Tugumalang.id – Willey Aerton Wowor, remaja pelajar asal SMAN 2 Bitung, Sulawesi Utara mengaku tak terpikir bisa lolos menjadi finalis Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA 2025) di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN 2025).
Willey sendiri menjadi 1 dari 30 finalis EKKA 2025 yang akan memperebutkan gelar juara kompetisi AI bergengsi tingkat nasional ini. Willey sendiri juga tercatat sebagai finalis paling jauh dari finalis lainnya yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Bitung, Kabupaten Sulawesi Utara.
Baca Juga: Mendominasi, 1.338 Siswa SMA/SMK Jatim Lolos Seleksi Peserta OSN Provinsi 2025
Kepada tugumalang.id, remaja kelas XII IPA ini mengaku bangga sebagai satu-satunya putra daerah yang mewakili Bitung di ajang perdana EKKA di OSN 2025. Sebelumnya, ada 2 orang yang mengikuti fase seleksi EKKA dari sekolahnya. Namun hanya ia saja yang lolos.
”Bangga banget bisa mewakili sekolah, bawa nama Bitung. Ini jadi yang pertama kali saya ikut OSN 2025 di bidang AI selama sekolah SMA,” kata Willey, Rabu (8/10/2025).
Ia menuturkan akan mengerahkan kemampuan terbaiknya di ajang final EKKA 2025 ini dengan ikut memasang target bisa masuk di peringkat 10 besar minimal. ”Maksimal semoga bisa masuk 5 besar. Ini agak grogi, tapi optimistis saja lah,” ujarnya.
Baca Juga: Mendominasi, 1.338 Siswa SMA/SMK Jatim Lolos Seleksi Peserta OSN Provinsi 2025
Sebelum berangkat sini, ia mengaku terus belajar baik dengan pendampingan sekolah maupun secara otodidak di saat luang. Willey mengaku bermimpi bisa meraih peringkat 5 besar di ajang perdananya di bidang AI ini.
”Udah berangkat jauh kan capek, semoga mimpinya bisa keturutan,” ujarnya.
Sempat Depresi Tak Lolos, Finalis asal Malang Bawa Misi Revenge Pembuktian Diri
Selain Willey, juga ada Lintang Gani Arifin yang ikut mewakili kontingen tuan rumah Kota Malang dalam ajang EKKA 2025 ini. Remaja kelas XI MAN 2 Kota Malang ini mengaku berangkat dengan tekad penuh dan percaya diri demi pembuktian diri.
Lintang mengaku sebelumnya mengikuti seleksi OSN 2025 ini di bidang informatika. Namun ia kalah dengan temannya. Melihat hasil itu, ia bahkan sempat depresi. Namun ketika mendengar ada seleksi EKKA 2025 ini, ia mendaftar dan berhasil lolos seleksi.
”Sempat depresi waktu itu, sekarang akhirnya bisa lolos di kompetisi AI ini. Jadinya saya bawa misi revenge (balas dendam, red) di sini untuk pembuktian diri biar semangat lagi,” kisahnya.
Meski begitu, ia tak ingin memasang target tinggi karena ini menjadi kompetisi AI pertamanya. Namun setidaknya, ia menargetkan untuk meraih medali untuk membawa harum nama sekolahnya. ”Medali apa pun gas!,” tekadnya.
Seperti diketahui, ajang EKKA 2025 ini telah resmi dimulai. Lomba berlangsung pada Rabu (8/10/2025). Ekshibisi ini bukan kaleng-kaleng karena menjadi gerbang resmi menuju IOAI (International Olympiad in Artificial Intelligence) dan panggung mengasah kompetisi AI generasi muda di Indonesia.
Total ke-30 finalis akan memperebutkan total 12 medali terdiri dari 2 medali emas, 4 medali perak dan 6 medali perunggu. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada Kamis (9/10/2025) di Dome UMM.
Selain itu, dalam ekshibisi ini juga menggelar forum berbagi praktik baik bagi para guru di Malang Raya bertajuk Program Microsoft Elevate pada Kamis (9/10/2025).
Forum Teacher Convening ini digelar berkolaborasi dengan Alkademi dan berbagai mitra lain seperti BPTI, Kemendikdasmen, TOKI dan Tugu Media Group.
Forum ini menjadi wadah berbagi praktik baik untuk meningkatkan kompetensi guru bidang informatika di seluruh sekolah di Malang Raya.
Ditargetkan guru peserta yang ikut bisa mencapai 1.000 orang. Juga dilanjutkan dengan berbagai workshop dan seminar mengundang para pelaku pendidikan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A





























