Minggu, Mei 31, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tips

Cara Mengatasi Culture Shock, Begini Tips dari Dosen Psikologi UM

Redaksi by Redaksi
September 29, 2023 1:03 pm
in Tips
Cara mengatasi cultur shock yang banyak dialami para pendatang dan mahasiswa baru.

Cara mengatasi cultur shock yang banyak dialami para pendatang dan mahasiswa baru. (Foto/Canva)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Membahas cara mengatasi culture shock pasti tak lepas dari bagaimana sulitnya adaptasi mahasiswa rantau atau kelompok pendatang di sebuah lingkungan baru. Ketika seseorang berpindah, mereka akan mengalami perubahan lingkungan budaya yang signifikan.

Seseorang yang mengalami culture shock biasanya akan kaget dengan kebiasaan orang sekitar di tempat barunya. Baik dari tutur kata hingga cara berkomunikasi. Atau bahkan bagaimana cara berinteraksi hingga rasa asin manis pedas makanan yang tak sesuai lidah. Misalnya saja culture shock di Malang yang sering dihadapi mahasiswa dari berbagai daerah.

READ ALSO

Kenapa NIB Penting untuk UMKM di Indonesia? Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

Baca Juga: 7 Trik Psikologi Cara Membaca Pikiran Orang

Apa Itu Culture Shock

Apa itu culture shock? Mutia Husna Avezahra,S.psi., M.Sc, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang menjelaskan bahwa Culture shock atau gegar budaya merupakan istilah yang menggambarkan adanya perasaan tidak nyaman dan kegelisahan saat berada di situasi atau tempat asing yang baru.

Begini tips cara mengatasi culture shock dari Dosen fakultas psikologi UM. (Foto/Canva)

Menurutnya, hal ini terjadi karena adanya suatu perubahan yang besar dalam waktu yang cepat. “Fenomena culture shock terjadi pada situasi dimana kita gagal mengidentifikasi pola-pola situasi yang semestinya kita kenal, sehingga menimbulkan keterasingan yang diekspresikan oleh diri dalam bentuk perasaan cemas, bingung dan frustasi,” jelasnya.

Ia lalu menjelaskan jika fenomena culture shock dapat terproyeksi melalui perasaan internal yang didominasi oleh kecenderungan perasaan-perasaan destruktif seperti perasaan keraguan terhadap kapasitas diri, merasa tidak sebanding dengan orang lain, rasa rendah diri dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Dapat Beasiswa Luar Negeri, Eksklusif dari Dosen Psikologi UM Peraih Chevening

Bentuk dan Contoh Culture Shock

Apa saja bentuk culture shock? Menurut Mutia, bentuk culture shock bisa beraneka ragam. Pada mahasiswa rantau misalnya, fenomena ini bisa berdampak dan mempengaruhi konsep diri, relasi personal hingga aspek performansi akademik.

Perilaku shock culture mahasiswa baru dengan pendekatan belajar di level perguruan tinggi yang mengedepankan independensi, terkadang akan membuat mahasiswa baru kewalahan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan.

“Kecemasan dan rasa frustasi shock culture juga dapat mengarahkan seseoarang untuk menarik diri dari lingkungan sosial dan menjadi penyendiri, selain itu juga terkadang menunjukkan perilaku mencolok yang tidak selaras dengan norma sosial,” ungkap Dosen Psikologi Sosial ini.

Bentuk culture shock pada mahasiswa bisa jadi berbeda dengan yang dialami oleh siswa atau seseorang dengan kategori umur tertentu.

“Hal tersebut tentu saja berbeda dengan pendekatan di level sekolah menengah yang masih bergantung pada arahan dari wali kelas,” tandasnya.

Cara Mengatasi Cultur Shock

Strategi untuk menghadapi shock culture dapat beraneka ragam. Menurut Mutia, terdapat beberapa cara Cara Mengatasi Culture Shock yang bisa dilakukan.

1. Ambil Waktu Luang Untuk Mengamati

Seseorang baik itu mahasiswa maupun masyarakat perlu untuk lebih banyak untuk melakukan pengamatan di lingkungan barunya. Hal ini bisa dilakukan dengan mengambil waktu jeda atau waktu luang untuk merefleksikan beragam kegiatan dan lingkungan baru di sekitar mereka.

