Rabu, Juni 3, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Di Cilacap, Orang yang Baru Bangkrut Justru Buka Sekolah Warga dan Kursus Setir Mobil Secara Gratis

Redaksi by Redaksi
September 5, 2022 4:29 pm
in Pilihan Redaksi
cilacap

Founder Sekolah Warga Paradesa di Cilacap, Sutriyono atau yang akrab dipanggil Onos (tengah) foto bersama tim Jelajah Jawa-Bali. Foto: dok tim Jelajah Jawa-Bali

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tim “Jelajah Jawa-Bali, Mereka yang Memberi Arti” oleh Tugu Media Group dan PT Paragon Technology and Innovation melakukan ekplorasi di Jawa Tengah. Kami mengunjungi Jawa Tengah setelah mengekplorasi Jawa Barat selama dua hari yakni Rabu (31/8/2022) dan Kamis (1/9/2022).

Warung kopi di Kroya, Kabupaten Cilacap, menjadi tempat pertama yang kami kunjungi di Jawa Tengah. Di tempat ini, ada sekolah warga bernama Paradesa. Nama ini sama dengan nama warung kopi tersebut.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Founder sekolah warga dan warung kopi Paradesa adalah Sutriyono, 44 tahun. Dia membuat warung kopi dan sekolah warga ini sekitar tahun 2019 silam.

cilacap
Sutriyono atau Onos di warung kopi miliknya yang juga menjadi pusat kegiatan sekolah warga. Foto: Herlianto

Ketika itu, Sutriyono baru saja bangkrut dari usaha rental mobil. Total ada enam mobilnya dibawa kabur oleh penyewa. “Kapok benar saya usaha rental mobil,” kata Sutriyono, ketika ditemui.

Karena habis bangkrut inilah, Sutriyono mempunyai inisiatif untuk membuka warung kopi yang dinilai lebih minim resiko. Sutriyono yang tergabung dalam Jama’ah Maiyah Cak Nun juga terinspirasi dari teman-temannya yang mendirikan sekolah warga. “Kebetulan dari jama’ah maiyah banyak yang mendirikan sekolah warga juga, sehingga jadi sharing dan belajar,” kata Sutrisno.

Dalam membuat kegiatan sekolah warga, metode Sutriyono cukup sederhana. Sutriyono menampung kebutuhan warga sekitar dan pelanggan warung kopinya. Salah satu program sekolah warga yang cukup populer adalah kursus nyetir mobil secara gratis.

cilacap
Suasana kursus setir mobil gratis oleh sekolah warga Paradesa di Cilacap, Jawa Tengah. Foto dok Paradesa.

Kursus nyetir mobil gratis ini sudah digelar 98 kali. Dari total 98 kali kelas itu, total sudah ada 250 orang yang mengikuti kursus setir gratis ini. Setiap kali kursus, selalu digelar di Lapangan Widarapayung, Cilacap. “Sekali kursus, yang ikut 20-30 orang,” kata bapak tiga orang anak ini.

Untuk melancarkan kursus nyetir mobil ini, Sutriyono mempunyai empat mobil. Mobil-mobilnya sudah cukup berumur yakni mobil taft, mobil panther, daihatsu charade, dan vios.

“Saya dibantu oleh tiga teman lain yang menjadi mentor pelatihan setir mobil,” kata pria yang mengenyam pendidikan di jenjang SMK ini.

cilacap
Woro-woro kelas setir mobil gratis sekolah warga Paradesa. Foto: dok Paradesa

Ada cerita menarik saat awal-awal Sutriyono membuka kursus setir mobil gratis ini. Ketika itu, karena ada yang butuh kursus ini, dia lantas mengumumkan melalui pamflet digital.

“Padahal waktu itu mobil saya sudah habis semua karena yang bekas rental habis dijual, untungnya waktu itu saya ingat ada mobil saya yang saya gadaikan, akhirnya saya tebus, dan bisa dibuat latihan ini,” imbuhnya.

Meskipun secara materi dan tenaga Sutriyono tentu saja rugi karena program ini, tapi Sutriyono mengaku cukup bangga karena bisa berbagi. “Dan saya punya founder yang sangat luar biasa, yakni Allah, jadi kalau urusan rezeki tidak perlu khawatir,” katanya.

Apalagi, banyak alumni kursus setir yang sekarang terserap lapangan kerja setelah bisa menyetir mobil. “Kalau di kursusan yang berbayar kan lumayan, Rp 450 ribu hanya tiga kali pertemuan,” ucapnya.

Selain soal kursus mobil, sekolah warga Paradesa juga menggelar kursus-kursus lain seperti kursus fotografi, desain, craft, master of ceremony, menjahit, otomotif, dan lain sebagainya. “Jadi kita sifatnya menghubungkan antara yang butuh dengan yang narasumber yang mau berbagi secara gratis,” pungkasnya.

cilacap
Poster Jelajah Jawa-Bali dengan Ekosistem Paragon Corp, Bercerita Soal Kreasi Anak Bangsa

Catatan ini adalah bagian dari program Jelajah Jawa-Bali, tentang Inspirasi dari Kelompok Kecil yang Memberi Arti oleh Tugu Media Group x PT Paragon Technology and Innovation. Program ini didukung oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP), Pondok Inspirasi, Genara Art, Rumah Wijaya, dan pemimpin.id.

Reporter: Irham Thoriq

Editor: Lizya Kristanti

Tags: jelajah jawa balikabupaten cilacapkursus nyetir gratissekolah warga

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
unisma

Implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental, Unisma Gelar Festival Egois di Jabung

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.