MALANG – Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2025 yang menjadi bagian dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 kembali menghadirkan momen bersejarah bagi perkembangan pendidikan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Salah satu peserta yang memberikan respons positif terhadap ajang ini adalah Nicholas Ardi Tirta Santa, pelajar asal SMA Santa Laurensia Alam Sutera, Tangerang Selatan, Banten. Ia menjadi satu dari 30 finalis EKKA 2025 yang bersaing memperebutkan gelar juara dalam kompetisi AI bergengsi tingkat nasional tersebut.

Menurut Nicholas, kompetisi olimpiade AI di Indonesia masih tergolong baru, namun memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi wadah pembelajaran penting bagi generasi muda.
“Olimpiade AI ini baru ya, menurut saya menarik sekali karena saya melihat di banyak tempat dan juga banyak sumber, AI bisa dikembangkan lebih besar di masa depan. Ini sangat berguna untuk anak-anak zaman sekarang agar bisa belajar konsep AI dan membuat AI sendiri,” ujar Nicholas kepada Tugumalang.id, Kamis (9/10/2025).
Nicholas berharap EKKA 2025 dapat terus menjadi bagian dari OSN di masa mendatang. Ia menilai bahwa keberadaan kompetisi AI di tingkat nasional sangat penting untuk memperluas wawasan dan pemahaman pelajar terhadap dunia kecerdasan buatan.
“Semoga ekshibisi AI ini bisa terus dikembangkan menjadi satu bidang OSN yang baru, supaya lebih dikenal luas dan banyak orang bisa ikut. Dengan begitu, mereka juga bisa memahami bagaimana cara membuat dan memanfaatkan AI,” tambahnya.
Selain kompetisi, Nicholas juga mengungkapkan kesannya selama mengikuti rangkaian kegiatan EKKA 2025 di Kota Malang.
“Udaranya sejuk, pemandangannya bagus, dan orang-orangnya ramah. Suasana di sini sangat mendukung untuk belajar dan berkompetisi,” ujarnya.
30 Finalis Bersaing Rebut 12 Medali Bergengsi
Sebanyak 30 finalis EKKA 2025 akan memperebutkan 12 medali, yang terdiri dari 2 medali emas, 4 medali perak, dan 6 medali perunggu. Para pemenang akan diumumkan dalam closing ceremony yang digelar di Theater Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada hari ini.
EKKA 2025 juga menjadi pintu gerbang bagi generasi muda Indonesia menuju kompetisi AI internasional, yakni International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI).
Baca juga: ParagonCorp Dukung Pengembangan Talenta Digital Indonesia Lewat Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial 2025
Dukungan Penuh dari Industri dan Akademisi
Terselenggaranya EKKA 2025 mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dunia industri maupun akademisi, antara lain Microsoft, ParagonCorp, RADYALABS, Cakrawala University, Achmad Zaky Foundation, SIRCLO, Alkademi, Bharabas Media Group, Tugu Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Melalui kegiatan ini, OSN 2025 dan EKKA 2025 diharapkan mampu memperkuat peran pendidikan sains dan teknologi di Indonesia, serta menumbuhkan semangat inovasi di bidang kecerdasan buatan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Caption Foto: Para peserta begitu bersemangat menunjukkan inovasi terbaiknya dalam kompetisi kecerdasan artifisial EKKA 2025, bagian dari OSN 2025. /Foto: Tugumalang.id/Husni.
Deskripsi Meta:Keyword:





























