Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Dibalik Kisah Lahirnya Bahasa Walikan Khas Arema

Redaksi by Redaksi
Januari 24, 2021 8:32 pm
in Asli Malang
Kota Malang pada Agresi Belanda II

Suasana di sejumlah sudut Kota Malang saat Agresi Militer II Belanda 1949. Foto : Dokumen. Source : Tawangsari Kampoeng Sedjarah

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG – Dibalik kisah lahirnya bahasa walikan atau bahasa khas (slang), yang identik dengan nama Arema (Arek-Arek Malang) ternyata punya  kisah menarik.

Kepingan sejarah ini tertulis pada  jurnal di Forum Studi Kebanggan Indonesia (FSKI) berjudul Dari Gangster Hingga Arema (2013).

READ ALSO

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Kronik sejarah penciptaan awal bahasa ini juga mengambil  tulisan seorang budayawan tersohor Jawa Timur, Dukut Imam Widodo. Penulis buku ‘Malang Tempoe Doeloe’ itu mengisahkan, penggunaan boso walikan sudah ada sejak masa Agresi Militer Belanda II pada 1949 silam.

Di Malang, selama masa Clash II ada operasi gagak (kraii operatie). Operasi ini juga melambungkan nama kesatuan elite RI di bawah Komando Mayor Hamid Rusdi. Yakni Pasukan Gerilya Rakyat Kota (GRK) Malang, yang merupakan sisa-sisa laskar perjuangan yang pimpinan Hamid Rusdi.

Asal tahu, sepak terjang GRK di mata kompeni terkenal sebagai laskar paling taktis, sengit dan gigih. Satu hal yang membuat pasukan ini solid adalah berkat telik sandi menggunakan bahasa walikan.

Dari penuturan Dukut Imam Widodo, osob kiwalan ini penciptanya duo prajurit GRK. Mereka adalah Suyudi Raharno dan sobat akrabnya, Wasito.

Singkat cerita, perlawanan GRK di medio akhir Maret 1949 silam itu kerap terpatahkan sehingga berujung gagal. Saat penelusuran, ternyata ada informasi taktik dan strategi yang bocor. Artinya, ada lawan alias mata-mata di dekat mereka.

Kota Malang pada Agresi Belanda II
Suasana di sejumlah sudut Kota Malang saat Agresi Militer II Belanda 1949. Foto : Dokumen. Source : Tawangsari Kampoeng Sedjarah

Usut punya usut, taktik dan strategi mereka ternyata bocor. Hingga akhirnya lahirlah ide brilian Suyudi Raharno dan Wasito, untuk menyusun kode telik sandi ‘osob kiwalan’. Hingga belakangan pasukan GRK mengetahui kebocoran informasi ini ada di warung-warung.

Pada malam-malam tertentu, pasukan GRK sering mengadakan pertemuan  di warung kopi. Akhirnya, GRK mengetahui bahwa agen mata-mata Belanda ini adalah orang pribumi sekitar mereka.

Mata-mata Belanda itu menyamar menjadi penjual jajanan, penjual rokok hingga pelayan di warung.

Berkat kode telik sandi ini juga, pasukan ini semakin solid dan berhasil melancarkan serangan-serangan mendadak dan mematikan.

Sebut saja seperti taktik bumi hangus, pemboman jembatan, penghadangan. Hingga pembunuhan para spionase. Serta masih banyak strategi GRK yang melumpuhkan pasukan Belanda.

Bahasa Walikan sendiri tanpa formulasi tertentu sebagai telik sandi, sudah sarat akan kode rahasia. Selain itu tidak terikat tata bahasa umum dan baku.

Bahasa ini, hanya mengenal satu cara, yaitu pengejaan secara terbalik (dari belakang ke depan).

”GRK sendiri sangat solid. Berkat kesolidan dan keakraban dalam pergaulan sehari-hari mereka tak butuh waktu lama untuk mengerti dan fasih dengan bahasa ini. Mata-mata Belanda kelimpungan. Nah, dari sinilah akhirnya ketahuan mana kawan, mana lawan,” ungkap Eko Irawan, pemerhati sejarah dari komunitas Reenactor Ngalam, kepada reporter beberapa waktu lalu.

Suyudi Raharno gugur di medan juang karena penyergapan militer Belanda di wilayah Dukuh Gunuk Watu (kini daerah Purwantoro) pada September 1949.

Demikian pula dengan Wasito yang gugur dalam pertempuran sengit di wilayah Gandongan (kini Pandanwangi). Makam keduanya di Taman Makam Pahlawan Suropati, Jalan Veteran Kota Malang.

Tags: Agresi Militer Belanda IIbahasa walikanDukut Imam WidodoGerilya Rakyat KotaGRKkota malangMalang Tempoe DoeloeMayor Hamid Rusdingalam

Related Posts

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Next Post
Nyaris Penuh RS Lapangan Covid-19 Malang Tambah Kuota Hingga 306 Bed - Nyaris Penuh, RS Lapangan Covid-19 Malang Tambah Kuota Hingga 306 Bed

Nyaris Penuh, RS Lapangan Covid-19 Malang Tambah Kuota Hingga 306 Bed

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.