Minggu, Agustus 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Cara Mengatasi Culture Shock, Begini Tips dari Dosen Psikologi UM

Redaksi by Redaksi
September 29, 2023 1:03 pm
in Tips
Cara mengatasi cultur shock yang banyak dialami para pendatang dan mahasiswa baru.

Cara mengatasi cultur shock yang banyak dialami para pendatang dan mahasiswa baru. (Foto/Canva)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Membahas cara mengatasi culture shock pasti tak lepas dari bagaimana sulitnya adaptasi mahasiswa rantau atau kelompok pendatang di sebuah lingkungan baru. Ketika seseorang berpindah, mereka akan mengalami perubahan lingkungan budaya yang signifikan.

Seseorang yang mengalami culture shock biasanya akan kaget dengan kebiasaan orang sekitar di tempat barunya. Baik dari tutur kata hingga cara berkomunikasi. Atau bahkan bagaimana cara berinteraksi hingga rasa asin manis pedas makanan yang tak sesuai lidah. Misalnya saja culture shock di Malang yang sering dihadapi mahasiswa dari berbagai daerah.

READ ALSO

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Baca Juga: 7 Trik Psikologi Cara Membaca Pikiran Orang

Apa Itu Culture Shock

Apa itu culture shock? Mutia Husna Avezahra,S.psi., M.Sc, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang menjelaskan bahwa Culture shock atau gegar budaya merupakan istilah yang menggambarkan adanya perasaan tidak nyaman dan kegelisahan saat berada di situasi atau tempat asing yang baru.

Begini tips cara mengatasi culture shock dari Dosen fakultas psikologi UM. (Foto/Canva)

Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya suatu perubahan yang besar dalam waktu yang cepat. “Fenomena culture shock terjadi pada situasi dimana kita gagal mengidentifikasi pola-pola situasi yang semestinya kita kenal, sehingga menimbulkan keterasingan yang diekspresikan oleh diri dalam bentuk perasaan cemas, bingung dan frustasi,” jelasnya.

Ia lalu menjelaskan jika fenomena culture shock dapat terproyeksi melalui perasaan internal yang didominasi oleh kecenderungan perasaan-perasaan destruktif seperti perasaan keraguan terhadap kapasitas diri, merasa tidak sebanding dengan orang lain, rasa rendah diri dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Dapat Beasiswa Luar Negeri, Eksklusif dari Dosen Psikologi UM Peraih Chevening

Bentuk dan Contoh Culture Shock

Apa saja bentuk culture shock? Menurut Mutia, bentuk culture shock bisa beraneka ragam. Pada mahasiswa rantau misalnya, fenomena ini bisa berdampak dan mempengaruhi konsep diri, relasi personal hingga aspek performansi akademik.

Perilaku shock culture mahasiswa baru dengan pendekatan belajar di level perguruan tinggi yang mengedepankan independensi, terkadang akan membuat mahasiswa baru kewalahan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.

“Kecemasan dan rasa frustasi shock culture juga dapat mengarahkan seseoarang untuk menarik diri dari lingkungan sosial dan menjadi penyendiri, selain itu juga terkadang menunjukkan perilaku mencolok yang tidak selaras dengan norma sosial,” ungkap Dosen Psikologi Sosial ini.

Bentuk culture shock pada mahasiswa bisa jadi berbeda dengan yang dialami oleh siswa atau seseorang dengan kategori umur tertentu.

“Hal tersebut tentu saja berbeda dengan pendekatan di level sekolah menengah yang masih bergantung pada arahan dari wali kelas,” tandasnya.

Cara Mengatasi Cultur Shock

Strategi untuk menghadapi shock culture dapat beraneka ragam. Menurut Mutia, terdapat beberapa cara Cara Mengatasi Culture Shock yang bisa dilakukan.

1. Ambil Waktu Luang Untuk Mengamati

Seseorang baik itu mahasiswa maupun masyarakat perlu untuk lebih banyak untuk melakukan pengamatan di lingkungan barunya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengambil waktu jeda atau waktu luang untuk merefleksikan beragam kegiatan dan lingkungan baru di sekitar mereka.

