Jumat, Juli 10, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Tragis! Warga Malang Kehilangan Ibu Usai Divonis Tumor Otak, BPJS Kesehatan Tak Bisa Dipakai

Redaksi by Redaksi
September 10, 2025 3:17 pm
in News
BPJS Kesehatan Malang

Ilustrasi (pixabay)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Kesedihan mendalam dirasakan Stella, warga Kota Malang, setelah sang ibu meninggal dunia usai divonis tumor otak. Ironisnya, selama proses perawatan di rumah sakit, ibunya tak bisa memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan, meski iuran rutin sebesar Rp150 ribu per bulan selalu dibayarkan.

Alhasil, keluarga Stella harus merogoh kocek hingga puluhan juta rupiah untuk biaya rumah sakit. “Sudah habis sekitar Rp35 juta, padahal tiap bulan kami selalu setor iuran BPJS. Tapi ternyata tidak bisa dipakai,” ungkap Stella pilu.

READ ALSO

Empat Spesies Baru Kumbang Ditemukan di UB Forest Jawa Timur, Satu Diabadikan dengan Nama Brawijaya

Kelompok Homoseksual Sumbang Kasus HIV Baru di Kota Batu Tahun 2026

Kronologi Awal: Dari Demam hingga CT Scan

Kisah itu bermula pada 1 Agustus 2025, ketika ibu Stella mengalami demam tinggi dan tak sadarkan diri. Ia pun dilarikan ke RS Panti Waluya Sawahan (RKZ) Malang. Namun, pihak Instalasi Gawat Darurat (IGD) menyatakan kondisi sang ibu tidak masuk kategori gawat darurat sehingga BPJS Kesehatan tidak bisa digunakan.

Tak punya pilihan, Stella menandatangani persetujuan agar ibunya dirawat sebagai pasien umum. “Saya awam, tidak tahu definisi gawat darurat menurut BPJS seperti apa. Tapi kondisi mama waktu itu sudah lemas dan tidak ada respon,” jelasnya.

Baca juga: Ini Sederet Penyakit yang Tidak Dikover BPJS Kesehatan

Di IGD, sang ibu hanya diberi obat penurun panas. Bahkan infus baru diberikan setelah keluarga meminta secara khusus. Biaya awal yang harus dikeluarkan mencapai Rp10,5 juta untuk tes darah, CT Scan, MRI, serta infus.

Tumor Otak Ditemukan, BPJS Kesehatan Tetap Ditolak

Hasil pemeriksaan MRI akhirnya menunjukkan adanya tumor di otak. Keluarga pun meminta perawatan lebih lanjut menggunakan BPJS Kesehatan. Namun, pihak rumah sakit menolak.

“Dokter bilang, karena sudah masuk sebagai pasien umum, maka sampai selesai harus tetap pasien umum. Tidak bisa beralih ke BPJS,” ujar Stella kecewa.

Ia bahkan sempat diminta menandatangani surat penolakan penggunaan BPJS, termasuk mengubah alasan rawat inap atas permintaan admin rumah sakit.

Akhir Tragis: Tagihan Rp35 Juta, Nyawa Tak Terselamatkan

Meski berusaha keras, kondisi ibu Stella terus menurun. Pada 11 Agustus 2025, sang ibu menghembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut.

Keluarga harus menanggung biaya rawat inap dan tindakan medis hingga mencapai Rp35 juta. “Saya masih beruntung bisa membayar. Tapi bagaimana nasib orang lain yang tidak mampu?” ucap Stella dengan nada getir.

Baca juga: Hati-Hati Penipuan Atas Nama BPJS Kesehatan, Ada Modus Terbaru

Harapan: Akses BPJS Lebih Mudah dan Ramah Pasien

Stella berharap pemerintah dan pihak terkait benar-benar memperbaiki prosedur layanan BPJS Kesehatan di rumah sakit. Menurutnya, pasien dan keluarga sudah cukup terbebani dengan kondisi sakit, sehingga seharusnya akses layanan tidak dipersulit dengan aturan kaku.

“Kalau sistemnya seperti ini terus, bagaimana dengan masyarakat yang benar-benar tidak mampu? Jangan sampai ada lagi keluarga yang mengalami hal serupa,” tegasnya.

Kasus yang dialami Stella bukan satu-satunya. Keluhan warga terkait sulitnya penggunaan BPJS Kesehatan di Malang juga sudah mencuat dalam sidang paripurna DPRD Kota Malang, menandakan adanya persoalan serius dalam implementasi layanan kesehatan bagi masyarakat.

Merespon keluhan yang ada, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Cabang Malang, Roy Winandra Putra menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keluhan peserta BPJS Kesehatan soal rumah sakit yang tak memberikan layanan kesehatan yang tak sesuai harapan juga masih bermunculan di Kota Malang.

“Terkait pelayanan di rumah sakit, selama ini memang ada yang diterima dengan baik. Tetapi ada yang tidak sesuai juga, nah kalau rumah sakit seperti itu kan orientasinya profit,” ucapnya.

BPJS Kesehatan Akan Sidak Pastikan Layanan

Melihat kondisi ini, pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan sidak ke semua rumah sakit di Kota Malang untuk memastikan pelayanan bagi pasien peserta BPJS Kesehatan benar benar berjalan dengan baik.

“Kami rencananya akan sidak langsung ke rumah sakit terkait pelayanan di rumah sakit bagi peserta BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Jika ditemukan bukti rumah sakit tak memberikan layanan kesehatan dengan baik sesuai aturan kepada pasien peserta BPJS Kesehatan, maka pihaknya akan melakukan tindakan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko

Tags: bpjs kesehatanBPJS Kesehatan Malangkeluhan BPJS Kesehatan.warga Malang tak bisa pakai BPJS Kesehatan

Related Posts

Empat Spesies Baru Kumbang Ditemukan di UB Forest Jawa Timur, Satu Diabadikan dengan Nama Brawijaya
News

Empat Spesies Baru Kumbang Ditemukan di UB Forest Jawa Timur, Satu Diabadikan dengan Nama Brawijaya

Kamis, 9 Jul 2026
1465a067 D08c 420d 9740 857d4b6871c6
News

Kelompok Homoseksual Sumbang Kasus HIV Baru di Kota Batu Tahun 2026

Kamis, 9 Jul 2026
BPBD Kabupaten Malang Siap Hadapi Kemungkinan Erupsi Gunung Kelud
News

BPBD Kabupaten Malang Siap Hadapi Kemungkinan Erupsi Gunung Kelud

Kamis, 9 Jul 2026
PJT I Gaungkan Edukasi Penyelamatan Sumber Daya Air Lewat Selorejo Run Challenge 2026, Catat Jadwalnya!
News

PJT I Gaungkan Edukasi Penyelamatan Sumber Daya Air Lewat Selorejo Run Challenge 2026, Catat Jadwalnya!

Kamis, 9 Jul 2026
Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting
News

Anak Muda dan Pengasuh Pesantren di Malang Berkumpul Jelang Muktamar NU, Hasilkan 9 Seruan Moral yang Penting

Kamis, 9 Jul 2026
Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek
News

Kebakaran Rumah di Pakisaji Malang Diduga Berawal dari Anak Bermain Korek

Kamis, 9 Jul 2026
Next Post
Burung merpati menghiasi Kota Makkah dengan latar belakang zam zam tower. Foto: irham thoriq

Foto: Kota Makkah di Kala Senja (21)

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.