Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Digital Twin: Sentuhan Teknologi LiDAR Menyelamatkan Memori Sejarah Sumbawa

Redaksi by Redaksi
Januari 2, 2026 9:02 am
in Catatan
Luh Kadek Dera Erlinda, Mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Angkatan 2022. Foto/dok ITN Malang

Luh Kadek Dera Erlinda, Mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Angkatan 2022. Foto/dok ITN Malang

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh: Luh Kadek Dera Erlinda*

Tugumalang.id – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, kita kerap lupa bahwa jati diri sebuah daerah tidak hanya dibentuk oleh gedung-gedung baru yang menjulang, tetapi juga oleh bangunan lama yang menyimpan jejak sejarah dan ingatan kolektif masyarakatnya.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) adalah salah satu wilayah yang kaya akan warisan arsitektur kayu, mulai dari rumah adat, istana kesultanan, hingga bangunan pemerintahan tradisional yang menjadi simbol kejayaan Kesultanan Sumbawa.

Sayangnya, warisan ini terus berada dalam tekanan waktu, cuaca tropis, dan sifat material kayu yang rentan lapuk serta berubah bentuk seiring usia.

Baca Juga: Semarak Natal 2025 Gereja St. Thomas Aquinas ITN Malang: Menghadirkan Keselamatan dalam Keluarga

Di sinilah teknologi hadir, bukan untuk menggantikan budaya, melainkan untuk menjaganya tetap hidup. Melalui pendekatan Scan-to-BIM, berbagai teknologi mutakhir seperti LiDAR, fotogrametri, GNSS, SLAM, dan pemodelan digital digunakan untuk mendokumentasikan tiga bangunan bersejarah di Sumbawa Besar, yakni Bala Datu Ranga, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Puti.

Hasilnya bukan sekadar visual tiga dimensi, melainkan representasi digital dengan ketelitian hingga tingkat milimeter yang dapat dijadikan fondasi penting bagi upaya pelestarian jangka panjang.

Presisi Digital: Melampaui Dokumentasi Manual

Menariknya, pendekatan ini tidak hanya berbicara soal kecepatan pengukuran bangunan. Ia menandai perubahan cara pandang terhadap pelestarian warisan budaya.

Salah satu tampilan Teknologi LiDAR. Foto/dok ITN Malang
Salah satu tampilan Teknologi LiDAR. Foto/dok ITN Malang

Jika dulu dokumentasi dilakukan secara manual, terbatas, dan sering kali tidak menyeluruh, kini setiap sudut bangunan termasuk kolong rumah panggung, sambungan kayu, hingga detail struktur atap dapat direkam dengan padat dan presisi tinggi.

Sebagai contoh, atap Bala Datu Ranga berhasil dipindai dengan kepadatan lebih dari 136 ribu titik per meter persegi. Ini bukan sekadar kumpulan angka, melainkan memori budaya yang disimpan dalam bentuk digital.

Istana Dalam Loka, bangunan kayu terbesar dan paling kompleks di Sumbawa, menjadi bukti nyata bagaimana teknologi mampu menembus batas yang sebelumnya sulit dicapai.

Dengan menggabungkan Terrestrial Laser Scanner (TLS), SLAM, dan foto udara. Seluruh elemen bangunan dari atap bertingkat, deretan kolom panjang, hingga detail ukiran dapat direkam tanpa area kosong.

Baca Juga: Grand Final Duta Kampus ITN Malang 2025 Soroti Generasi Berdaya Saing Global

Lebih jauh lagi, analisis geometrik mengungkap adanya kemiringan struktur akibat faktor usia, sebuah informasi yang sangat penting bagi restorasi berbasis data, bukan sekadar perkiraan visual.

H-BIM: Jembatan Masa Lalu dan Masa Depan

Seluruh data hasil pemindaian kemudian dilebur ke dalam model H-BIM (Heritage Building Information Modeling) sebuah digital twin dari bangunan nyata. Pendekatan ini secara nyata menghapus batas antara dunia arsitektur, teknologi geospasial, dan pelestarian budaya.

Model H-BIM memungkinkan pemantauan perubahan struktur dari waktu ke waktu, simulasi risiko kebencanaan, hingga penyusunan strategi konservasi berbasis bukti ilmiah.

Keberhasilan ini merujuk pada riset Tim Peneliti Geodesi S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang berkolaborasi dengan Leica Geosystem Indonesia, PT Indonav, Gintec, dan PT Amertha Geospasial Indonesia.

Studi bertajuk “A Multi-Sensor LiDAR–Photogrammetry Workflow for 3D Documentation of Sumbawa Besar Heritage Sites Toward H-BIM Development” ini menegaskan bahwa penggunaan TLS adalah kebutuhan mendesak bagi bangunan kayu yang rentan deformasi.

Tantangan dan Harapan

Namun, ada satu hal penting yang sering luput dari perhatian yakni teknologi ini tidak seharusnya hanya berhenti di tangan para ahli.

Ketika model H-BIM diintegrasikan dengan WebGIS atau platform visual interaktif, masyarakat umum, pelajar, hingga wisatawan dapat ikut mengakses dan memahami nilai sejarah bangunan tersebut.

Jika suatu hari bangunan kayu ini tak lagi bertahan akibat usia atau bencana, setidaknya kita tidak hanya mewariskan foto buram atau cerita yang tercerai-berai, melainkan arsip digital yang utuh dan dapat dipelajari lintas generasi.

Sangat disayangkan jika data seakurat dan sedetail ini tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah daerah seharusnya menjadikan data H-BIM sebagai blueprint utama dalam setiap kebijakan restorasi dan pengelolaan cagar budaya.

Tanpa integrasi ke dalam perencanaan dan kebijakan nyata, teknologi secanggih apapun berisiko berhenti sebagai proyek dokumentasi semata.

Penutup

Masa depan pelestarian warisan budaya tidak lagi hanya bertumpu pada pengrajin kayu, tapi juga pada insinyur geospasial, dan teknolog digital. Teknologi dan budaya bukan dua dunia yang saling bertentangan.

Justru ketika keduanya berjalan bersama, kita dapat membangun jembatan kuat antara masa lalu dan masa depan. Dalam konteks Sumbawa, jembatan itu tersusun dari jutaan titik digital yang merekam setiap serat kayu, setiap kemiringan tiang, dan setiap jejak sejarah yang tak boleh hilang ditelan zaman.

Catatan: Opini ini didasarkan pada riset Luh Kadek Dera Erlinda yang berhasil meraih penghargaan Best Paper pada The 1st International Conference on Data Science and Geoinformatics (ICDSG) 2025 di Bali dan telah dipublikasikan pada jurnal IEEE Indonesia Section.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

*Penulis adalah Mahasiswa Teknik Geodesi S-1 ITN Malang, Angkatan 2022.

Editor: Herlianto. A

Tags: Digital TwinITN MalangLidarSumbawa

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Informasi prakiraan cuaca Malang, terutama di Kota Malang pada hari Jumat, 2 Januari 2026 yang kondisinya cukup bervariasi. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Prakiraan Cuaca Malang Jumat 2 Januari 2026: Kondisi Cukup Bervariasi dari Berawan hingga Hujan Ringan

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.