Sabtu, Oktober 24, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Ruang Cendekia

Digital Twin: Sentuhan Teknologi LiDAR Menyelamatkan Memori Sejarah Sumbawa

Redaksi by Redaksi
Januari 2, 2026 9:02 am
in Ruang Cendekia
Luh Kadek Dera Erlinda, Mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Angkatan 2022. Foto/dok ITN Malang

Luh Kadek Dera Erlinda, Mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Angkatan 2022. Foto/dok ITN Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Luh Kadek Dera Erlinda*

Tugumalang.id – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, kita kerap lupa bahwa jati diri sebuah daerah tidak hanya dibentuk oleh gedung-gedung baru yang menjulang, tetapi juga oleh bangunan lama yang menyimpan jejak sejarah dan ingatan kolektif masyarakatnya.

READ ALSO

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu wilayah yang kaya akan warisan arsitektur kayu, mulai dari rumah adat, istana kesultanan, hingga bangunan pemerintahan tradisional yang menjadi simbol kejayaan Kesultanan Sumbawa.

Sayangnya, warisan ini terus berada dalam tekanan waktu, cuaca tropis, dan sifat material kayu yang rentan lapuk serta berubah bentuk seiring usia.

Baca Juga: Semarak Natal 2025 Gereja St. Thomas Aquinas ITN Malang: Menghadirkan Keselamatan dalam Keluarga

Di sinilah teknologi hadir, bukan untuk menggantikan budaya, melainkan untuk menjaganya tetap hidup. Melalui pendekatan Scan-to-BIM, berbagai teknologi mutakhir seperti LiDAR, fotogrametri, GNSS, SLAM, dan pemodelan digital digunakan untuk mendokumentasikan tiga bangunan bersejarah di Sumbawa Besar, yakni Bala Datu Ranga, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Puti.

Hasilnya bukan sekadar visual tiga dimensi, melainkan representasi digital dengan ketelitian hingga tingkat milimeter yang dapat dijadikan fondasi penting bagi upaya pelestarian jangka panjang.

Presisi Digital: Melampaui Dokumentasi Manual

Menariknya, pendekatan ini tidak hanya berbicara soal kecepatan pengukuran bangunan. Ia menandai perubahan cara pandang terhadap pelestarian warisan budaya.

Salah satu tampilan Teknologi LiDAR. Foto/dok ITN Malang
Salah satu tampilan Teknologi LiDAR. Foto/dok ITN Malang

Jika dulu dokumentasi dilakukan secara manual, terbatas, dan sering kali tidak menyeluruh, kini setiap sudut bangunan termasuk kolong rumah panggung, sambungan kayu, hingga detail struktur atap dapat direkam dengan padat dan presisi tinggi.

Sebagai contoh, atap Bala Datu Ranga berhasil dipindai dengan kepadatan lebih dari 136 ribu titik per meter persegi. Ini bukan sekadar kumpulan angka, melainkan memori budaya yang disimpan dalam bentuk digital.

Istana Dalam Loka, bangunan kayu terbesar dan paling kompleks di Sumbawa, menjadi bukti nyata bagaimana teknologi mampu menembus batas yang sebelumnya sulit dicapai.

Dengan menggabungkan Terrestrial Laser Scanner (TLS), SLAM, dan foto udara. Seluruh elemen bangunan dari atap bertingkat, deretan kolom panjang, hingga detail ukiran dapat direkam tanpa area kosong.

Baca Juga: Grand Final Duta Kampus ITN Malang 2025 Soroti Generasi Berdaya Saing Global

Lebih jauh lagi, analisis geometrik mengungkap adanya kemiringan struktur akibat faktor usia, sebuah informasi yang sangat penting bagi restorasi berbasis data, bukan sekadar perkiraan visual.

H-BIM: Jembatan Masa Lalu dan Masa Depan

Seluruh data hasil pemindaian kemudian dilebur ke dalam model H-BIM (Heritage Building Information Modeling) sebuah digital twin dari bangunan nyata. Pendekatan ini secara nyata menghapus batas antara dunia arsitektur, teknologi geospasial, dan pelestarian budaya.

