Tugumalang.id – Dana Desa (DD) Tahun 2025 diketahui sudah cair dari Pemerintah RI. Total besaran untuk DD di Kota Batu berjumlah Rp22,9 miliar yang dibagikan untuk 19 desa/kelurahan di Kota Batu. Tentu besaran untuk masing-masing desa berbeda, intip besaran jumlahnya.
Adapun, dari total 22,9 miliar yang ada, Desa Oro-oro Ombo menjadi desa penerima dengan jumlah tertinggi yakni Rp1.580.097.000. Disusul Desa Tulungrejo senilai Rp1.513.336.000 dan Desa Giripurno sebesar Rp1.421.295.000.
Baca Juga: Mantan Kades Wadung Pakisaji Diciduk Polisi, Diduga Terlibat Korupsi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah
Lalu, Desa Pesanggrahan dan Desa Beji masing-masing menerima Rp1.411.734.000 dan Rp1.411.027.000. Sementara Desa Bulukerto memperoleh senilai Rp1.381.105.000. Untuk Desa Junrejo, alokasi dana yang diterima adalah sebesar Rp1.316.232.000.
Beberapa desa lain seperti Desa Sumberejo mendapat Rp1.113.952.000, Desa Gunungsari, Rp1.110.748.000, Desa Sidomulyo Rp1.102.648.000, Desa Bumiaji Rp1.078.147.000, DesanPandanrejo Rp1.037.758.000.
Lalu, Desa Sumberbrantas Rp1.057.775.000 dan Desa Punten Rp1.010.119.000, Desa Sumbergondo Rp916.586.000, Desa Tlekung Rp907.000.000, dan Desa Mojorejo menjadi desa penerima terendah senilai Rp885.000.000.
Baca Juga: Pemkab Malang Salurkan Dana Desa Rp460,06 Miliar di Tahun 2025
Kabar ini dibenarkan oleh Kepala DP3AP2KB Kota Batu, Ririck Mashuri. Bahwa nantinya DD ini akan mulai didistribusikan dalam dua tahap. Tahap pertama 40 persen dan tahap kedua 60 persen.
“Dana Desa ini merupakan instrumen penting untuk mendorong pemerataan pembangunan. Kami minta para kepala desa agar mengelola dana ini dengan bijak dan sesuai peruntukan,” ujarnya.
Ririck menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran ini. Ia berharap dengan dana tersebut, pemerintah desa diharapkan dapat menjalankan program-program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ririck mengingatkan agar setiap penggunaan anggaran tetap melibatkan masyarakat dan memenuhi prinsip partisipatif serta transparan.
Dana ini diharapkan dapat dimaksimalkan untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, serta program-program prioritas seperti penanganan stunting dan ketahanan pangan.
“Fokus tahun ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan ekonomi desa dan pencegahan stunting. Harapan kami, manfaat dana ini bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























