Selasa, Juni 2, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Cerita Prof Lily Montarcih Meraih Gelar Guru Besar Ilmu Hidrologi

Redaksi by Redaksi
September 26, 2021 6:26 pm
in Pendidikan
Guru Besar Ilmu Hidrologi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Lily Montarcih Limantara MSc. Foto: dok

Guru Besar Ilmu Hidrologi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Lily Montarcih Limantara MSc. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Guru Besar Ilmu Hidrologi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Prof Dr Ir Lily Montarcih Limantara MSc merupakan satu dari sejumlah guru besar yang ada di UB. Dia berhasil meraih gelar tertingginya pada 1 Oktober 2016 lalu.

 

READ ALSO

Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

Perempuan kelahiran 17 September 1962 ini mengatakan bahwa guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi yang wajib dikejar oleh seorang dosen. Karenanya, berbekal niat dan dorongan orang di sekitarnya, Prof Lily membulatkan tekad untuk meraih gelar tersebut.

 

Diakui ibu dua anak ini, proses menjadi guru besar tidaklah mudah. Banyak batu sandungan yang dirasakan. “Sebelum pengajuan guru besar, saya Lektor Kepala/4a sejak 2001, kemudian proses pengajuan guru besar sejak 2008,” ujar warga asli Malang itu, mengawali cerita.

 

Saat itu, pendidikan maupun cara pengajaran Prof Lily sudah dinilai baik. Penelitian serta jurnal juga sudah banyak dibuatnya. Bahkan, dua jurnal internasionalnya sudah terindex Scopus dengan nama pertama.

 

“Saat itu ya 2008 masih jarang dosen yang mengenal jurnal internasional apalagi terindexed Scopus, ditambah dengan jurnal-jurnal lain kurang lebih ada 40 jurnal internasional sebagai penulis pertama dan kedua, pengabdian tiap tahun ada, namun tetap tidak mulus seperti dibayangkan, ada puluhan kali dikembalikan dari universitas,” imbuhnya.

 

Tak sampai di situ, saat semua berkas telah dikirim ke Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, ada beberapa dokumen penelitian yang tidak sampai. Sehingga, harus mengumpulkan dan meng-copy lagi untuk mengulang proses pemberkasan.

 

Hingga kemudian di tahun 2016, Prof Lily dinyatakan harus menambah jurnal nasional terakreditasi. Saat itu, tinggal dua jurnal nasional terakreditasi yang ada di Indonesia, diapun masukkan paper ke ITB dengan harapan dapat segera dikelola menjadi jurnal. Sampai pada akhirnya jurnal nasional tersebut berhasil terbit pada bulan Agustus 2016.

 

“Kemudian gelar guru besar saya turun 1 Oktober 2016,” kenangnya.

 

“Kalau deadline aturan lama tersebut, ditunggu sampai dengan 1 Januari 2017, jika tidak bisa menerbitkan jurnal nasional terkreditasi maka proses guru besar harus diulang mengacu pada aturan baru. Bersyukur, semua sudah terlampaui walaupun banyak sekali batu sandungan, namun saya tetap sabar menyiapkan apa-apa yang diminta walaupun seringkali tidak rasional. Bagi saya, jalani saja dengan sabar, amal, dan ikhlas,” pesannya.

 

Kini, Prof Lily menjadi satu dari empat guru besar di Program Studi Teknik Pengairan Universitas Brawijaya. Diakuinya, ini merupakan amanah yang dapat dikatakan berat.

 

“Guru besar di Teknik Pengairan relatif sedikit dengan saya, yang satu sudah usia pensiun dan yang satu menjabat sebagai rektor, jadi saat dibutuhkan harus ada unsur guru besar yang lumayan berat, tanggung jawab moral yang berat karena orang atau publik ingin mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh guru besar terkait bidangnya,” ungkap perempuan yang juga alumnus Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, lulus tahun 1985 itu.

 

Dia berharap semakin banyak dosen yang meraih gelar guru besar. Mengingat, saat ini menjadi guru besar merupakan suatu kebutuhan. Utamanya bagi kampus yang memiliki Program Studi S3 serta adanya aturan Ban-PT yang mewajibkan 50 persen dosennya harus guru besar.

 

“Untuk menuju ke situ, kita harus semangat meneliti dan menulis terutama jurnal dan buku. Semakin banyak tulisan berkualitas yang dibuat dalam bentuk jurnal maupun buku akan semakin cepat meraih guru besar,” tutup Prof Lily.(ads)

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kota malangmalangub

Related Posts

Mahasiswa ITN Malang pemenang esai. Foto/dok. ITN Malang
Pendidikan

Borong 8 Medali, Mahasiswa ITN Malang Unjuk Gigi di Malang Edu Fest 2026

Senin, 1 Jun 2026
Prosesi wisuda Universitas Al Qolam Malang. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Pendidikan

Universitas Al Qolam Malang Lepas Hampir 200 Wisudawan, Rektor Ingatkan Ilmu Adalah Anugerah dan Amanah

Sabtu, 30 Mei 2026
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat dan Rektor UB, Prof Widodo menyrpakati kerjasama membangun jaminan sosial untuk mahasiswa dan tenaga kependidikan. (Foto/ist)
Pendidikan

BPJS Ketenagakerjaan dan Kampus UB Bangun Ekosistem Perlindungan Sosial untuk Mahasiswa dan Dosen

Sabtu, 30 Mei 2026
Dindik Jatim
Pendidikan

Pengambilan PIN SPMB 2026 Resmi Dibuka, Dindik Jatim Kerahkan 7.212 Operator

Jumat, 29 Mei 2026
Tim sipil-arsitektur ITN Malang meraih Juara 2 National Architectural Design Competition 2026 dalam ajang DISCO ke-9. Foto/dok
Pendidikan

Kolaborasi Manis Sipil-Arsitektur ITN Malang, Sabet Juara 2 di Undip Berkat Desain Hunian Darurat Multifungsi

Jumat, 29 Mei 2026
Jadwal SPMB Kota Malang jenjang SMP untuk Jalur Afirmasi tahun ajaran baru 2026/2027. /Foto: Pinterest/ Bravestudio.
Pendidikan

Jadwal SPMB Kota Malang Jenjang SMP Jalur Afirmasi 2026/2027: Dimulai Awal Juni

Jumat, 29 Mei 2026
Next Post
Disdikbud Kota Malang Ajukan 31 Benda, Struktur, dan Bangunan Sebagai Cagar Budaya

Disdikbud Kota Malang Ajukan 31 Benda, Struktur, dan Bangunan Sebagai Cagar Budaya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.