Model H-BIM memungkinkan pemantauan perubahan struktur dari waktu ke waktu, simulasi risiko kebencanaan, hingga penyusunan strategi konservasi berbasis bukti ilmiah.

Keberhasilan ini merujuk pada riset Tim Peneliti Geodesi S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang berkolaborasi dengan Leica Geosystem Indonesia, PT Indonav, Gintec, dan PT Amertha Geospasial Indonesia.

Studi bertajuk “A Multi-Sensor LiDAR–Photogrammetry Workflow for 3D Documentation of Sumbawa Besar Heritage Sites Toward H-BIM Development” ini menegaskan bahwa penggunaan TLS adalah kebutuhan mendesak bagi bangunan kayu yang rentan deformasi.

Tantangan dan Harapan

Namun, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian yakni teknologi ini tidak seharusnya hanya berhenti di tangan para ahli.

Ketika model H-BIM diintegrasikan dengan WebGIS atau platform visual interaktif, masyarakat umum, pelajar, hingga wisatawan dapat ikut mengakses dan memahami nilai sejarah bangunan tersebut.

Jika suatu hari bangunan kayu ini tak lagi bertahan akibat usia atau bencana, setidaknya kita tidak hanya mewariskan foto buram atau cerita yang tercerai-berai, melainkan arsip digital yang utuh dan dapat dipelajari lintas generasi.

Sangat disayangkan jika data seakurat dan sedetail ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah daerah seharusnya menjadikan data H-BIM sebagai blueprint utama dalam setiap kebijakan restorasi dan pengelolaan cagar budaya.

Tanpa integrasi ke dalam perencanaan dan kebijakan nyata, teknologi secanggih apapun berisiko berhenti sebagai proyek dokumentasi semata.

Penutup

Masa depan pelestarian warisan budaya tidak lagi hanya bertumpu pada pengrajin kayu, tapi juga pada insinyur geospasial, dan teknolog digital. Teknologi dan budaya bukan dua dunia yang saling bertentangan.

Justru ketika keduanya berjalan bersama, kita dapat membangun jembatan kuat antara masa lalu dan masa depan. Dalam konteks Sumbawa, jembatan itu tersusun dari jutaan titik digital yang merekam setiap serat kayu, setiap kemiringan tiang, dan setiap jejak sejarah yang tak boleh hilang ditelan zaman.

Catatan: Opini ini didasarkan pada riset Luh Kadek Dera Erlinda yang berhasil meraih penghargaan Best Paper pada The 1st International Conference on Data Science and Geoinformatics (ICDSG) 2025 di Bali dan telah dipublikasikan pada jurnal IEEE Indonesia Section.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah Mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Angkatan 2022.

Editor: Herlianto. A

Tags: Digital TwinITN MalangLidarSumbawa

Related Posts

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama
Ruang Cendekia

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

Sabtu, 24 Okt 2026
Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Sepuluh Tahun Menanam, Enam Puluh Lima Tahun Menaungi: Refleksi FKIK untuk UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Sabtu, 24 Okt 2026
Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
Ruang Cendekia

Insinyur Ulul Albab: Meneguhkan Peran Rekayasa dalam 65 Tahun UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Jumat, 23 Okt 2026
Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan
Ruang Cendekia

Bahasa Arab dan Ekosistem Keilmuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: Menjaga Warisan, Merawat Keunggulan

Jumat, 23 Okt 2026
Dosen Pascasarjana Universitas Raden Rahmat Malang, Dr. Aries Musnandar, M.Pd. /Foto: Dok.
Ruang Cendekia

Merawat Akar Pesantren, Menguatkan Masa Depan Bangsa

Kamis, 22 Okt 2026
Dari Kamar Santri Menuju Pengabdian kepada Negeri
Ruang Cendekia

Dari Kamar Santri Menuju Pengabdian kepada Negeri

Kamis, 22 Okt 2026
Next Post
Informasi prakiraan cuaca Malang, terutama di Kota Malang pada hari Jumat, 2 Januari 2026 yang kondisinya cukup bervariasi. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 2 Januari 2026: Kondisi Cukup Bervariasi dari Berawan hingga Hujan Ringan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.