Sabtu, Oktober 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Nasional

Eks Wamenkumham Sebut 5 Cacat Putusan Penundaan Pemilu 2024 PN Jakarta Pusat

Redaksi by Redaksi
Maret 3, 2023 9:05 am
in Nasional
Eks Wamenkumham, Prof. Denny Indrayana.

Eks Wamenkumham, Prof. Denny Indrayana. Foto/dok for TM

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Eks Wamenkumham (2011-2014), Prof Denny Indrayana, menyebut ada lima cacat pada putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang mununda Pemilu 2024. Denny menilai Pemilu semestinya tidak dapat atau tidak boleh ditunda.

“Saya berpandangan pemilu tidak dapat, dan pastinya, tidak boleh ditunda. Ada Panca Cacat Putusan PN Jakarta Pusat yang menyebabkan putusan tersebut wajib tidak dilaksanakan,” kata dia dalam rilisnya pada Jumat (3/3/2023).

READ ALSO

Menteri Agama Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri, Kemenag Sebut Itu Hoaks

Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Pria yang juga Guru Besar Hukum Tata Negara itu menjelaskan satu persatu kecacatan yang dia maksud. Pertama, menurut dia, setiap putusan memang harus dihormati jika putusannya tidak mengandung cacat hukum mendasar yang menyebabkannya tidak dapat dilaksanakan.

“Putusan PN Jakarta Pusat jelas mengandung cacat hukum yang mendasar sehingga tidak dapat dilaksanakan,” tegasnya.

Kecacatan kedua adalah Majelis Hakim memutuskan perkara yang bukan yurisdiksinya, alias wilayah hukumnya untuk memutus perkara Pemilu. “Sehingga ini menjatuhkan amar yang lagi-lagi bukan kewenangannya,” kata dia.

Menueur Denny, setiap pengadillan mempunyai wilayah kerja masing-masing. Itu yang disebut dengan yurisdiksi, alias kompetensi peradilan.  Karena itu, tidak bisa perkara pidana, disidangkan dalam majelis hukum perdata. Juga, tidak bisa perkara tata usaha negara disidangkan oleh peradilan umum.

“Dalam perkara ini, soal tidak lolosnya Partai Prima sebagai peserta pemilu, adalah masuk ke ranah “Sengketa Proses” Pemilu, yang berbeda dengan “Sengketa Hasil” Pemilu, yang merupakan yurisdiksi Mahkamah Konstitusi,” papar alumni UGM tersebut.

Dia lalu menjelaskan soal “Sengketa Proses” Pemilu. Kata dia, yang berwenang menjadi pengadil dalam hal ini adalah Bawaslu RI, dan hanya dapat diajukan upaya hukum ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Ini  sesuai Pasal 466 – 471 dalam UU Pemilu.

“Sengketa proses inilah yang pernah kami advokasi ketika menjadi kuasa hukum Partai Ummat, melalui proses mediasi di Bawaslu, dan akhirnya menghasilkan keputusan Partai Ummat lolos sebagai peserta Pemilu 2024,” ungkapnya.

Dia menilai Pengadilan Negeri tidak mempunyai kompetensi untuk memeriksa, mengadili, apalagi memutus segala sesuatu terkait “Sengketa Proses” Pemilu. Dalam kasus ini adalah proses verifikasi Partai Prima untuk menjadi peserta pemilu 2024.

“Apalagi, Partai Prima sebenarnya juga telah melakukan langkah dan gugatan hukum soal kepesertaan pemilunya kepada Bawaslu dan PTUN, yang sudah divonis, dan sudah berkekuatan hukum tetap,” katanya.

Dengan ini berarti, imbuhnya, kepesertaan Partai Pemilu yaitu Partai Prima sudah final dan mengikat, tidak ada upaya hukum lain. Apalagi melalui gugatan perdata di Pengadilan Negeri yang tidak berwenang memutus sengketa proses Pemilu.

Cacat ketiga, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terjebak untuk mengeluarkan amar putusan yang juga keliru, alias cacat hukum.

“Amar ke-5 yang pada intinya menghentikan tahapan pemilu dan mengulangnya lagi sedari awal, jelas menabrak banyak norma hukum. Pertama sekali, putusan demikian menabrak norma konstitusi, yang memerintahkan pemilu harus dilaksanakan setiap lima tahun, tidak dapat ditunda,” paparnya.

