Kamis, Juni 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Candi Singosari: Peninggalan Kerajaan Singhasari yang Pemugarannya Tak Pernah Diselesaikan

Redaksi by Redaksi
Maret 2, 2025 2:26 pm
in Budaya, News
Candi Singosari

Candi Singosari tampak dari luar. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Sekitar 10 kilometer di sebelah utara Kota Malang, sebuah peninggalan Kerajaan Singhasari berdiri dengan megah. Peninggalan yang dikenal dengan nama Candi Singosari ini merupakan tempat pendarmaan abu jenazah Raja Kertanegara, penguasa terakhir Kerajaan Singhasari.

Sayangnya, pemugaran Candi Singosari yang dilakukan oleh Pemerintah Belanda di tahun 1934-1936 ini terhenti karena sesuatu hal. Tak ada yang mengetahui pasti alasan berhentinya pemugaran peninggalan sejarah yang berada di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang ini.

READ ALSO

PT Xfresh Cipta Perkasa Sepakat Cabut Laporan terhadap Dur Terkait Dugaan Pemaksaan di Kawasan Bendungan Lahor

Trans Jatim Rute Arjosari–Talangagung Beroperasi Oktober 2026, Jangkau Wilayah Malang Selatan

Bangunan Candi Singosari terdiri dari empat bagian, yaitu batur atau latar candi, kaki candi, badan candi, dan puncak candi. Bagian puncak candi terlihat masih belum tersusun dengan baik. Sementara itu, di bagian utara candi terdapat terdapat batu-batu candi yang ditumpuk begitu saja.

Juru Pelihara Candi Singosari, Damanhuri membenarkan, pemugaran candi tidak selesai. Ia menduga ada dua kemungkinan penyebab berhentinya pemugaran ini, yaitu batu candi masih kurang atau adanya serangan Jepang pada masa Perang Dunia II.

Baca Juga: Becek Saat Musim Hujan, Jalan Setapak di Candi Singosari Butuh Dipaving

“Memang renovasi yang dilakukan orang Belanda masih belum selesai,” kata Damanhuri saat ditemui Tugu Malang ID beberapa waktu lalu.

Candi Singosari dibangun pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, yaitu antara tahun 1268 hingga 1292. Di masa kepemimpinan Raja Kertanegara, Kerajaan Singhasari mencapai puncak kejayaannya. Keturunan Ken Arok ini berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga luar Pulau Jawa.

Candi Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Candi Singosari. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Sebelum Gajah Mada, Kertanegara merupakan sosok yang berambisi untuk menaklukkan seluruh wilayah Nusantara. Namanya diabadikan menjadi jalan di sisi Candi Singosari.

Meski baru dipugar pada tahun 1934, Candi Singosari sudah ditemukan oleh Gubernur Pantai Timur Laut Jawa berkebangsaan Belanda, Nicolaus Engelhard pada tahun 1803. Ia kemudian menjarah arca-arca yang masih baik kondisinya dan membawanya ke Belanda.

Baca Juga: Asal-usul Nama Candi Sumberawan di Singosari

Damanhuri menyebut sebanyak empat arca di area Candi Singosari yang dibawa ke Belanda, yaitu arca Mahakala, Dewi Durga Mahisasuramardini, Ganesha, dan arca Nandiswara. Lingga yang ada di dalam candi juga ikut dijarah.

Selama 200 tahun, keempat arca tersebut disimpan di Negeri Kincir Angin. Baru pada tahun 2023, arca-arca tersebut dikembalikan ke Indonesia. Saat ini, keempat arca di atas disimpan di Museum Nasional Indonesia.

“Awalnya arca-arca itu mau dikembalikan ke sini (Candi Singosari), tapi saya nggak berkenan karena keamanannya kurang dan perawatannya sulit. Akhirnya, arca-arca tersebut disimpan di Museum Nasional,” ujar Damanhuri saat ditemui Tugu Malang ID, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, arca-arca tersebut awalnya berada di ruang-ruang atau relung yang ada di Candi Singosari. Masing-masing arca berada di ruangan yang berbeda. Selain itu, ada dua relung lagi yang masing-masing berisi lingga yoni dan arca Resi Agastya.

“Di ruang pertama ditemukan yoni dan lingga, simbol dari Dewa Siwa. Namun, lingga tersebut kini disimpan di Belanda,” kata Damanhuri.

Batu-batu candi yang bertumpuk di kawasan candi. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Ruang pertama ini merupakan ruang utama yang disebut dengan Garbhagraha. Ruangan tersebut merupakan tempat untuk upacara keagamaan Hindu dan Buddha Tantrayana, serta tempat pendarmaan abu jenazah Raja Kartanegara.

Pada candi ini terdapat delapan relief, termasuk relief Muka Kala yang terletak di bagian atas dan bawah candi. Muka Kala ini memiliki fungsi sebagai pelindung, yang di masa lalu dipercaya dapat menolak bala dan gangguan dari luar.

Meski sudah berusia lebih dari tujuh abad, Candi Singosari masih memiliki fungsi keagamaan hingga saat ini. Menurut Damanhuri, setiap tahun diadakan upacara keagamaan di candi ini, baik yang dilaksanakan setiap tahun maupun lima tahunan.

“Setiap tahun di sini digelar doa bersama,” sebut Damanhuri.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
redaktur: jatmiko

Tags: Candi Singosarikerajaan Singhasaripemugaran candi singosariRaja Kertanegara

Related Posts

Kasus Bendungan Lahor
News

PT Xfresh Cipta Perkasa Sepakat Cabut Laporan terhadap Dur Terkait Dugaan Pemaksaan di Kawasan Bendungan Lahor

Rabu, 17 Jun 2026
Trans jatim
News

Trans Jatim Rute Arjosari–Talangagung Beroperasi Oktober 2026, Jangkau Wilayah Malang Selatan

Rabu, 17 Jun 2026
sampah di DPRD Kota Malang
News

Usai Demo di DPRD Kota Malang, Mahasiswa Bersihkan Sampah yang Berserakan

Rabu, 17 Jun 2026
DPRD Kota Malang
News

Sanjung Prabowo Saat Bahas Evaluasi MBG, Perwakilan Fraksi Gerindra DPRD Kota Malang Disoraki Demonstran

Rabu, 17 Jun 2026
DPRD Kota Malang
News

Di Hadapan DPRD Kota Malang, Mahasiswa Sampaikan 9 Aspirasi dan Tuntutan

Rabu, 17 Jun 2026
Donasi logistik berdatangan
News

Saat Mahasiswa Demo di Malang, Donasi Logistik Berdatangan

Rabu, 17 Jun 2026
Next Post
Sertijab Wali Kota Batu

Gubernur Jatim Pimpin Sertijab Wali Kota Batu

BERITA POPULER

  • Ilustrasi Efek Cathedral (Foto: Pinterest)

    Kafe dengan Cathedral Effect di Kota Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 6 Layanan Gratis di Kota Malang yang Bisa Dimanfaatkan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Tukar Uang THR Lebaran? Ini Daftar ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Malang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.