“Setidaknya luangkan waktu untuk melakukan pengamatan terhadap hal-hal apa saja yang sekiranya relevan untuk kita ikuti, dan hal-hal mana saja yang tidak membawa manfaat bagi diri sendiri,” jelasnya.

2. Jangan Reaktif

Cara mengatasi culture shock selanjutnya adalah berupaya tidak reaktif dalam mengikuti suatu trend tertentu. Jika mendapatkan informasi atau hal baru, cobalah untuk melakukan manajemen informasi dan memilah preferensi sesuai dengan kebutuhan diri sendiri.

3. Hindari Overthinking

Kendatipun demikian, segala hal yang baru dan datang secara bersamaan tersebut dapat membuat kita menjadi orang yang overthinking. Mutia menyarakan bagi seseorang yang baru saja berada di lingkungan baru, maka sebaiknya perlu juga untuk mengontrol pikiran agar kesehatan mental kita juga terjaga.

4. Ketahui Batasan Pertemanan dan Sirkel Pergaulan

Pada level relasi sosial, Mutia menjelaskan bahwa mahasiswa baru juga perlu beradaptasi dengan suasana kehidupan pergaulan di kampus.

“Perlunya untuk menetapkan batasan-batasan pertemanan dan pintar-pintar memilih sirkel pergaulan yang relevan dengan nilai yang diyakini,” ungkapnya.

5. Mencoba Fleksibel

Tips mengatasi culture shock yang terakhir adalah mencoba untuk menjadi pribadi yang fleksibel. Bagi mahasiswa, perlu untuk melakukan eksplorasi diri dengan tetap menerapkan control dan batasan norma-norma.

“Dalam artian bersikap fleksibel untuk membuka diri terhadap wawasan dan suasana baru, tapi sekaligus juga menerapkan prinsip personal untuk memfilter bentuk-bentuk pergaulan yang sesuai dengan diri kita,” jelas dosen yang pernah meraih beasiswa di Inggris ini.

Menurutnya, shock culture adalah situasi yang umum dan berlangsung dalam jangka waktu yang tidak berkepanjangan. Mahasiswa hanya perlu melewati situasi tersebut dan beradaptasi dengan perubahan secara perlahan.

“Jika terdapat suatu perasaan negatif yang terjadi secara berkepanjangan akibat dari sulitnya beradaptasi terhadap budaya baru, jangan ragu untuk meminta pertolongan kepada profesional seperti Konselor di Pusat Layanan Konseling di Universitas maupun Psikolog di rumah sakit,” pungkas Mutia menjelaskan cara mengatasi culture shock.

Penulis: Imam A. Hanifah

Editor: Herlianto. A

Tags: Culture ShockGegar BudayaMahasiswa Rantaupsikologi

Related Posts

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi
Tips

5 Toko Jam dan Aksesori di Pasar Besar Malang yang Bisa Dikunjungi

Jumat, 14 Agu 2026
Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa
Tips

Kitab Fathul Izar Uraikan Adab Hubungan Suami Istri, dari Waktu, Etika hingga Doa

Minggu, 9 Agu 2026
7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak
Tips

7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Bikin Tagihan Listrik Membengkak

Sabtu, 8 Agu 2026
Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya
Tips

Cara Memilih Telur Ayam Segar agar Aman Dikonsumsi, Kenali Tanda-Tandanya

Jumat, 7 Agu 2026
Belanja Fashion Wanita di Malang - 6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG
Tips

6 Tempat Belanja Fashion Wanita di Malang, dari Clarissa Fashion hingga MOG

Jumat, 7 Agu 2026
5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos
Tips

5 Toko Sayur di Merjosari Malang untuk Belanja Harian Anak Kos

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Ketua TATAK, Imam Hidayat.

Keluarga Korban Minta Kasus Tragedi Kanjuruhan Ditangani Bareskrim Mabes Polri

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.