Lebih lanjut putusan PN Jakarta Pusat ini menabrak norma dalam UU Pemilu yang telah mengatur bahwa pemilu hanya bisa ditunda karena adanya “kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan” tahapan Penyelenggaraan Pemilu tidak dapat dilaksanakan. Ini sebagaimana disebut pada Pasal 431 – 433 UU Pemilu.

“Karena menabrak berbagai norma hukum tersebut, maka Putusan PN Jakarta Pusat, lagi-lagi tidak dapat, bahkan tidah boleh dilaksanakan,” tegasnya lagi.

Kecacatan keempat adalah membawa persoalan “Sengketa Proses” Pemilu ke pengadilan negeri. Ini jelas langkah hukum yang keliru, kata Denny. Namun pengadilan negeri yang mengabulkannya, lebih keliru dan lebih mengherankan lagi.

“Kalaupun Pengadilan Negeri akan diberikan ruang untuk memutus isu perdatanya, padahal seharusnya pun tidak (quod non), maka putusannya harusnya tidak boleh berlaku umum (erga omnes) sebagaimana suatu putusan tata negara dalam hal pemilu,” katanya.

Kecacatan Kelima, kata dia, karena PN Jakarta Pusat masuk ke wilayah kerja yang bukan yurisdiksinya, maka amar ke-6nya soal putusan itupun tidak dapat dilaksanakan (non-executable).

Suatu putusan, lanjut Denny, yang dilaksanakan secara serta-merta (uitvoerbaar bivoorraad) meskipun ada perlawanan atau banding sebenarnya adalah konsep perdata (Pasal 180 HIR). Dan ini lebih terkait soal kewajiban pembayaran yang harus dilaksanakan segera agar tidak makin merugikan korban.

“Karenanya tidak tepat sama sekali diterapkan dalam perkara tata negara, apalagi dengan konsekwensi menunda pemilu. Maka, amar putusan serta-merta itu pun wajib diabaikan,” katanya.

Untuk itu, menurut Denny, KPU bukan hanya wajib mengajukan perlawanan hukum dan menyatakan banding atas putusan PN Jakarta Pusat tersebut, tetapi KPU harus terus menjalankan tahapan Pemilu tanpa terganggu.

“Jangan sampai penundaan pemilu menjadi kenyataan. Saya mendengar trisula skenario penundaan pemilu, yaitu (1) Dekrit Presiden, (2) Sidang Istimewa MPR, dan (3) Putusan MK yang memutus perubahan sistem pemilu proporsional sekaligus menunda pemilu,” kata dia.

“Apapun skenarionya, penundaan pemilu yang demikian adalah pelanggaran dan bencana konstitusi yang harus kita lawan dengan lantang, karena akan makin mengkhianati dan merusak demokrasi di tanah air,” pungkasnya.

Editor: Herlianto. A

Tags: Denny IndrayanaEks WamenkumhamPemilu 2024Penundaan Pemilu 2024PN Jakarta PusatPro-kontra Putusan PN Jakpus

Related Posts

78efda42 Da96 4433 Bdf2 E1ae48f24b00
Nasional

Menteri Agama Nasaruddin Umar Mengundurkan Diri, Kemenag Sebut Itu Hoaks

Kamis, 27 Agu 2026
Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Nasional

Cak Imin Minta BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran

Kamis, 27 Agu 2026
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden
Nasional

Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden

Kamis, 20 Agu 2026
Cegah Korupsi Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan ICW Awasi Pengadaan
Advertorial

Cegah Korupsi Sekolah Rakyat, Kemensos Libatkan ICW Awasi Pengadaan

Jumat, 24 Jul 2026
Fakta Menarik Kiprah Nanik S Deyang Bersama BGN, Putuskan Mundur Hanya 1,5 Bulan Menjabat
Nasional

Fakta Menarik Kiprah Nanik S Deyang Bersama BGN, Putuskan Mundur Hanya 1,5 Bulan Menjabat

Rabu, 22 Jul 2026
Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon
Advertorial

Kemensos dan Bank Mandiri Perkuat UMKM Desa Karanganyar dengan Bantuan Usaha Sablon

Minggu, 19 Jul 2026
Next Post
Sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Dr. Moh. Anas Kholish, M.HI (02/03/2023).

100 Difabel Antusias Ikuti Pendidikan Politik oleh Bakesbangpol Kota Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.