Senin, Oktober 12, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Tragis! Warga Malang Kehilangan Ibu Usai Divonis Tumor Otak, BPJS Kesehatan Tak Bisa Dipakai

Redaksi by Redaksi
September 10, 2025 3:17 pm
in News
BPJS Kesehatan Malang

Ilustrasi (pixabay)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Kesedihan mendalam dirasakan Stella, warga Kota Malang, setelah sang ibu meninggal dunia usai divonis tumor otak. Ironisnya, selama proses perawatan di rumah sakit, ibunya tak bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan, meski iuran rutin sebesar Rp150 ribu per bulan selalu dibayarkan.

Alhasil, keluarga Stella harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah untuk biaya rumah sakit. “Sudah habis sekitar Rp35 juta, padahal tiap bulan kami selalu setor iuran BPJS. Tapi ternyata tidak bisa dipakai,” ungkap Stella pilu.

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Kronologi Awal: Dari Demam hingga CT Scan

Kisah itu bermula pada 1 Agustus 2025, ketika ibu Stella mengalami demam tinggi dan tak sadarkan diri. Ia pun dilarikan ke RS Panti Waluya Sawahan (RKZ) Malang. Namun, pihak Instalasi Gawat Darurat (IGD) menyatakan kondisi sang ibu tidak masuk kategori gawat darurat sehingga BPJS Kesehatan tidak bisa digunakan.

Tak punya pilihan, Stella menandatangani persetujuan agar ibunya dirawat sebagai pasien umum. “Saya awam, tidak tahu definisi gawat darurat menurut BPJS seperti apa. Tapi kondisi mama waktu itu sudah lemas dan tidak ada respon,” jelasnya.

Baca juga: Ini Sederet Penyakit yang Tidak Dikover BPJS Kesehatan

Di IGD, sang ibu hanya diberi obat penurun panas. Bahkan infus baru diberikan setelah keluarga meminta secara khusus. Biaya awal yang harus dikeluarkan mencapai Rp10,5 juta untuk tes darah, CT Scan, MRI, serta infus.

Tumor Otak Ditemukan, BPJS Kesehatan Tetap Ditolak

Hasil pemeriksaan MRI akhirnya menunjukkan adanya tumor di otak. Keluarga pun meminta perawatan lebih lanjut menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, pihak rumah sakit menolak.

“Dokter bilang, karena sudah masuk sebagai pasien umum, maka sampai selesai harus tetap pasien umum. Tidak bisa beralih ke BPJS,” ujar Stella kecewa.

Ia bahkan sempat diminta menandatangani surat penolakan penggunaan BPJS, termasuk mengubah alasan rawat inap atas permintaan admin rumah sakit.

Akhir Tragis: Tagihan Rp35 Juta, Nyawa Tak Terselamatkan

Meski berusaha keras, kondisi ibu Stella terus menurun. Pada 11 Agustus 2025, sang ibu menghembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut.

Keluarga harus menanggung biaya rawat inap dan tindakan medis hingga mencapai Rp35 juta. “Saya masih beruntung bisa membayar. Tapi bagaimana nasib orang lain yang tidak mampu?” ucap Stella dengan nada getir.

Baca juga: Hati-Hati Penipuan Atas Nama BPJS Kesehatan, Ada Modus Terbaru

Harapan: Akses BPJS Lebih Mudah dan Ramah Pasien

Stella berharap pemerintah dan pihak terkait benar-benar memperbaiki prosedur layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit. Menurutnya, pasien dan keluarga sudah cukup terbebani dengan kondisi sakit, sehingga seharusnya akses layanan tidak dipersulit dengan aturan kaku.

“Kalau sistemnya seperti ini terus, bagaimana dengan masyarakat yang benar-benar tidak mampu? Jangan sampai ada lagi keluarga yang mengalami hal serupa,” tegasnya.

Kasus yang dialami Stella bukan satu-satunya. Keluhan warga terkait sulitnya penggunaan BPJS Kesehatan di Malang juga sudah mencuat dalam sidang paripurna DPRD Kota Malang, menandakan adanya persoalan serius dalam implementasi layanan kesehatan bagi masyarakat.

Merespon keluhan yang ada, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Malang, Roy Winandra Putra menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keluhan peserta BPJS Kesehatan soal rumah sakit yang tak memberikan layanan kesehatan yang tak sesuai harapan juga masih bermunculan di Kota Malang.

“Terkait pelayanan di rumah sakit, selama ini memang ada yang diterima dengan baik. Tetapi ada yang tidak sesuai juga, nah kalau rumah sakit seperti itu kan orientasinya profit,” ucapnya.

BPJS Kesehatan Akan Sidak Pastikan Layanan

Melihat kondisi ini, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan sidak ke semua rumah sakit di Kota Malang untuk memastikan pelayanan bagi pasien peserta BPJS Kesehatan benar benar berjalan dengan baik.

“Kami rencananya akan sidak langsung ke rumah sakit terkait pelayanan di rumah sakit bagi peserta BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Jika ditemukan bukti rumah sakit tak memberikan layanan kesehatan dengan baik sesuai aturan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan, maka pihaknya akan melakukan tindakan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: bpjs kesehatanBPJS Kesehatan Malangkeluhan BPJS Kesehatan.warga Malang tak bisa pakai BPJS Kesehatan

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Burung merpati menghiasi Kota Makkah dengan latar belakang zam zam tower. Foto: irham thoriq

Foto: Kota Makkah di Kala Senja (21)

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.