Kota Batu, Tugumalang.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memantau ketat peredaran makanan dan minuman (mamin) di pasar takjil guna memastikan seluruh produk yang dijual aman dikonsumsi masyarakat. Sejumlah titik pasar takjil yang telah beroperasi di Kota Batu kini berada dalam pengawasan intensif petugas Dinkes.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Muda Dinkes Kota Batu, Esty Setya Windari, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengambil sampel berbagai menu yang dijual pedagang. Langkah ini merupakan upaya preventif untuk menekan risiko keracunan pangan selama Ramadan.
Berdasarkan pemetaan, pusat pasar takjil tersebar di lima wilayah kerja Puskesmas Kota Batu, antara lain:
Jalan Samadi, Desa Pesanggrahan
Pusdik Pendem
Balai Desa Junrejo
Desa Tlekung
Desa Oro-oro Ombo
Stadion Gelora Brantas
Kecamatan Bumiaji
Pengambilan Sampel dan Uji Klinis Selama Dua Hari
Pengambilan sampel dilakukan selama dua hari, yakni 24–25 Februari. Petugas mengambil berbagai jenis makanan dan minuman takjil untuk diuji secara klinis. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan secara visual, tetapi juga menggunakan alat uji cepat (rapid test kit) untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan kimia berbahaya.
“Ada 4 parameter kimia yang jadi fokus pengawasan, yakni metanil yellow, boraks, formalin, dan rhodamin B. Zat-zat ini memang kerap disalahgunakan untuk mempercantik tampilan makanan atau memperpanjang masa simpan secara ilegal,” jelas Esty, Minggu (1/3/2026).
Baca juga: Dinkes Kota Batu Jemput Bola Lakukan Skrining di Kantong-kantong TBC
Selain pengujian kimia, petugas juga melakukan pemeriksaan bakteriologis untuk mendeteksi keberadaan bakteri Escherichia coli (E. coli). Keberadaan bakteri ini menjadi indikator kebersihan air serta higienitas dalam proses pengolahan makanan.
Mekanisme Penindakan Bertahap dan Edukasi Pedagang
Esty menegaskan, mekanisme penindakan dilakukan secara bertahap. Apabila ditemukan indikasi bahan berbahaya, petugas tidak serta-merta melakukan penyitaan, melainkan melakukan uji ulang terlebih dahulu.
Jika hasil uji ulang masih menunjukkan ketidaksesuaian, pemeriksaan akan dilanjutkan ke tahap uji penegakan di laboratorium. Pendekatan ini dilakukan agar penindakan lebih akurat, sekaligus tetap mengedepankan pembinaan kepada pedagang.
“Pengawasan rutin ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha agar lebih selektif memilih bahan baku serta menjaga kebersihan proses produksi. Harapannya, masyarakat bisa menikmati takjil dengan rasa aman selama Ramadan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko





























