Dampak Larangan Mudik, Okupansi Hotel di Kota Malang di Titik Nadzir

  • Whatsapp
Suasana salah satu hotel di Kota Malang selama pelarangan mudik 6 - 17 Mei 2021. Foto/Azmy

MALANG – Pelarangan mudik lebaran tahun 2021 ini juga membawa dampak pada sektor ekonomi pariwisata di Kota Malang, khususnya bagi pelaku industri perhotelan. Informasi dihimpun, okupansi hotel berada di titik nadzir. Jika diprosentasekan, hanya mencapai 10 persen.

Hal ini diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang, Agoes Basoeki. Padahal, kegiatan perjalanan meski bukan untuk kepentingan mudik selama antar sesama wilayah aglomerasi tetap dibolehkan.

Bacaan Lainnya

Padahal, pihaknya sudah siap menyambut lonjakan pengunjung yang semula diprediksi meningkat. Baik dari segi pelayanan maupun standar prokes. Namun, pasca aturan larangan ini diberlakukan, animonya terus menurun.

“Rata-rata sebelum lebaran ini pada bulan April lalu okupansi tertinggi bisa sampai 20 – 30 persen. Tapi dengan adanya larangan mudik ini turun sampai 10-15 persen,” bebernya dihubungi, Sabtu (8/5/2021).

Dari informasi dihimpunnya, rata-rata pengunjung hotel di Kota Malang mulai pikir-pikir lagi kalau mau menginap karena aturan larangan ini. Bisa saja, kata dia pengunjung tidak yakin dan akhirnya batal reservasi.

”Aturan larangan ini akhirnya jadi referensi mereka mau nginep apa tidak. Mereka selama ini banyak yang mulai tanya-tanya soal aturan ini untuk menginap,” jelasnya.

Meski begitu, Agoes menuturkan hotel di Kota Malang masih akan tetap beroperasi dan sudah sesuai dengan ketentuan prokes yang ditetapkan bagi pelayanan hotel.

“Mulai dari cek suhu tubuh, pemakaian masker hingga penyemprotan desinfektan rutin di area hotel dan ditambah pengawasan biodata pengunjung,” pungkasnya.

Baca Juga  Kota Malang Berkemajuan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *