Kamis, Juni 4, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Catatan Mudik (16): Harga Sawit Tumbang dan Rute Perjalanan Menantang

Redaksi by Redaksi
Mei 11, 2022 11:11 am
in Pilihan Redaksi
catatan mudik

Kegiatan mengangkut tandan buah segar (TBS) sawit di Desa Selensen, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Minggu, 8 Mei 2022. Foto: Abdi Purmono

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Menurut data Kementerian Pertanian RI, sebagai produsen minyak sawit di dunia, Indonesia memiliki total luas perkebunan kelapa sawit mencapai 15,8 juta hektare pada tahun 2021.

Masih berdasarkan sumber yang sama, mayoritas perkebunan sawit Indonesia terhampar di Pulau Sumatera (enam provinsi) dan Pulau Kalimantan (empat provinsi), yakni seluas lebih dari 14 juta hektare. Sedangkan total luas perkebunan sawit nasional pada 2021 mencapai 15,08 juta hektare.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Sesuai urutan lahan perkebunan terluas, Riau menjadi pemilik perkebunan kelapa sawit terluas (2,89 juta hektare), disusul Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Aceh, dan Sumatera Barat.

Jadi, jangan heran dan kaget jika Anda berkendara melintasi jalan lintas timur Sumatera dari Bandar Lampung sampai Pekanbaru, misalnya, Anda akan lebih banyak dan lebih lama menatap kelapa sawit ketimbang rumah penduduk yang berjauhan di sepanjang lintasan bertepi perkebunan sawit. Populasi penduduk terkonsentrasi ibu kota kecamatan maupun ibu kota provinsi.

Melintasi wilayah Riau lebih memacu adrenalin, kekuatan fisik dan kesabaran. Mayoritas jalan lintas timur Riau melewati punggungan bukit yang berkelok-kelok dengan kondisi lebar jalan rata-rata 7-8 meter. Sudah begitu, panasnya minta ampun. Saking panasnya, serasa ada dua matahari di Riau. Ini sih candaan seorang pengendara asal Jakarta yang saya jumpai di Rengat, Ibu Kota Kabupaten Indragiri Hulu.

Saat saya melintas dari Jambi ke Pekanbaru pada 8-9 Mei 2022, saya melihat banyak kegiatan orang mendodos atau memanen, menimbang, dan mengangkut tandan buah segar (TBS) sawit. Saking banyaknya, tak mungkin semua saya hampiri karena bakalan tak sampai-sampai saya di Kota Medan sebagai tujuan akhir perjalanan saya dari Kota Malang (berangkat 30 April 2022) kecuali saya ingin rehat sejenak.

catatan mudik
Kegiatan menimbang tandan buah segar (TBS) sawit di Desa Kulim, Kecamatan Tenayan Baru, Kota Pekanbaru, Senin, 9 Mei 2022. Foto: Abdi Purmono

Di Desa Selensen, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, saya berjumpa Wahyu Makmur, petani sekaligus pengepul TBS sawit. Ia dibantu tiga temannya.

Menurut Wahyu, harga TBS sawit saat ini anjlok 50 persen dari harga Rp 3.400 jadi Rp 1.700 per kilogram. Harga ini pun sudah lumayan karena sebelumnya sempat terjun bebas hingga menyentuh angka Rp 1.400 per kilogram.

“Yang merasakan turunnya harga sawit bukan saya saja, Pak. Ini merata di Riau. Harga tergantung pabrik juga sehingga bisa naik bisa turun tanpa pemberitahuan lebih awal,” kata Wahyu, Minggu, 8 Mei.

catatan mudik
Tandan buah segar (TBS) sawit di Desa Selensen, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Minggu, 8 Mei 2022. Foto: Abdi Purmono

Seluruh TBS yang dikumpulkan Wahyu memang dijual kepada pabrik kelapa sawit (PKS). Harga pembelian TBS oleh PKS bisa saja berbeda tipis di tiap daerah. Kadang tergantung negosiasi juga. Ia sendiri tidak menyebutkan nama PKS langganannya.

Namun, Wahyu menukas, fluktuasi harga TBS sawit lebih banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah. Jatuhnya harga sawit saat ini merupakan dampak kebijakan labil pemerintah perihal larangan ekspor bahan baku minyak sawit atau crude palm oil (CPO) sejak 28 April lalu. Kebijakan ini sebenarnya bagus untuk mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng.

“Masalahnya, kebijakan pemerintah belakangan ini soal minyak goreng berubah-ubah. Tidak ada pemberitahuan ke bawah dan juga tidak ada solusi bagi kami yang merasakan langsung dampaknya di bawah. Tapi mau gimana lagi, kami cuma rakyat kecil, ya cuma bisa pasrah dan nikmati sajalah kondisi ini,” kata Wahyu.

catatan mudik
Catatan Mudik Abdi Purmono

Hal terpenting bagi Wahyu sekarang ialah sawitnya tetap laku meski berharga murah. Lebih baik biji sawitnya laku daripada membusuk dan terbuang percuma.

Keluhan serupa disampaikan Horas Siahaan dan Petrus Hutagalung di Desa Kulim, Kecamatan Tenayan Baru, Kota Pekanbaru, atau 280 kilometer dari tempat tinggal Wahyu Makmur di Desa Selensen.

Menurut Horas, harga TBS di kampungnya berkisar Rp 1.300 per kilogram. Secara umum, harga TBS di tingkat petani turun 30-40 persen. Tapi ia malas memikirkan masalah jatuhnya harga TBS berlarut-larut karena baginya masalah kelapa sawit dan minyak goreng sangat pelik. Pemerintah pun sebenarnya sudah sangat kepayahan berusaha mengendalikan harga minyak goreng.

“Yang penting sabar dan bertahan saja dulu. Yang penting lagi barangnya laku. Ini lebih baik daripada busuk dan kubuang, kan enggak rugi-rugi kalilah,” kata Horas, Senin sore, 9 Mei.

Horas cuma bisa berharap agar pemerintah membuat kebijakan yang pasti dan konsisten untuk segera memastikan habisnya masa larangan ekspor CPO.

Selama perjalanan, saya sempat melihat tandan sawit yang bertumpuk-tumpuk di beberapa tempat berbeda. Mungkin saja tandan sawit ditumpuk sambil menunggu diangkut, bisa juga memang tak laku karena di beberapa lokasi tandan sawitnya sudah menghitam dan berdebu seperti membusuk.

Informasi yang saya dapat saat rehat di beberapa tempat, tandan sawit memang jangan ditumpuk atau disimpan lama-lama, sebaiknya cukup 24 jam ditumpuk sejak dipanen atau didodos dari kebun untuk disetor ke pabrik. Lewat dari sehari, tandan sawit bisa membusuk dan dibuang, atau dijadikan pupuk kompos.

Reporter: Abdi Purmono

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: catatan mudikharga sawitpekanbaru

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
nribun aremania

Kerinduan Nribun Aremania Terbayarkan di Stadion Gajayana Malang

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.