Malang, Tugumalang.id – Sebuah kepercayaan selalu datang bersama amanah. Ada nama baik yang harus dijaga, harapan yang harus diperjuangkan, dan doa yang mengiringi setiap langkah. Suasana penuh kebanggaan dan kehangatan tersebut terasa dalam pelepasan kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang akan berlaga pada Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Tahun 2026, pada 4–6 November 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Bertempat di Halaman Depan Rektorat Kampus 1, Jumat, 30 Oktober 2026, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., secara resmi melepas para mahasiswa. Dalam arahannya, Prof. Ilfi tidak hanya menyampaikan pesan sebagai pimpinan universitas, tetapi juga menitipkan harapan layaknya seorang ibu yang mengantarkan anak-anaknya menuju medan perjuangan.

”Saya titipkan amanah ini di pundak kalian semua. Bawa almamater serta nama baik UIN Malang dan berikan hadiah terindah untuk usia kampus kita yang ke-65. Saya ikut bangga karena kalian adalah anak-anak pilihan. Ini sebagai bentuk kepercayaan saya kepada kalian, para kontingen, para calon-calon juara,” ungkapnya.
Menurut Prof. Ilfi, menjadi bagian dari kontingen merupakan kepercayaan sekaligus tanggung jawab. Mahasiswa tidak hanya berkompetisi atas nama pribadi, tetapi juga membawa identitas dan kehormatan institusi.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mempersiapkan kemampuan akademik, keterampilan, dan mental
sebagai seorang pemenang.
Baca juga: Rektor UIN Malang Ajak Mahasantri Keluar dari Zona Nyaman
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa percaya pada kemampuan diri dan tidak merasa kecil ketika berhadapan dengan peserta dari perguruan tinggi lain. Kesempatan ini menjadi ruang untuk membuktikan kapasitas dan daya saing mahasiswa UIN Malang di tingkat nasional.
Di balik seluruh persiapan tersebut, Prof. Ilfi secara khusus berpesan agar para kontingen tidak melupakan doa dan restu orang tua. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya lahir dari kerja keras, tetapi juga dari doa orang tua yang senantiasa menyertai setiap perjuangan.
”Jangan lupa meminta doa dan restu kepada orang tua. Sebelum berangkat berjuang, sampaikan kepada mereka bahwa kalian membawa amanah dan nama baik kampus. Sebab, di balik keberhasilan seorang anak, selalu ada doa orang tua yang tidak pernah berhenti menyertainya. Jangan pernah melupakan itu,” pesannya.

Menariknya, Prof. Ilfi menutup arahannya dengan analogi pembalap MotoGP. Ia mengingatkan bahwa perjuangan meraih prestasi membutuhkan kecepatan, fokus, dan kemampuan menguasai lintasan tanpa terdistraksi oleh kompetitor.
”Jadilah seperti pembalap MotoGP. Lari kencang, tidak usah menoleh ke kanan dan kiri. Fokus ke depan dengan tugas masing-masing. Apalagi ketika berada di tikungan, pembalap lain bisa saja menyalip kalian. Jangan sampai karena melihat orang lain, kalian justru kehilangan konsentrasi. Tetap fokus, jaga kecepatan, kuasai lintasan, dan terus melaju sampai garis finis. Jangan berhenti sebelum perjuangan kalian selesai,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Ilfi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tim pembina OASE UIN Malang yang telah mendampingi mahasiswa sejak proses seleksi hingga persiapan dan pembinaan. Ia menegaskan bahwa perjuangan kontingen merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan dedikasi para pembina.
Berdasarkan hasil seleksi tim pembina OASE, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengirimkan 46 mahasiswa untuk berkompetisi pada 18 cabang lomba. Mereka merupakan mahasiswa terpilih yang dipercaya mewakili universitas dan bersaing dengan mahasiswa PTKIN dari seluruh Indonesia.
Dengan membawa amanah dan harapan besar almamater, ke-46 mahasiswa tersebut diharapkan mampu memberikan hadiah terbaik melalui prestasi membanggakan. Mereka tidak sekadar berangkat untuk mengejar kemenangan, tetapi juga membawa nama baik keluarga, almamater, dan seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.






































