Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Dalang Muda Andi Bayu Sasongko, Komitmen Melestarikan Budaya Jawa di Era Modern

Redaksi by Redaksi
Januari 15, 2023 9:35 pm
in Budaya
Dalang muda melestarikan budaya

Dalang muda Andi Bayu Sasongko saat pertunjukan wayang. Foto: dok.

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang – Menjadi dalang di era sekarang adalah sebuah tantangan. Profesi ini kini tak banyak diminati masyarakat, khususnya kalangan muda. Namun, ini tak menyurutkan semangat Andi Bayu Sasongko (27) menjadi dalang dan melestarikan budaya.

Andi yang terlahir di keluarga budayawan ini baru saja menerima penghargaan sebagai satu dari 10 Dalang Terbaik Festival Wayang Kulit (Dalang Muda) Provinsi Jawa Timur 2022. Penghargaan ini diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

READ ALSO

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Tentunya ini tak lepas dari kerja keras Andi saat menjadi dalang, meski harus membagi waktu dengan profesinya sebagai guru di SMPN 2 Sumberpucung.

Alasan Menjadi Dalang

Andi terlahir di keluarga yang mencintai kebudayaan Jawa. Ayahnya adalah seorang dalang dan ibunya adalah seorang sinden. Secara otomatis, ia dan adiknya tumbuh dengan mencintai budaya tradisional ini.

Saat ditanya mengenai alasannya menjadi dalang di era modern ini, Andi mengatakan bahwa ia ingin melestarikan dan mengembangkan budaya di bidang pedalangan yang saat ini sudah jarang.

“Selain itu, saya juga ingin meneruskan cita-cita keluarga,” ujarnya saat dihubungi wartawan Tugu Malang ID beluma lama ini.

Aksi Andi Bayu Sasongko saat di panggung. Foto: dok.

Pria asal Desa Sumberpucung, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang ini menekuni dunia dalang dengan serius. Ia belajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta jurusan Pedalangan pada tahun 2013 hingga lulus di awal tahun 2019.

Tantangan Menjadi Dalang Masa Kini

Menjadi dalang bukanlah suatu hal yang mudah. Saat ini, tak banyak masyarakat yang menikmati pertunjukan wayang. Ini juga dirasakan Andi.

“Salah satu tantangannya adalah bagaimana mengemas dan menampilkan suatu karya yang menarik bagi kawula muda. Karena jika bertahan dengan sajian klasik, banyak yang kurang paham dari segi bahasa dan alur cerita,” terang Andi.

Selain itu, tantangan yang dihadapi Andi adalah membagi waktu dengan profesinya sebagai guru. Ini dikarenakan saat menjadi dalang, ia harus terjaga semalaman. Sementara, paginya ia harus mengajar di sekolah.

“Untuk pembagian waktu tentu saja sulit. Terutama ketika ada job wayangan yang sampai menjelang pagi, sedangkan paginya harus kembali mengajar di sekolah. Terkadang juga sampai telat masuk. Tapi warga sekolah sudah paham dan menerima dengan baik,” ujar guru muatan lokal (mulok) bahasa daerah dan ekstrakurikuler karawitan ini.

Meski memiliki tantangan, Andi merasakan banyak manfaat dari pekerjaannya sebagai dalang. “Saya jadi memiliki banyak saudara dan dikenal orang banyak. Kami bisa berbagi pengalaman dan ilmu,” tuturnya.

Menyajikan Wayang yang Menarik Anak Muda

Aksi Andi Bayu Sasongko saat di panggung. Foto: dok.

Pertunjukan wayang saat ini kerap dianggap kuno. Andi pun mengatakan bahwa meski regenerasi seniman ada, namun belum tentu ada regenerasi penikmat. Untuk menepis anggapan bahwa wayang itu kuno, Andi berupaya menyajikan tontonan yang menarik dan bisa dipahami oleh anak muda.

“Saya menggunakan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menggunakan unggah-ungguh bahasa Jawa yang baik dan benar,” ujarnya.

Salin bahasa, Andi juga menampilkan tokoh jenaka untuk memecah suasana tegang. Taktik lain yang ia gunakan adalah menggunakan alur cerita yang tidak muluk-muluk tapi tetap mengena dengan alur.

”Saat pertunjukan, saya membawa para pengrawit dan pesinden yang masih muda-muda,” kata Andi.

Menurutnya, anak-anak muda harus mengenali budaya mereka terlebih dahulu, dalam hal ini budaya Jawa, sebelum menggandrungi budaya bangsa lain. Ia ingin anak muda Indonesia bangga akan seni budaya wayang. Ini adalah seni yang asli milik Indonesia dan sudah diakui dunia.

“Agar kita menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan dengan bangga memperkenalkan bahwa inilah kami, orang Indonesia, orang Jawa, kaya akan budaya yang adi luhung,” pungkas Andi.

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: budaya jawadalangdalang mudaFestival Wayang Kulitguru muatan lokalInstitut Seni Indonesiakebudayaan JawaKecamatan Sumberpucungpengrawitpesinden

Related Posts

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan
Budaya

Candi Singosari Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara di Musim Liburan

Rabu, 15 Jul 2026
3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Next Post
Ilustrasi Alun-Alun Kota Batu yang menjadi ikon wisatanya. Namun, angka kemiskinan di sana masih belum sepenuhnya terentaskan. Hingga 2022, masih ada tercatat 8.063 jiwa.

Kota Wisata Tapi Angka Kemiskinan Capai 8 Ribu Jiwa Lebih di Kota Batu

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.