Ke depan, pihaknya bersama masyarakat Desa Gunungsari akan terus mengembangkan desa-desa wisata lain di sekitar sana yang juga menyimpan potensi besar. Dusun Brau sendiri, kata Arief akan dijadikan destinasi wisata terpadu dengan memadukan peternakan, pertanian, dan olahan susu.
”Saya harap Dusun Brau bisa jadi the next ikon wisata di Kota Batu dan menarik wisatawan untuk datang kesini meski lokasinya agak terpencil,” harap Arief.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengapresiasi atas komitmen Dinas Pariwisata dan masyarakat Dusun Brau untuk meningkatkan ekonomi pariwisata di Kota Batu.
Dengan melihat kesungguhan ini, Pemkot akan menunjangnya dengan dukungan infrastruktur atau pembangunan patung-patung sapi ikonik. Tak hanya itu dia berharap pengembangan wisata di desa sekitarnya juga merata.
”Potensinya masih besar kan ada Goa Pandawa, Kampung Papua, Wisata Paralayang, Petik Mawar. Itu semua bisa digarap. Saya optimis bisa menjadi destinasi unggulan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Sebagai informasi, Dusun Brau sendiri sudah diproklamirkan menjadi Wisata Edukasi Susu Sapi Perah sejak setahun lalu. Dusun ini memproduksi susu berkualitas tinggi yang tidak hanya dikonsumsi warga Kota apel ini dan Malang, namun juga digemari warga Pulau Dewata Bali bahkan mancangera. Nanti akan dikembangkan juga ke arah pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas.
Reporter: Ulul Azmy
Editor: Jatmiko





























