknya, kehamilan MH masih sering terjadi dan berisiko tinggi di Indonesia, bahkan Sebagian kasus bertransformasi menjadi keganasan meski telah ditangani dengan tata laksana klinis yang tepat.

Menjawab permasalahan itu, Prof. Dr. dr. Tatit Nurseta, Sp. O.G., Subsp. Onk, profesor dari Fakultas Kedokteran mengenalkan PERMATA MOLA, sebuah model pencegahan integrative berbasis translasi biomedik.

“Model ini menggabungkan epidemiologi nasional, karakteristik molekuler trofoblas, regulasi hormonal, serta peran nutrisi maternal pada kelompok risiko tinggi”, ujar Tatit.

PERMATA MOLA, menurut Tatit, memiliki kekuatan pada orientasi preventif dan kontekstual, namun terbatas pada cakupan kebutuhan validasi klinis dan integrasi sistem kesehatan.

“Model ini menekankan intervensi sebelum kehamilan sebagai tahap kunci untuk menurunkan insiden MH dan mencegah transformasinya menjadi PTM.

Kontribusi terlihat dalam sintesis bukti molekuler dari disertasi, yang menunjukkan hubungan antara defisiensi protein, vitamin A, vitamin D, antioksidan, dan regulasi epigenetik jalur hTERT, dengan proliferasi trofoblas abnormal.

PERMATA MOLA menempatkan nutrisi maternal sebagai determinan biologis utama, sekaligus mengintegrasikan pemantauan klinis dan strategi edukasi pada kelompok risiko tinggi : primigravida atau kehamilan pertama di usia muda dan kehamilan berulang di usia tua”, jelasnya.

“Model Nutrisi Prakonsepsi dan gaya hidup sehat bagi perempuan usia reproduksi juga perlu diperkuat melalui pendekatan lintas sektor, melibatkan bidang kesehatan, pendidikan, dan komunitas. Pendekatan ini penting untuk memastikan bahwa pencegahan tidak hanya dilakukan pada fase klinis, tetapi juga pada tahap prakonsepsi,” pungkas Tatit.

Prof. Dr. dr. Tatit Nurseta, Sp. O.G., Subsp. Onk dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang ilmu obstetric dan ginekologi ranting kepakaran onkologi ginekologi di Fakultas Kedokteran. Ia menjadi profesor aktif ke-7 di Fakultas Kedokteran dan ke-450 di Universitas Brawijaya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Ulul Azmy

Editor: Herlianto. A

Tags: guru besarSaksi AhliUB Malanguniversitas brawijaya

Related Posts

Ribuan Maba UB Angkat Buku dalam Human Wave RAJA Brawijaya 2026
Pendidikan

Ribuan Maba UB Angkat Buku dalam Human Wave RAJA Brawijaya 2026

Senin, 10 Agu 2026
Peneliti UB Temukan Spesies Baru Kumbang di Jepang
Pendidikan

Peneliti UB Temukan Spesies Baru Kumbang di Jepang

Senin, 10 Agu 2026
Itn Malang Dan Pemkab Lembata Susun Hspk Asb Untuk Apbd 2027 1
Advertorial

ITN Malang dan Pemkab Lembata Susun HSPK-ASB untuk APBD 2027

Senin, 10 Agu 2026
11 PTKIN Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, Ada UIN Malang!
Pendidikan

11 PTKIN Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, Ada UIN Malang!

Senin, 10 Agu 2026
84 Tahun Soto Pojok Jadi Langganan Peziarah Gunung Kawi 1
Advertorial

Polinema Jajaki Kolaborasi dengan Departemen Teknik Mesin UGM

Minggu, 9 Agu 2026
SMA Al Izzah Bangun Mental Santri Baru Lewat Drama
Pendidikan

SMA Al Izzah Bangun Mental Santri Baru Lewat Drama

Sabtu, 8 Agu 2026
Next Post
PSLC ungkap perbedaan anak aktif dengan anak yang menunjukkan gejala ADHD. /Foto: Pinterest.

Anak Aktif atau ADHD? PSLC Ungkap Perbedaan yang Wajib Diketahui Orang Tua

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 07222026 2
Advtm 07222026 1
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.