“Setidaknya luangkan waktu untuk melakukan pengamatan terhadap hal-hal apa saja yang sekiranya relevan untuk kita ikuti, dan hal-hal mana saja yang tidak membawa manfaat bagi diri sendiri,” jelasnya.

2. Jangan Reaktif

Cara mengatasi culture shock selanjutnya adalah berupaya tidak reaktif dalam mengikuti suatu trend tertentu. Jika mendapatkan informasi atau hal baru, cobalah untuk melakukan manajemen informasi dan memilah preferensi sesuai dengan kebutuhan diri sendiri.

3. Hindari Overthinking

Kendatipun demikian, segala hal yang baru dan datang secara bersamaan tersebut dapat membuat kita menjadi orang yang overthinking. Mutia menyarakan bagi seseorang yang baru saja berada di lingkungan baru, maka sebaiknya perlu juga untuk mengontrol pikiran agar kesehatan mental kita juga terjaga.

4. Ketahui Batasan Pertemanan dan Sirkel Pergaulan

Pada level relasi sosial, Mutia menjelaskan bahwa mahasiswa baru juga perlu beradaptasi dengan suasana kehidupan pergaulan di kampus.

“Perlunya untuk menetapkan batasan-batasan pertemanan dan pintar-pintar memilih sirkel pergaulan yang relevan dengan nilai yang diyakini,” ungkapnya.

5. Mencoba Fleksibel

Tips mengatasi culture shock yang terakhir adalah mencoba untuk menjadi pribadi yang fleksibel. Bagi mahasiswa, perlu untuk melakukan eksplorasi diri dengan tetap menerapkan control dan batasan norma-norma.

“Dalam artian bersikap fleksibel untuk membuka diri terhadap wawasan dan suasana baru, tapi sekaligus juga menerapkan prinsip personal untuk memfilter bentuk-bentuk pergaulan yang sesuai dengan diri kita,” jelas dosen yang pernah meraih beasiswa di Inggris ini.

Menurutnya, shock culture adalah situasi yang umum dan berlangsung dalam jangka waktu yang tidak berkepanjangan. Mahasiswa hanya perlu melewati situasi tersebut dan beradaptasi dengan perubahan secara perlahan.

“Jika terdapat suatu perasaan negatif yang terjadi secara berkepanjangan akibat dari sulitnya beradaptasi terhadap budaya baru, jangan ragu untuk meminta pertolongan kepada profesional seperti Konselor di Pusat Layanan Konseling di Universitas maupun Psikolog di rumah sakit,” pungkas Mutia menjelaskan cara mengatasi culture shock.

Penulis: Imam A. Hanifah

Editor: Herlianto. A

Tags: Culture ShockGegar BudayaMahasiswa Rantaupsikologi

Related Posts

Ilustrasi Pentingnya NIB untuk Mendukung Aktivitas Bisnis UMKM (Foto: Pinterest)
Tips

Kenapa NIB Penting untuk UMKM di Indonesia? Ini Penjelasan dan Cara Daftarnya

Sabtu, 30 Mei 2026
Panci Listrik Samono SW-DG01P. (Foto: Shopee/ Ufo Electronika & Furniture Official Shop)
Tips

5 Panci Listrik yang Cocok untuk Anak Kos

Jumat, 29 Mei 2026
Fotokopi Vian 24 Jam cabang UIN. (Foto: Intagram/ @fotocopyvian24jam)
Tips

5 Tempat Fotokopi di Malang untuk Mahasiswa Baru, Cocok untuk Print Tugas hingga Kebutuhan Ospek

Jumat, 29 Mei 2026
Mesin kopi rumahan
Tips

Mesin Kopi Rumahan untuk Pemula, Ini Pilihan yang Hemat Listrik dan Praktis

Kamis, 28 Mei 2026
Perbedaan Plushies dan Boneka
Tips

Perbedaan Plushies dan Boneka, Ternyata Tidak Sama

Selasa, 26 Mei 2026
Tagihan listrik
Tips

Tagihan Listrik Naik Terus? Bisa Jadi karena 5 Kebiasaan Sepele Ini

Selasa, 26 Mei 2026
Next Post
Ketua TATAK, Imam Hidayat.

Keluarga Korban Minta Kasus Tragedi Kanjuruhan Ditangani Bareskrim Mabes Polri

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.