Malang, Tugumalang.id – Kedekatan ayah dan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam tumbuh kembang anak. Tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, keterlibatan ayah juga berperan dalam membangun karakter, kemandirian, hingga perkembangan emosional anak.
Nilai inilah yang ditanamkan SDIT Insan Permata Malang melalui kegiatan Camping with Father di Dusun Sahabat Alam, Karangploso, Kabupaten Malang, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Mengusung tema “Ayah Terlibat, Anak Tumbuh Hebat”, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar di luar kelas yang mempertemukan anak dan ayah melalui berbagai aktivitas kebersamaan. Sebanyak 115 siswa dan 23 ustaz-ustazah pendamping mengikuti kegiatan yang juga melibatkan para ayah siswa tersebut.
Kepala SDIT Insan Permata Malang, Fitria Hidayati, S.Pd., mengatakan, Camping with Father bukan sekadar kegiatan rekreasi atau berkemah. Program ini dirancang untuk memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak sekaligus membentuk karakter positif sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar bersama keluarga, khususnya ayah, agar anak merasakan kehadiran dan dukungan ayah dalam proses tumbuh kembangnya,” jelasnya.
Baca juga: 225 Siswa SDIT Insan Permata Malang Ikuti Kemah Eksplorasi Juara 2026
Menurut Hida, sapaan Fitria Hidayati, keterlibatan ayah berpengaruh terhadap perkembangan sosial, emosional, hingga kognitif anak. Karena itu, sekolah berupaya memberikan ruang bagi para ayah untuk terlibat langsung dalam pendidikan anak, bukan hanya menyerahkan proses pembelajaran kepada sekolah maupun ibu.
Smart Father Beri Pemahaman tentang Peran Ayah
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan program Smart Father yang berlangsung di Pendopo Dusun Sahabat Alam. Sesi ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada para ayah mengenai pentingnya peran dan keterlibatan mereka dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Selain mempererat hubungan keluarga, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menanamkan nilai kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, serta kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak diajak belajar melalui pengalaman langsung, berinteraksi dengan alam, dan membangun kerja sama.
Hida berpesan agar seluruh siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjaga adab, serta mematuhi arahan para pendamping.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk membangun kebersamaan dengan ayah, menghargai teman, dan semakin mencintai alam sebagai ciptaan Allah yang harus kita jaga,” pesannya.
Dia berharap pengalaman selama berkemah tidak berhenti sebagai kenangan menyenangkan. Nilai-nilai yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Baca juga: Sambut 120 Siswa Baru, SDIT Insan Permata Malang Gelar MPLS Ramah Anak dan Anti Bullying
Jadi Persiapan Menghadapi Kemah Kepramukaan
Kegiatan Camping with Father juga menjadi bagian dari persiapan siswa menghadapi kegiatan kepramukaan pada jenjang berikutnya, yakni Kemah Eksplorasi Juara (KEJU). Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kebersamaan, tetapi juga bekal untuk membangun mental tangguh dan kemampuan beradaptasi
“Bagi kami, pendidikan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dan keteladanan orang tua,” tegasnya.
Melalui program ini, SDIT Insan Permata Malang berharap sinergi antara sekolah dan keluarga semakin kuat. 
Sebab, keterlibatan orang tua, terutama ayah, menjadi bagian penting dalam mendampingi anak tumbuh sebagai generasi yang mandiri, berakhlak mulia, berkarakter Al Quran, serta bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
redaktur: jatmiko






































