Senin, September 21, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Cerita Prof Lily Montarcih Meraih Gelar Guru Besar Ilmu Hidrologi

Redaksi by Redaksi
September 26, 2021 6:26 pm
in Pendidikan
guru - Cerita Prof Lily Montarcih Meraih Gelar Guru Besar Ilmu Hidrologi

Guru Besar Ilmu Hidrologi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof Dr Ir Lily Montarcih Limantara MSc. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Guru Besar Ilmu Hidrologi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Prof Dr Ir Lily Montarcih Limantara MSc merupakan satu dari sejumlah guru besar yang ada di UB. Dia berhasil meraih gelar tertingginya pada 1 Oktober 2016 lalu.

 

READ ALSO

Senada Festival #2 Unikama Jadi Panggung Ekspresi Seni Mahasiswa

Jadwal OSHIKA MABA Unisma 2026 dan Ketentuan Mahasiswa Baru

Perempuan kelahiran 17 September 1962 ini mengatakan bahwa guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi yang wajib dikejar oleh seorang dosen. Karenanya, berbekal niat dan dorongan orang di sekitarnya, Prof Lily membulatkan tekad untuk meraih gelar tersebut.

 

Diakui ibu dua anak ini, proses menjadi guru besar tidaklah mudah. Banyak batu sandungan yang dirasakan. “Sebelum pengajuan guru besar, saya Lektor Kepala/4a sejak 2001, kemudian proses pengajuan guru besar sejak 2008,” ujar warga asli Malang itu, mengawali cerita.

 

Saat itu, pendidikan maupun cara pengajaran Prof Lily sudah dinilai baik. Penelitian serta jurnal juga sudah banyak dibuatnya. Bahkan, dua jurnal internasionalnya sudah terindex Scopus dengan nama pertama.

 

“Saat itu ya 2008 masih jarang dosen yang mengenal jurnal internasional apalagi terindexed Scopus, ditambah dengan jurnal-jurnal lain kurang lebih ada 40 jurnal internasional sebagai penulis pertama dan kedua, pengabdian tiap tahun ada, namun tetap tidak mulus seperti dibayangkan, ada puluhan kali dikembalikan dari universitas,” imbuhnya.

 

Tak sampai di situ, saat semua berkas telah dikirim ke Ditjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud, ada beberapa dokumen penelitian yang tidak sampai. Sehingga, harus mengumpulkan dan meng-copy lagi untuk mengulang proses pemberkasan.

 

Hingga kemudian di tahun 2016, Prof Lily dinyatakan harus menambah jurnal nasional terakreditasi. Saat itu, tinggal dua jurnal nasional terakreditasi yang ada di Indonesia, diapun masukkan paper ke ITB dengan harapan dapat segera dikelola menjadi jurnal. Sampai pada akhirnya jurnal nasional tersebut berhasil terbit pada bulan Agustus 2016.

 

“Kemudian gelar guru besar saya turun 1 Oktober 2016,” kenangnya.

 

“Kalau deadline aturan lama tersebut, ditunggu sampai dengan 1 Januari 2017, jika tidak bisa menerbitkan jurnal nasional terkreditasi maka proses guru besar harus diulang mengacu pada aturan baru. Bersyukur, semua sudah terlampaui walaupun banyak sekali batu sandungan, namun saya tetap sabar menyiapkan apa-apa yang diminta walaupun seringkali tidak rasional. Bagi saya, jalani saja dengan sabar, amal, dan ikhlas,” pesannya.

 

Kini, Prof Lily menjadi satu dari empat guru besar di Program Studi Teknik Pengairan Universitas Brawijaya. Diakuinya, ini merupakan amanah yang dapat dikatakan berat.

 

“Guru besar di Teknik Pengairan relatif sedikit dengan saya, yang satu sudah usia pensiun dan yang satu menjabat sebagai rektor, jadi saat dibutuhkan harus ada unsur guru besar yang lumayan berat, tanggung jawab moral yang berat karena orang atau publik ingin mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh guru besar terkait bidangnya,” ungkap perempuan yang juga alumnus Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Malang, lulus tahun 1985 itu.

 

Dia berharap semakin banyak dosen yang meraih gelar guru besar. Mengingat, saat ini menjadi guru besar merupakan suatu kebutuhan. Utamanya bagi kampus yang memiliki Program Studi S3 serta adanya aturan Ban-PT yang mewajibkan 50 persen dosennya harus guru besar.

 

“Untuk menuju ke situ, kita harus semangat meneliti dan menulis terutama jurnal dan buku. Semakin banyak tulisan berkualitas yang dibuat dalam bentuk jurnal maupun buku akan semakin cepat meraih guru besar,” tutup Prof Lily.(ads)

 

Reporter: Feni Yusnia

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kota malangmalangub

Related Posts

Senada Festival #2 Unikama Jadi Panggung Ekspresi Seni Mahasiswa
Advertorial

Senada Festival #2 Unikama Jadi Panggung Ekspresi Seni Mahasiswa

Senin, 21 Sep 2026
Jadwal OSHIKA MABA Unisma 2026 dan Ketentuan Mahasiswa Baru
Pendidikan

Jadwal OSHIKA MABA Unisma 2026 dan Ketentuan Mahasiswa Baru

Senin, 21 Sep 2026
7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026
Pendidikan

7 PTN dengan Prodi Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026

Senin, 21 Sep 2026
UB Kukuhkan 5 Profesor Baru, Teliti Pertanian hingga Kesehatan Mental
Pendidikan

UB Kukuhkan 5 Profesor Baru, Teliti Pertanian hingga Kesehatan Mental

Senin, 21 Sep 2026
PKKMB Unikama 2026 Diikuti 1.080 Mahasiswa Baru, Dorong Maba Punya Mimpi Besar
Advertorial

PKKMB Unikama 2026 Diikuti 1.080 Mahasiswa Baru, Dorong Maba Punya Mimpi Besar

Senin, 21 Sep 2026
496 Lulusan ITN Malang Sudah Terserap Dunia Kerja Sebelum Wisuda
Advertorial

496 Lulusan ITN Malang Sudah Terserap Dunia Kerja Sebelum Wisuda

Senin, 21 Sep 2026
Next Post
malang - Disdikbud Kota Malang Ajukan 31 Benda, Struktur, dan Bangunan Sebagai Cagar Budaya

Disdikbud Kota Malang Ajukan 31 Benda, Struktur, dan Bangunan Sebagai Cagar Budaya

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.