Sabtu, November 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Cara Menemukan Self-Worth di Era Digital Menurut Dr. Lisa Strohman TEDx

Redaksi by Redaksi
April 26, 2026 2:17 pm
in Tugu Sehat
Self-Worth

Potret Dr. Lisa Strohman saat memaparkan pidatonya terkait self-worth pada TEDxGrandChanyonUniversity (Foto: YouTube @TEDx)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Di era media sosial yang semakin masif, status seseorang kerap diukur dari jumlah pengikut atau like di platform digital. Akibatnya, pertanyaan tentang self-worth atau nilai diri menjadi semakin sulit dijawab. Banyak orang tanpa sadar membiarkan algoritma menentukan seberapa berharga diri mereka hari ini.

Dalam sesi TEDx di Grand Canyon University, Dr. Lisa Strohman, psikolog klinis sekaligus pakar kesehatan mental yang pernah bekerja untuk FBI, menyampaikan pesan penting mengenai self-worth. Ia mengajak publik untuk berhenti mencari validasi melalui simbol-simbol digital seperti follower, like, dan komentar.

READ ALSO

6 Manfaat Petai bagi Kesehatan

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Jebakan Algoritma yang Manipulatif

Dr. Lisa menyoroti bagaimana platform digital menciptakan solusi semu untuk menilai value atau nilai seseorang melalui angka-angka di layar. Dalam paparannya, ia menjelaskan:

“What they’ve done is they’ve built a mysterious and complex algorithm that allows perfect strangers to define your self-worth through likes and follows.”

Artinya, algoritma yang rumit itu memungkinkan orang asing menentukan nilai diri seseorang hanya lewat jumlah suka dan pengikut.

Data yang ia sampaikan menunjukkan rata-rata orang menghabiskan dua setengah jam setiap hari untuk mengecek media sosial. Waktu tersebut setara dengan satu hari penuh dalam sepekan dan kerap habis hanya untuk membandingkan diri dengan standar yang tidak realistis.

Belajar dari Tragedi Molly Russell

Dr. Lisa juga mengangkat kisah pilu Molly Russell sebagai contoh bahaya ketika self-worth bergantung pada penilaian eksternal atau digital. Remaja berusia 14 tahun itu meninggal dunia setelah terjebak dalam konten negatif yang terus didorong algoritma.

Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat menjadi ruang yang berbahaya bagi kesehatan mental, terutama bagi anak muda yang masih mencari jati diri.

Dr. Lisa menegaskan:

“Social media actually trains us to depend on external validation for our self-worth through these likes and comments instead of on who we are as people.”

Menurutnya, media sosial melatih manusia untuk bergantung pada pengakuan orang lain melalui like dan komentar, bukan pada siapa diri mereka sebenarnya.

Self-Worth adalah Tentang Siapa Kita

Dr. Lisa bukan sosok sembarangan. Di balik gelar Ph.D dan pengalamannya menangani kejahatan siber, ia juga seorang penyintas yang tumbuh dalam kondisi sulit. Pengalaman hidup itulah yang membawanya pada kesimpulan bahwa self-worth adalah tentang eksistensi sebagai manusia, bukan tentang persaingan global di internet.

Ia mengajak audiens mengambil kembali kendali atas nilai diri mereka sendiri.

“Tentukan nilai dirimu melalui cara kamu menjalani hidup. Percayalah pada dirimu sendiri dan jadilah dirimu yang sesungguhnya di dunia ini. Kamu tidak memerlukan algoritma atau sekumpulan like untuk meyakinkanmu sebaliknya,” ujarnya.

Di tengah miliaran pengguna media sosial dan arus data yang bergerak tanpa henti setiap hari, memang tidak mudah merasa spesial. Namun, Dr. Lisa menegaskan bahwa kebebasan sejati lahir ketika seseorang berhenti menghitung validasi dari layar ponsel.

Di akhir pidatonya, ia menutup dengan pesan hangat bagi siapa pun yang masih merasa rendah diri.

“And when you actually stop counting all the likes and you’re able to be fully free from that following, you will find your value and your self-worth. And whoever you are, I promise you, you are enough.”

Artinya, ketika seseorang berhenti menghitung semua like dan melepaskan diri dari kebutuhan akan pengakuan, ia akan menemukan nilai dirinya sendiri. Siapa pun dirinya, ia sudah cukup.

Melalui pidatonya, Dr. Lisa mengajak semua orang memutus rantai ketergantungan pada penilaian digital. Sebab pada akhirnya, pengakuan paling penting bukan datang dari tanda centang di media sosial, melainkan dari kedamaian dan penerimaan di dalam diri sendiri.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Isyatur Rodhiyah/Magang
redaktur: jatmiko

Tags: Dr Lisa StrohmanKesehatan MentalMedia Sosialpsikologiself-esteemself-worthTEDxValidasi Digital

Related Posts

6 Manfaat Petai bagi Kesehatan
Tugu Sehat

6 Manfaat Petai bagi Kesehatan

Jumat, 30 Okt 2026
8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Next Post
10 PTKIN Terbaik di Indonesia

10 PTKIN Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026, UIN Malang Masuk 5 Besar

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10222026 3
Iklantm 10222026 2
Iklantm 10212026 1
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.